Baby born, Bbangkyu AU

Warning: MPREG!!

Ini merupakan lanjutan cerita bbangkyu sebelumnya, jadi kalian baca dulu yang satunya baru kesini ya! Terimakasih~🙏


Pagi yang cerah dengan matahari yang cukup terik menghiasi kota Seoul hari ini. Dimana seharusnya semua orang sudah pergi ke kantor untuk bekerja tapi ada yang berbeda dengan kepala keluarga yang sekaligus menjabat sebagai CEO di sebuah perusahaan terkenal, ia Kim Younghoon yang masih setia menemani suami mungilnya diatas kasur mereka yang empuk dan nyaman.

Karena usia kehamilan Changmin yang tinggal menunggu hari, Younghoon memutuskan mengambil cuti dan memilih untuk tinggal dirumah bersama suaminya yang sedang gundah menunggu kelahiran sang buah hati. Walau sebenarnya ia juga gundah menunggu kelahiran anak pertamanya

Kini waktu sudah menunjukkan pukul 07.50 Younghoon merasakan pergerakan dari sang suami tercinta yang terbangun dari tidurnya.

“Eungghh.. Awww!”

Ji Changmin yang baru saja terbangun dari tidurnya diberikan tendangan cinta oleh anak kembar yang ada diperutnya, ia meringis merasakn betapa kerasnya sang buah hati menendang perutnya. Sepertinya mereka protes ingin segera keluar dari perut sang papa tercinta.

“Ughhh mas... Dudu dan Didi menendang dengan keras sekali..”

Changmin semakin merasa kesakitan dan meremas lengan suaminya. Younghoon tentu saja panik namun iya tetap terlihat tenang dan langsung sigap mengelus perut besar milik suaminya. Mencoba menenangkan suami beserta kedua anaknya.

“Sakit sekali yah? Dudu Didi hayoo jangan bandel ya nak, kasian papa..”

Setelah diberi elusan pada perutnya, Changmin merasakan pergerakan bayinya yang semakin agresif dan membuat ia semakin meringis kesakitan.

“Mas mereka tidak mau diam, sepertinya Dudu Didi ingin segera muncul ke dunia...”

Changmin mengucap lirih sambil menahan sakit di perutnya dengan beberapa bulir keringat yang menetes di pelipisnya.

Younghoon yang semakin panik setelah mendengar ucapan Changmin langsung bangun dari posisinya.

“Kamu serius sayang??”

“I-iyaa mas.. Rasanya aku ingin melahirkan”

“Tapi kata dokterkan masih beberapa hari lagi?”

“Dokter itu hanya memprediksi mas. Sungguh aku merasakan mereka ingin keluar dari perutku. Uggh..”

“Benar juga. Baiklah aku akan mempersiapkan semuanya ke dalam mobil. Kamu tunggu sebentar yah?”

Changmin mengangguk untuk memberikan jawaban kepada suaminya. Younghoon kemudian meninggalkan sang suaminya yang masih meringis kesakitan dan langsung mempersiapkan segala keperluan yang dibutuhkan untuk di rumah sakit. Untung saja ada beberapa perlengkapan yang memang ia sengaja simpan di dalam mobil. Setelah merasa semuanya siap, Younghoon kembali ke kamar dan menggendong sang Changmin ke mobil dan pergi menuju rumah sakit terdekat.

. . . .

Kini Changmin sudah berada di dalam ruang operasi untuk menjalankan proses persalinan, karena seperti yang kalian ketahui kalau seorang lelaki tidak memiliki vagina untuk ruang lahirnya sang bayi, akhirnya Changmin harus melahirkan kedua bayinya melalui proses caesar.

Younghoon masih terus setia menemani Changmin sebelum suaminya melakukan operasi, ia menggenggam tangan suami mungilnya sebelum mendapatkan biusan regional. Tentu saja hal ini bisa dilakukan dengan kekuatan orang dalam.

“Kamu harus bisa kuat demi Dudu dan didi Changmin-ah. Aku mencintaimu.. Semangat belahan jiwaku.”

Younghoon membisikan semangat dan kata cinta pada Changmin sambil mencium keningnya dengan penuh kasih sayang.

“Baiklah tuan, karena operasi suami anda akan segera di mulai, tuan bisa menunggu diluar.”

Akhirnya salah satu suster yang ada di ruang operasi menyuruh Younghoon untuk meninggalkan ruangan operasinya karena pembedahan akan segera dilaksanakan. Younghoon yang mengerti langsung meninggalkan ruang operasi dan berdoa kepada Tuhan agar suami dan kedua anaknya bisa lahir ke dunia dengan sehat dan selamat.

. . . .

Setelah menunggu selama satu jam, akhirnya Younghoon mendengar tangisan bayi yang sangat menggema di dalam ruang operasi. Ia merasa lega tanpa sadar meneteskan airmata kebahagiaan dan menyucapkan syukur atas kelahiran bayinya. Kemudian selang beberapa menit kemudian ia kembali mendengar tangisan bayi yang jauh lebih kencang dibandingkan sebelumnya. Younghoon sangat kaget ketika ia mendengar tangisan tersebut langsung bersujud sukur dan berterima kasih pada Tuhan Yang Maha Kuasa.

“Ya Tuhan terima kasih, kedua bayiku bisa lahir kedunia dengan selamat. Terima kasih.”

Setelah tangisan bayi tersebut berhenti, munculah sang dokter yang menangani Changmin dan langsung menghampiri Younghoon yang masih bersujud sukur.

“Selamat ya Younghoon, kedua anak kalian lahir dengan normal, sehat dan juga sangat luar biasa cantik dan tampan!”

“Terimakasih Sangyeon hyung. Terima kasih banyak sudah membantu persalinan Changmin. Sekarang bagaimana keadaan suamiku?”

“Changmin sekarang masih dalam keadaan lemah tapi tenang saja, ia sudah melihat si kembar dan juga ia adalah orang yang kuat. Sebentar lagi ia akan di pindahkan ke ruang inap bersama buah hati kalian”

“Ahhh syukurlah... Oh iya apakah aku langsung bisa melihat anak-anak ku?”

“Tentu saja! Ayo langsung ikut saja ke ruang inap. Kau tunggu saja disana.”

Akhirnya Younghoon pergini menuju ruang inap VIP yang khusus disiapkan untuk Changmin dan bayi mereka setelah melakukan proses persalinan.

. . . . Sekarang Younghoon sudah berada di ruang inap bersama dengan dua makhluk mungil nan rapuh yang sedang ter tidur pulas dalam box bayi. Ia mengamati sang anak laki-lakinya yang sangat tampan bentuk wajahnya percis sekali dengan dirinya saat masih bayi. Sedangkan sang anak perempuannya memiliki wajah per campuran atara Younghoon dan Changmin membuat ia meneteskan airmata kebahagiaan. Younghoon bersyukur kepada Tuhan yang telah memberikannya keluarga yang sangat lengkap dengan kehadiran putra dan putrinya saat ini.

Setelah ia puas memandangi kedua anaknya kini Younghoon menghampiri suaminya, ia duduk disamping Changmin yang masih memejamkan matanya sambil menggenggam erat tangan suaminya yang mungil dan memberikan kecupan pada dahi, hidung, pipi, dan bibir suami tercinta.

“Terima kasih atas kebahagiaan yang kamu berikan Changmin-ah, kamu melengkapi duniaku bersama dengan anak-anak kita. Aku sangat mencintaimu.”

Kerena sedikit lelah Younghoon memejamkan matanya untuk beristirahat sejenak sambil menunggu Changmin bangun dari efek obat bius, namun belum ada 1 menit ia memejamkan matanya tiba-tiba saja anaknya menangis dengan kencang.

“Oeeekkk..Oeekkk..”

Ternyata anak laki-lakinya lah yang terbangun dari tidurnya dan menangis dengan kencang membuat ia langsung menggendongnya dengan perlahan.

“Uhh anak papi bangun yah.. Kenapaa mau mimi Susu? Sebentar papi panggil suster dulu ya..”

Younghoon sudah mencoba menenangkan anaknya namun tangisan sang anak masih belum berhenti sampai akhirnya Changmin terbangun dari tidurnya. Ia melihat bagaimana Younghoon yang dengan sigap dan tenang mencoba menenangkan putranya yang masih menangis dengan suara yang begitu kencang.

“M-mas.. Coba sini biar aku gendong..”

“Eh kamu udah bangun sayang? Hey jagoan lihat papa sudah bangun tuh, ayo kita ke papa dulu.”

Akhirnya Younghoon memberikan putranya kepada suaminya. Changmin mengambil alih putranya dari gendongan Younghoon dengan perlahan. Ia melihat betapa tampannya sang anak, sangat mirip sekali dengan suaminya.

“Ih kamu mirip sekali dengan papi ya, aduh bener-bener duplikat nih kesayangan papa.”

Changmin berbincang pada sang anak yang dengan ajaibnya berhenti menangis setelah berada digendongannya. Ia kemudian memainkan kedua jari mungil anaknya dan kembali berbincang.

“Ini siapa namanya yaa jagoan papi dan papa. Mas kamu belum namain dia?”

“Belum aku nunggu kamu bangun dulu, oh iya putri kecil kita masih tidur pulas sekali di boxnya. Kamu mau liat juga?”

“Dudu Didi ternyata perempuan dan laki-laki mas? Ya Tuhan... Aku gak sangka. Aku kira laki-laki semua abis tendangan mereka sama kerasnya.”

“Hahaha kamu lucu bangetsih, iyaa anak kita yang satu lagi adalah seorang princess. Sebentar aku ambil dulu.”

Younghoon mengambil putrinya yang masih terlelap dengan damai tanpa terusik dengan tangisan sodara kembarnya. Ia gendong putri cantiknya dengan perlahan dan membawanya kehadapan Changmin.

“Liatt... Putri kita cantik sekali bukan? Imut juga percis kaya kamu.”

Changmin menatap putrinya sambil tersenyum, ia mengelus pipi gembilnya dan mencium kening anaknya.

“Sehat-sehat ya sayangnya papa...”

Tok tok tok

“Permisi ada yang panggil saya?”

Akhirnya suster pun datang ke ruangan keluarga kecil Younghoon, ia dengan sigap menukar bayi laki-lakinya yang ada di Changmin untuk memberikannya kepada suster.

“Ini sus jagoan saya tadi nangis, kayanya haus. Bisa diberikan susu?”

“Oh bisa pak, mau saya bawakan saja susunya atau saya bawa putra bapak ke ruang bayi?”

“Tolong bawakan saja susunya biar suami saya yang memberikannya, sekalian bawakan susu juga untuk putri saya dan stoknya untuk disimpan dikulkas ya sus.”

“Baik pak tunggu sebentar.”

Setelah menunggu lima menit akhirnya susu untuk sikembar sudah tersedia di dalam ruang inap. Rencananya Changmin akan kembali ke rumah setelah satu minggu berada di Rumah Sakit.

Kini Changmin sedang memberikan putranya susu, ia terharu melihat bagaimana buah hatinya sudah lahir ke dunia dengan sehat tanpa ada cacat ditubuhnya. Ia kecup dahi sang anak sambil memanjatkan doa supaya kelak anaknya menjadi pribadi yang baik, yang menyayangi keluarga, dan menjadi kebanggaan semua orang.

Younghoon yang melihat interaksi suaminya dengan sang anak tersenyum haru, tak disangka diusia yang bahkan belum genap 30 tahun tapi hidupnya sudah sangat sempurna. Memiliki suami yang sangat sayang padanya juga slalu ada disaat senang dan susah dan sekarang ia di anugerahi sepasang putra dan putri yang sehat.

“Sayang sepertinya aku sudah memutuskan nama yang tepat untuk anak kita.”

Younghoon menghampiri Changmin sambil melihat putranya yang masih menyusu dengan mata terpejam.

“Wah benarkah mas? Siapa nama mereka yang sudah mas persiapkan?.”

“Untuk putra kita yang tampan seperti aku, ia akan ku beri nama Kim Minhoon. Sementara putri kita yang cantik dan menggemaskan aku beri nama Kim Minyoung. Gimana? Kamu suka namanya?”

“Suka mas! Suka banget. Namanya perpaduan dari nama kita berdua kan? Akuu sukaa! Aku setuju sama namanya.”

“Iya nama mereka diambil dari perpaduan nama kita, biar mereka menjadi tanda bahwa cinta kita sangatlah besar untuk mereka.”

“Huhuhu mas Younghoon sweet banget, mau peluuukkk..”

Younghoon tertawa karena ucapan Changmin dan memeluk suami mungilnya beserta putranya. Tak lama setelah mereka berpelukan bayi kecil putri mereka yang tadi tertidur pulas akhirnya terbangun, ia menangis dengan kencang berhasil mengusik kembarannya yang hampir terlelap di pelukan papanya.

“Wah princess papi sudah bangun yaa.. Uuuu Minyoung sayang sini ketemu dulu sama papa.”

Younghoon menggendong putrinya dengan perlahan dan membawanya ke hadapan Changmin, Changmin begitu terpesona dengan wajah sang putri yang sangat cantik dan menggemaskan.

“M-mas.. Ini bidadari turun dari surga? Ya ampun ini benar putriku?”

“Hahahaha kamu lucu banget sih sayang, ia ini putrimu. Putri kita berdua. Dia sangat cantik kan...”

“Iya dia sangat cantik, mas aku mau gendong dia ini Minhoon tukeran dulu sama kamu.”

Akhirnya mereka berdua bertukar menggendong kedua anaknya, Younghoon menggendong Minhoon yang akhirnya terlelap kembali setelah menghabiskan satu botol susu sementara Changmin memberikan susu kepada Minyoung sambil memperhatikan wajah putrinya yang cantik.

“Aku beneran gak nyangka kalau bayi yang aku bawa 9 bulan kemana-mana pas keluar wajahnya sangat rupawan kaya kamu mas..”

“Eyyyy mereka juga kaya kamu, imut dan menggemaskan!”

“Uh rasanya aku ingin cepat-cepat pulang ke rumah dan mengurus mereka berdua dengan baik.”

“Sabar yang sayang, kita nunggu kamu benar-benar pulih dulu baru bisa pulang ke rumah.”

“Huhh iya-iya. Oh iya mas orang tua kita udah kamu kabarin? Hyunjae Juyeon udah kamu kabarin juga?”

“Astaga aku lupa! Aku teralu panik dan sibuk sama kamu jadi lupa ngabarin mereka. Sebentar aku ngabarin mereka dulu ya.”

“Dasar pelupa. Masa baru punya dua anak yang baru lahir udah pikun.”

“Ih mas bukan pikun sayang, mas tuh lupa karena udah panik kamu tadi tiba-tiba mau lahiran.”

“Huu iya-iyaa yaudah sana kabarin mereka dulu.”

Akhirnya setelah Younghoon mengembalikan Minhoon ke dalam box tidurnya, ia langsung mengirimkan pesan kepada orang tuanya beserta sodaranya, Hyunjae bahwa Changmin sudah lahiran dan sekarang mereka ada di rumah sakit.

Setelah selesai mengirim pesan ia menghampiri Changmin dan putrinya yang sudah kembali tidur dengan damai.

“Yah putri papi sudah tidur lagi. Dasar bayi abis nangis, dikasih susu terus tidur. Terus main sama papinya kapan.”

“Mas apaan sih! Anak bayi kan emang begituu, Minyoung baru juga lahir beberapa jam. Nanti kalau udah gede dikit kamu bisa deh main sama Minyoung dan Minhoon.”

“Hehehe iya sayang aku bercanda.”

“Yaudah nih kembalikan Minyoung ke dalam box, biar dia tidurnya nyaman.”

Younghoon mengambil alih putrinya dari gendongan Changmin, ia membawa putrinya ke dalam box bayi dengan perlahan dan tak lupa memberikan kecupan tanda sayang pada putrinya sebelum ia kembali ke Changmin.

“Sehat-sehat ya putri papi. Jadilah putri yang anggun, lemah lembut dan jadi kebanggaan orang banyak.”

Setelah selesai menyimpan putrinya di dalam box, kini Younghoon menghampiri suaminya. Ia ikut naik ke ranjang rumah sakit yang kebetulan cukup muat untuk dua orang dewasa.

“Ih mas apasih naik ke ranjang, sempit ih!”

Younghoon tak mendengarkan keluhan suaminya, ia tetap naik ke atas ranjang dan memposisikan tubuhnya dekat dengan sang suami.

“Sayang aku mau ngucapin makasih banyak. Makasih udah mau jadi suami aku yang masih jauh dari kata sempurna, makasih mau ngehabisin waktu muda hingga tua sama aku, makasih udah memberikan aku putra dan putri yang sehat. Pokoknya makasih banyak buat segalanya.”

“Ihhh mas kok melow gini sih.. Aku yang harusnya makasih ke mas, udah pilih aku jadi pendamping hidup kamu padahal aku cuman orang biasa. Makasih buat mas yang udah jagain aku terus, udah lindungin aku dari kita SMA sampe sekarang. Makasih banyak buat segalanya mas. Aku sayang banget sama mas Younghoon.”

“Ih kok kita jadi maaf-maafaan sih.. Pokoknya makasih ya sayang, kamu benar-benar menyempurnakan hidupku. I love you Changmin-ah.

Cup

Younghoon mencium bibir merah milik Changmin. Hanya ciuman biasa, tak ada lumatan seperti biasanya.

I love you too mas Younghoon.

END