Bbangkyu One Shoot AU

Warning : TW/ Mpreg

Bbanghoon x Kyu


Waktu menunjukkan pukul satu dini hari, dimana seharusnya manusia sudah terlelap dikasur dan sedang mengarungi mimpinya dengan memeluk seseorang yang dicinta. Namun berbeda dengan dua pasang suami-suami ini, sang suami masih saja berkutat dengan dokumen-dokumen pekerjaannya yang ia bawa ke rumah. Tidak ingin lembur di kantor karena ingin menemani sang suami katanya, namun nyatanya ia malah lembur di ruang kerjanya dan tidak menemani suaminya yang sedang mengandung anaknya yang sekarang ini sedang menunggu suaminya di kamar sambil mengelus-ngelus perutnya yang semakin besar.

Changmin sang suami yang sedang hamil ini akhirnya memutuskan untuk menghampiri suaminya yang masih saja berkutat dengan pekerjaannya, ia turun dari kasur dengan perlahan dan keluar dari kamarnya menuju ruang kerja suaminya yang berada di lantai 1.

Tok. Tok. Tok

Clek

“Mas... Ini udah jam satu loh, katanya tadi gak mau lembur terus maunya nemenin aku tapi kok masih aja bermesraan dengan dokumen-dokumenmu itu?”

Changmin mengempoutkan bibirnya dan melipat kedua tangannya di depan dada berdiri di depan pintu kerja Younghoon.

“Aduh sayang maaf ya, sebentar lagiiiii~ Kamu kalau ngantuk bobo aja duluan.”

Younghoon masih fokus dengan dokumen-dokumennya tanpa menoleh pada suami mungilnya.

“Kim Younghoon..”

Changmin yang jarang sekali memanggil nama panjang suaminya itu membuat Younghoon kaget. Ia akhirnya melepas kacamatanya, membereskan seluru dokumen pekerjaannya lalu menghampiri suaminya. Karena jika Changmin sudah memanggil nama panjangnya itu bertanda jika suami mungilnya ini akan marah padanya. Yaa meskipun Younghoon yakin kalau Changmin sudah marah sekarang.

“Iyaaa iyaa sayangkuuu, cintakuuu, papanya Didi Dudu nih aku dah selesai nih. Yuk bobo yuuuk.. Aduh kasian cintaku ini perut dah besar harus turun tangga nyamperin aku pasti kakinya sakit ya sayang..”

“Sayang-sayang. Susah bangett sih kalau sekali dibilangin. Kamu tuh padahal bos loh, kenapa masih aja bawa dokumen kantor ke rumah. Padahal itu kerjaan aku yakin bisa kan di handle sama sekertarismu.”

Changmin masih mode ngambeknya sementara Younghoon hanya tersenyum mendengarkan omelan suami mungilnya. Ia akhirnya memeluk Changmin dari belakang sambil mengusap perutnya yang semakin besar.

“Maafin aku ya sayang... Ini kerjaan kantor ku bawa ke rumah karena Chanhee izin cuti lahiran dari tiga hari yang lalu. Lagian ini tuh aku cuman tanda tangan doang tapi kan perlu diperiksa satu-satu takut ada yang aneh-aneh.” “Duh Didi sama Dudu nih belum bobo ya kok masih gerak-gerak. Kasian papa peyutnya sakit looh..”

Saat Younghoon mengusap perut Changmin, kedua bayi kembar yang ada di perut suaminya menendang-nendang atas respon usapan darinya. Changmin sedikit meringis merasakan tendangan buah hatinya yang aktif di dalam perut.

“Aw.. Mereka nendang kenceng banget, pasti kangen nih ngobrol sama papinya. Tapi papinya sibuk sama kerjaannya ya Didi Dudu yah?”

Changmin bergumam sambil mengusap perlahan perutnya dengan tangan Younghoon yang masih ada di atas perutnya.

“Aduhh maafin papi yaa, yuk sekarang kita bobo aja yuk. Sayang sini aku gendong, kamu cape nanti naik ke atas.”

“Ih apaansih mas! Aku masih kuat buat ke kamar juga, jangan aneh-aneh deh! Nanti kalau kamu gendong terus kita berempat jatuh gimana?! Aku udah mulai berat loh! Anak kamu ini makannya pada banyak.”

Changmin membalikan badannya dan menatap Younghoon dengan tajam, sementara yang ditatap hanya tertawa sambil tersenyum gemas dengan tingkah suami kecilnya.

“Aku sanggup kok gendong kamu beneran deh. Yuk biar cepet sampai atas.”

“Beneran ya? Awas aja sampe aku jatuh. Awas juga kalau besok ngeluh pinggangnya sakit gara-gara gendong aku! Gak aku pinjetin!”

“Hahaha iya sayang enggaaa, gaa akan~ dah sini ku gendong.”

Akhirnya dengan terpaksa Changmin menyetujui ucapan Younghoon dan akhirnya sang suami menggendongnya sampai menuju kamar mereka.

. . .

Akhirnya mereka sampai di kamar, Younghoon merebahkan Changmin dengan perlahan seakan-akan sang suami mungilnya adalah barang yang sangat ringkih. Setelah membaringkan Changmin dengan posisi yang nyaman, Younghoon segera bergegas ke kamar mandi untuk gosok gigi dan mencuci muka serta tak lupa membawa ember kecil berisi air hangat untuk mengompres kaki Changmin yang bengkak karena kehamilannya.

“Duh kan kakimu bengkak lagi. Aku kompres dulu ya abis itu ku pijit?” Younghoon bersiap memijit kaki suami mungilnya.

“Ih gak usah mas gapapa, kamu udah seharian kerja harusnya aku yang pijitin kamu.”

“Changmin sayang, mas gak capek kerja gini doang mah. Adanya tuh kamu pasti cape seharian udah urus rumah dengan dudu didi di perut kamu.. Udah ya sekarang rileks aja biar bisa cepat tidur.”

Akhirnya Younghoon mulai mengompres kaki Changmin yang bengkak. Lalu setelah dirasa kakinya sudah tidak terlalu bengkak lagi ia mulai memijatnya dengan perlahan menggunakan minyak aroma therapy.

“Mas kira-kira kalau nanti aku lahiran kamu bisa cuti kan?”

“Ya bisa dong sayang. Aku kayanya seminggu sebelum kamu lahiran sampe 1 bulan setelahnya bakalan izin cuti deh. Aku mau fokus urus kamu sama si kembar.”

“Ih lebay banget sampe sebulan setelah aku melahirkan! Gak usah selama itu juga kali mas, nantikan bunda sama ibu juga pasti bantu aku. Terus katanya kamu mau cari maid buat urus rumah kan? Jadi jangan lama-lama ya. Kasian juga Chanhee kan dia pasti urus baby juga, nanti repot kamu gak masuk kerja sebulan.”

“Yah tapi kan aku mau quality time yang lama sama kamu, didi sama dudu. Nanti aku takut sibuk banget di kantor.”

“Kamu sibuk di kantor juga kan pulang-pulang juga ke rumah, emangnya kamu mau nginep di kantor gitu?!”

“Eh.. Enggak sih. Tapi kan maksudnya gitu..”

“Udah jangan alesan ah, pokoknya aku izinin kamu cuman di rumah dua minggu aja. Oke?”

“Huft iya oke. Nanti aku bilang ke Jacob gak jadi sebulan.”

“Nah baguss papi Dudu Didi emang paling the best sini aku cium dulu!”

Changmin merentangkan tangannya sambil memberikan gestur cium kepada sang suami, Younghoon dengan siap langsung memeluk menghampiri Changmin dan mencium bibir manis suaminya.

Cup

“Makasih ya mas selalu ada buat aku sama Didi dan Dudu.. Kita sayang banget sama mas!”

“Makasih juga ya sayang udah jadi suami mas yang sabar, yang baik hati, yang sayang sama mas yang udah rela lelah mengandung anak mas yang pasti gemes dan lucu kaya papahnya. Aku sayang bangettt sama kamu. I love you Ji Changmin.”

I love you too mas.”

. . .

END