Pelan-pelan nanti ayah bunda dengar🤫
Tw:// anal sex, gridding, slap booty, unprotected sex, praising, lil bit vanilla sex. Enjoy!
Setelah kegiatan belanja dan ngedate mereka akhirnya Younghoon mengantarkan Changmin kembali ke rumah. Kerena saat mereka sampai di rumah waktu sudah mulai malam, seperti janjinya Younghoon akan menginap di rumah sang kekasih. Tentu saja orang tua Changmin mengizinkan, karena Younghoon memang terbiasa untuk menginap disini. Kalian ingat kan kalau sang bunda sudah menganggap Younghoon sebagai anaknya?
Setelah makan malam dan mandi, kini keduanya sudah saling memeluk tubuh satu sama lain sambil menonton acara netflix kesukaan si kecil. Tangan Younghoon yang awalnya mengelus punggung Changmin kini membawa tubuh kekasihnya semakin dekat dengan dirinya.
“Adek.... Kangen kakak gak?” Tanya Younghoon dengan maksud terisat yang membuyarkan fokus sang kekasih dengan tontonan kesukaannya.
“Kangen..... Kangen kakak banget....” suara Kecil Changmin entah mengapa terasa seperti desahan membuat Younghoon menaikan tubuhnya menjadi bersandar di kasur sang kekasih. Ia lalu menarik tubuh si kecil untuk berada dipangkuannya.
Changmin merasakan bagaimana ereksi Younghoon yang kini menekan pantatnya. Ia dengan perlahan menggerakan tubuhnya sambil mengalungkan tangannya pada leher sang kekasih.
“Adekkk.... Jangan gerak kaya gitu, kamu tau kan dia udah bangun.” Younghoon mencoba menahan, menahan sesak penisnya yang sudah menusuk pantat Changmin yang bergerak di atas tubuhnya.
Sementara Changmin yang paham bahwa sang kekasih masih menahan, dengan pelan berbisik.
“Kakak ayo masukin aku, penuhin aku, aku kangen penis kakak.”
Hal ini sontak membuat Younghoon menjadi pusing. Ia ingin menghabisi kekasihnya malam ini juga, namun sedikit khawatir jika orang tua si kecil mendengar desahan mereka.
“Adek tapi ayah sama bunda belum tidur... Nanti kalau kita kedengaran mereka gimana?”
“Gak akan denger, mereka masih dibawah kak. Pasti lama naik ke atasnya.”
Akhirnya setelah diberikan lampu hijau oleh sang kekasih, Younghoon langsung menangkup kepala si kecil lalu mencium bibir Changmin. Awalnya tidak tergesa-gesa, hanya ciuman yang lembut dan penuh kasih sayang seperti yang sering mereka lakukan saat mereka bermesraan.
Namun perlahan tapi pasti, Younghoon mulai mendominasi dengan menghisap bibir bawah Changmin dengan paksa dan menyelipkan lidahnya ke dalam mulutnya. Tangannya mulai bergerak ke bawah membelai pantatnya dan memberikan tamparan berkali-kali, menyebabkan si mungil mengerang dalam ciuman mereka.
Younghoon kini mulai menjelajah menuju lubang sang kekasih, ia mengelus kerutan lubangnya dengan perlahan.
“Adek lube simpan dimana?”
“Di laci situ.” Tunjuk Changmin pada laci tempat ia biasa menyimpan lube dan juga dildo yang pernah Younghoon berikan sebagai kado ulang tahun.
Tanpa menunggu lama Younghoon mengambil dan menuangkan cairan dingin tersebut ke atas tangannya. Lalu ia membawa tangan yang telah berlumuran pelumas itu menuju lubang yang siap untuk ia hancurkan.
1 jari...
“AAAH...”
2 jari....
“NNGHHH KAKAK!!!”
Sampai 3 jari Younghoon telah masuk ke dalam lubang Changmin. Ia menggerakan dengan tempo yang ringan, lalu kencang membuat sang kekasih yang ada diatas pangkuannya bergerak liar.
“Kakakk... Kakak... Udah..”
Setelah puas tangannya bermain di dalam lubang Changmin. Kini younghoon mulai melepaskan kancing piyama sang kekasih. Ia menciumi mulai dari leher, tulang selangka, sampai dua noktah coklat yang sudah tegang milik Changmin. Ia menjilat, mengulum, dan memilin noktah coklat itu dengan perlahan. Hal ini tentu saja membuat sang kekasih semakin ingin meminta lebih.
“Kakakk.... Ughh enak...”
Younghoon masih saja fokus dengan sesi memilin dan mengulum noktah milik sang kekasih. Sementa itu Changmin melingkari bahu Younghoon, ia menarik tubuh sang kekasih untuk lebih dekat sambil menggesekan pantatnya ke penis yang telah tegang itu.
“Kakakkk.... Kakak please masukin penis kakak...”
Changmin memohon berkali-kali saat dia terus menggerakkan pinggulnya diatas penis Younghoon. Hal ini membuat gairah sang kekasih semakin tinggi. Senyum Younghoon semakin melebar melihat bagaimana frustasinya sang kekasih kecilnya yang meminta untuk dipuaskan. Akhirnya ia mengangkat tubuh Changmin, tak lupa melepas celana piyama dan dalamannya. Lalu ia mengarahkan penisnya untuk masuk ke dalam lubang surgawi sang kekasih.
“NGHHHHHH...”
Changmin mulai menggerakan tubuhnya setelah memastikan bahwa seluruh penis kekasihnya telah masuk ke dalam dirinya. Lalu Younghoon ikut membantu pergerakan si cinta dengan memegang pinggulnya. Ia ikut menggerakan tubuh sang kekasih dengan cepat, penisnya serasa diremas dengan begitu nikmat.
“Nghhhh kakak i want more...”
Tangan Younghoon yang sebelumnya berada di pinggul kini bergerak untuk meremas pantat Changmin, ia mengangkat tubuhnya sedikit sebelum menyodokan penisnya lebih dalam.
“AHH—”
Changmin tersentak, dengan cepat menutup mulutnya dengan tangannya untuk meredam suaranya sendiri. Takut ketahuan oleh bunda dan ayah yang ada di rumah. Bisa langsung dinikahkan malam itu juga mereka kalau ketahuan sedang bercinta seperti ini.
Kedua mata Changmin mulai tertutup rapat, is menikmati hujaman penis sang kekasih di dalam lubangnya. Kemudian salah satu tangan Changmin mencengkeram bahu Younghoon dengan erat sampai kukunya ikut tertancap. Younghoon merasakan perih pada bahunya, namun tak masalah selagi ia merasakan nikmat pada penisnya. Ini semakin membuatnya bersemangat untuk menghujam penisnya semakin dalam menuju titik ternikmat milik sang kekasih.
Pergumulan panas mereka rasanya sangat menyakitkan sekaligus nikmat yang tiada tara, sampai-sampai si mungil itu tiba-tiba kehilangan kekuatan bahkan untuk menggerakkan pinggulnya lagi, Changmin sudah tak sanggup.
“Nghh kakak capek bantuin gerak...”
Younghoon tertawa medengar rengekan kekasihnya, akhirnya ia kembali membantu Changmin untuk menggerakan tubuhnya.
Tanpa menarik diri dari dalam Changmin, dia membawa kekasihnya untuk berbaring di kasur yang empuk. Setelah menyediakan bantal untuk kepala kekasihnya, Younghoon melebarkan kaki Changmin untuk memberikan akses yang lebih mudah untuk gerakannya.
“Kakak mulai lagi ya sayang...”
Changmin yang sudah lemah menganggukan kepalanya. Kini tangannya mengalung indah pada leher sang kekasih. Younghoon secara bertahap kembali menggerakkan pinggulnya, meskipun merasa sesak ia kembali mendorong penisnya keluar masuk ke dalam lubang sang kekasih.
“Adekk kenapa sempit banget sih... Padahal tadi udah dimasukin...”
Younghoon mengerang frustasi. Merasakan penisnya dipijat di dalam sana sambil melihat wajah sang kekasih yang sangat sexy. Semakin membuatnya terpacu untuk bergerak semakin cepat untuk segera sampai ke pelepasannya.
“Kakakkkk more please???”
Gumam Changmin di tengah erangannya, ia mencengkeram bahu Younghoon sampai buku-buku jarinya memutih, mendesak sang kekasih untuk bergerak lebih cepat.
“Sabar adek... Kamu ketat banget kakak pusing... Lubang kamu terlalu nikmat.”
Younghoon mendorong penisnya lagi, bergerak dengan kecepatan lebih cepat dari sebelumnya. Membuat Changmin menahan desahannya sambil menggigit bibirnya. Tangan sang kekasih tidak lagi mencengkeram bahunya, melainkan meremas bantal yang dekat dengannya. Changmin menatap kekasihnya dengan pandangan yang mulai berkabur, ia melepaskan desahan panjang setiap kali Younghoon menusuk titik terdalamnya, spot ternikmatnya.
“AAHHHHHHHHHH—” Sebelum desahan kencang Changmin terdengar sampai bawah, Younghoon membawa bibir sang kekasih ke dalam pagutan yang dalam sambil terus mengobrak-abrik lubangnya.
Terus menusuk... Terus dipijat....
Gila....
Younghoon dan Changmin sama-sama gila hari ini.
“Adek sayang... Cintanya kakak... Kamu indah.. Kamu nikmat banget...”
Younghoon kembali mengerang. Ia semakin mempercepat gerakan pinggulnya, berulang kali menyodokan penisnya jauh ke dalam titik ternikmat Changmin tanpa jeda. Tubuh mungil sang kekasih bergetar dalam pelukannya, penis kecilnya semakin merah dan percum semakin banyak yang keluar. Sementara itu ia terus menggerakkan pinggulnya tanpa henti untuk mengejar klimaksnya.
“Nghhh iya kakak huuu kakak enak, pake adek sepuasnya..”
“You are mine dek... Selamanya punya kakak.”
“Yes yes kakak, im yours. Penuhin aku terus kakak ughhh...”
Tidak ada lagi kata-kata yang diucapkan setelah itu. Hanya desahan-desahan ringan yang memenuhi kamar Changmin yang berasal dari keduanya. Setelah beberapa lama, akhirnya tubuh Changmin mulai bergetar. Sepertinya ia akan mendapatkan klimaksnya, yang akhirnya membuat pergerakan pinggul Younghoon semakin cepat dan liar.
“Kakak kakakkk aku cum...”
Satu desahan panjang dari Changmin menandai klimaks yang akhirnya sang kekasih telah dapatkan. Tanpa menunggu pelepasan si mungil selesai, Younghoon yang pelepasannya semakin dekat pun bergerak semakin gila.
“Aaahhh”
Akhirnya Younghoon klimaks di dalam tubuh Changmin. Masih enggan untuk mengeluarkan penisnya, ia terus menyodokan penisnya di dalam sana. Membuat tubuh Changmin tersentak merasakan nikmat, lubangnya hangat dan penuh dengan sperma sang kekasih yang kini menetes keluar dari pantatnya.
“Ughhh kakak penuh...”
Setelah puas mengeluarkan spermanya di dalam lubang Changmin, akhirnya Younghoon melepaskan penisnya dengan perlahan. Desahan keluar dari mulut keduanya menandakan sesi bercinta hari ini benar-benar luar biasa. Mungkin karena keduanya jarang melakukan hal ini dikarenakan Younghoon yang begitu sibuk dengan pekerjaannya.
“Hahhhhhh....”
Tubuh Changmin masih gemetar pasca pelepasannya yang hebat dengan napas yang tidak stabil, dan keringat menutupi seluruh tubuhnya dan juga tubuh Younghoon menandakan bahwa keduanya begitu menikmati sesi bercinta mereka. Kamarnya yang awalnya tersa dingin kini malah terasa panas karena pergumulan mereka.
“Kakak capek.... Mau peluk...”
Changmin yang sudah tidak memiliki tenaga lagi kini meminta sang kekasih untuk memeluk tubuhnya. Younghoon tanpa diminta pun segera memeluk tubuh mungil kecintaannya itu.
“Adek makasih yah... I love you so much.“
Tak mendapatkan balasan dari ucapan cintanya, Younghoon melirik ke bawah tepat sang kekasih tercinta yang ternyata sudah terlelap tidur. Ia tersenyum lalu mengecup dahi Changmin sebelum ikut mengarungi mimpi indah malam ini.
“Good night kecilku.”
END