PERTEMUAN PERTAMA: SEMOGA INDAH

Kini Changmin sudah masuk ke dalam mobil Younghoon. Agak sedikit canggung untuk keduanya berada di mobil yang tidak banyak orang, karena mereka jarang berduaan seperti saat ini karena biasanya mereka hanya bertemu di sekolah dan beberapa kali Younghoon mengantar Changmin menggunakan angkutan umum.

“Kamu udah sarapan cil?” Younghoon memulai percakapan agar atmosfer di mobilnya tidak terlalu canggung.

“Humm udah kak! Tadi kebetulan bunda udah buatin sandwitch, Kak Nyangun udah sarapan belum? Kalau belum ini aku bawain tadi bunda sekalian buatin buat kakak juga.” Ucap si kecil sambil membuka kotak bekal yang ia bawa dari rumah dan mengeluarkan satu buah sandwitch yang menggugah selera.

“Kebetulan belum sih cil. Wahh jadi gak enak nih aku sama bunda, tolong nanti bilangin makasih ya udah buatin sarapan buat aku!” Younghoon menjawab dengan sumringah, tak menyangka jika ia akan dibuatkan bekal oleh sang calon mertua.

“Uh siap! Nanti aku bilangin bunda, lagian ngga apa-apa kok kak kan kamu udah mau anterin aku. Oh iya nih sandwitchnya, pelan-pelan ya kak makannya.” Changmin memberikan bekal yang sudah dibuatkan oleh sang bunda kepada kakak tingkatnya dan Younghoon dengan sigap langsung mengambilnya dengan sedikit modus memegang tangan si kecil yang membuat jantung keduanya berdetak tak karuan.

“Eh? Maaf cil tangannya ikut kebawa hehehehe..” Younghoon melepaskan tangan Changmin perlahan membuat sang pemilik tersipu malu membuat pipinya merona merah, yang membuat Younghoon gemas karenanya.

“Ehh iya kak ngga apa-apa kok hehehe. Dipegang terus juga boleh kok, aku suka tangan Kak Nyangun. Hangat..”

Younghoon yang mendengar ucapan Changmin yang tiba-tiba itu terdiam. Mencoba mencerna apa yang “calon kekasihnya” tadi ucapkan.

Dipegang terus juga boleh kok, aku suka tangan Kak Nyangun. Hangat..

Tolong selamatkan jantung Younghoon agar tak keluar dari tubuhnya. Karena ia tak sanggup!!!!

Kini Younghoon kembali menyimpan sandwitchnya pada kotak bekal dan merubah posisinya jadi menghadap si kecil yang sedang menunduk sambil tersipu malu karena telah berbicara spontan seperti tadi. Ia mengangkat dagu Changmin perlahan, tak lupa memberikan senyum terbaik yang Younghoon punya yang makin membuat Changmin tersipu malu.

“Kamu... Yang tadi.. Bisa di ulang gak apa yang tadi kamu bilang?”

Tanya Younghoon yang membuat Changmin deg-degan bukan main. Ia memainkan kedua tangannya pada ujung kemeja yang ia pakai, ia malu untuk mengulang apa yang telah ia ucapkan tadi.

“Uhh emangnya tadi aku ngomong apa yah ka?”

“Eyyyyy kok pura-pura lupa sih cil??!” Younghoon menggoda Changmin yang pipinya semakin merah seperti tomat.

“Ihhh Kak nyangun mah~~ Aku malu tau!” Changmin memukul lengan Younghoon berkali-kali, yang dipukul malah semakin gemas dengan tingkah laku calon pacarnya.

Younghoon membawa si kecil ke dalam pelukannya membuat Changmin berhenti menggerakan tangannya untuk memukul Younghoon. Changmin terdiam kaku karena tak menyangka akan dipeluk oleh orang yang selama ini ia suka.

“Kamu tuh gemes banget sih cil astaga... Aku tuh gak kuat tau gak sama semua tentang kamu. Duh gimana nih aku makin cinta aja sama kamu. Jadi pacar aku yuk cil? Biar aku bisa peluk kamu setiap hari kaya gini.”

Younghoon sebenarnya tak ingin mengutarakan perasaannya dengan situasi seperti ini, namun ia tak tahan untuk berlama-lama tanpa status dengan adik tingkatnya yang membuat hari-harinya berwarna.

Teringat juga jika ia memiliki saingan yang banyak, seperti contohnya Lee Juyeon dan Lee Hyunjae yang merupakan primadona sekolahnya, Choi Soobin adik tingkatnya yang sering sekali nempel ke Changmin atau Kim Sunwoo si brandal yang diam-diam juga menaruh hati pada Changmin. Benar apa kata Jacob, ia harus gerak cepat agar tidak ada yang bisa memiliki si kecil.

Changmin yang sedang dipeluk kaget mendengar ucapan Younghoon. Ia melepaskan pelukan keduanya dan menatap Younghoon yang ikut menatapnya dengan penuh cinta.

“T-tadi kak Nyangun bilang apa?”

“Jadi pacar aku yuk cil? Biar aku bisa terus peluk kamu kaya tadi, biar aku bisa genggam tangan kamu sepuasnya, biar aku bisa mamerin kamu ke semua orang kalau aku punya pacar yang lucu, gemesin, pinter nari, penyayang binatang, gak takut hantu. Ji Changmin kamu mau kan jadi pacar aku?

Changmin yang mendengar ucapan cinta dari Younghoon hanya bisa menganggukan kepalanya dan kembali masuk dalam pelukan hangat tubuh Younghoon. Younghoon mendekap erat tubuh tubuh Changmin yang sekarang resmi menjadi kekasihnya, tak lupa ia memberikan kecupan di kepalanya.

“Makasih udah mau terima aku ya cil. I love you so much!”

I love you too Kak Nyangun... Changmin sayang banget sama Kak Nyangun.” Ucap Changmin yang masih di dalam pelukan Younghoon.

. . . .

Setelah berpelukan lama kini Younghoon melepaskan pelukan keduanya dan tersenyum menatap Changmin yang juga menatap penuh cinta padanya.

“Aduhh pacar aku gemes banget sihhh!!!!” Younghoon mencubit gemas pipi Changmin, yang dicubit hanya bisa pasrah oleh apa yang dilakukan kekasihnya.

“Kakkk udah ihh.. Udah jam berapa nih ayo cepet kita otw kesekolah Kak Cobie.” Changmin merengek untuk segera berangkat sementara Younghoon masih ingin berlama-lama dengan kekasihnya.

“Hmmm gak usah pergi aja yuk cil? Hari ini kita ngedate aja numpung weekend.”

“Ih tapikan aku udah janji sama Kak Cobie mau kesana..” Changmin sedikit tak enak kalau tidak pergi ke acara kelulusan tetangga terbaiknya itu. Namun ia juga sebenarnya ingin berduaan dengan Younghoon.

“Gak apa-apa nanti aku chat Jacob bilang kamu sama aku gak jadi dateng, pasti dia ngerti kok. Oke?” Younghoon mencoba sedikit mengibur Changmin. Ia mengambil handphonenya dan mengirimkan pesan pada kawannya bahwa ia tidak bisa datang karena akan kencan dengan Changmin.

“Nih udah aku chat orangnya. Jadi sekarang kita langsung pergi aja yah? Kamu mau kemana? Pantai? Taman bermain? Perpustakaan?” Ucap Younghoon sambil menunjukan pesannya pada Jacob tadi.

Changmin yang membaca pesannya tersenyum lega dan mulai antusias untuk pergi berdua dengan kekasihnya.

“Hummm aku mau jalan-jalan dipinggiran kota sambil kulineran aja boleh gak kak?”

“Boleh dong! Mau kemana aja boleh asal kamu seneng. Sekarang pakai seltbelt dan kita berangkaat!!”

Younghoon mengiyakan keinginan kekasihnya tanpa pikir panjang dan segera mengendarai mobilnya ke tempat yang Changmin maksud.