Suprise for my Alpha
Tw:// Anal sex, blowjob, handjob, footjob, unprotection sex, rut.
Younghoon pulang ke rumah lebih cepat dari perkiraan. Tubuhnya semakin sakit dan panas. Siklus rutnya lebih cepat dari yang ia kira.
Setibanya di rumah ia tidak menemukan sang omega.
Kemana Changmin kok gak ada di kamar?, pikir Younghoon.
Akhirnya Younghoon memutuskan untuk mandi terlebih dahulu. Setelah mandi ia langsung mengistirahatkan tubuhnya yang sudah sangat lelah, dan akhirnya ia pun tertidur terlebih dahulu tanpa menunggu sang omega.
Changmin terkikik geli setelah melihat alphanya langsung tertidur dan tidak mencari dirinya. Kini changmin sudah menggunakan bando kucing beserta sarung tangannya, pita pada leher jenjangnya, buntut kucing yang bergabung dengan vibrator yang tertanam di lubangnya bergetar dengan pelan, stocking tipis yang membungkus kaki mungilnya, dan penisnya yang hanya tertutup oleh rok yang sangat mini.
Ide gila ini ia dapatkan dari Chanhee karena ia bingung ingin memberi suprise yang seperti apa untuk matenya. Karena beberapa minggu ini Younghoon begitu sibuk dengan pekerjaannya dan sedikit melupakan sang omega.
Setelah yakin kalau Younghoon sudah tertidur dengan lelap akhirnya ia mengendap masuk ke kamar. Di lihatnya sang alpha sudah tertidur pulas dengan posisi terlentang.
Dengan semua ide yang sudah ada di kepalanya kini Changmin memberikan sebuah kecupan singkat ada bibir tipis milik matenya.
Changmin mulai menjalankan idenya. Pertama ia melepaskan seluruh pakaian yang melekat ditubuh matenya. Lalu ia mengikat kedua tangan Younghoon diatas kepalanya dengan tali yang sudah ia persiapkan dan melebarkan kaki panjangnya dan mulai merangkak menuju penis sang mate yang masih tertidur.
“Haloo my big boy...”
Sapa Changmin pada penis matenya sambil mengelusnya perlahan. Ia mulai mengurut penis sang alpha naik turun dengan ritme perlahan. Tak lupa kepala penisnya ia jilat seperti anak kecil sedang menjilat sebuah ice cream. Perlahan-lahan penis Younghoon yang lemas mulai tegang dan berdiri tegak, namun sang pemilik masih terlelap tidur tanpa bergerak sedikitpun. Sepertinya Younghoon benar-benar lelah, pikir Changmin.
Kini Changmin mulai memasukan penis Younghoon ke dalam mulutnya, ia mengulum penis matenya naik turun dengan perlahan. Karena penis sang alpha yang lumayan panjang dan besar, jadi hanya setengahnya saja yang bisa ia masukan ke dalam mulut, sisanya ia urut penisnya dengan tangannya naik turun.
Younghoon mulai sedikit terusik dari tidurnya telihat dari tubuhnya yang mulai bergeliat namun matanya masih tetap tertutup membuat Changmin menghentikan kegiatannya. Bunyi plop terdengar setelah ia mengeluarkan penis mate dari dalam mulutnya.
Setelah memastikan kalau sang alpha masih tertidur Changmin melanjutkan kembali aksinya. Ia kembali mengulum kepala penis Younghoon yang merah dan sudah mengeluarkan percum. Ia hisap-hisap lubang penisnya membuat Younghoon kembali terusik, namun Changmin tetap melanjutkan kegiatannya.
Tak puas untuk sekedar memberikan blowjob pada penis sang alpha, kini Changmin mulai mengurut penis Younghoon dengan kedua kakinya. Ia remas sedikit penis yang sudah sangat tegang tersebut dengan kedua kakinya membuat Younghoon melenguh.
“Nghhhh....”
Changmin yang mendengar suara lenguhan Younghoon semakin gencar melakukan aksinya, dengan gerakan naik turun ia dengan cepat melakukan footjob pada penis matenya. Ia mengelus kepala penis Younghoon dengan kedua jempol kakinya, Changmin tekan-tekan buah zakarnya dan kembali memompa penis itu dengan gerakan yang cepat.
Younghoonyang akhirnya terusik dari tidurnya karena merasakan hal aneh pada penisnya pun mulai membuka mata dan melihat mate mungilnya yang sedang cosplay menjadi seekor kucing sedang bermain dengan penisnya yang sudah tegang.
“Hmmm sayang kamu ngapain?”
Dengan suara seraknya yang terdengar sexy Younghoon mencoba bangkit dari tidurnya dan bertanya pada sang kekasih yang masih saja asik memijat penisnya dengan kedua telapak kakinya.
“Eh kakak akhirnya bangun juga.” Sambil tersenyum manis Changmin masih melakukan aksinya. “Aku lagi kasih surprise buat kakak. Gimana suka gak?” Sambil terus memijat penis matenya Changmin memberikan mata genitnya membuat Younghoon geleng-geleng kepala.
“Sayaaanggg..... Kamu tuh ada-ada aja. Ini kenapa juga tangan aku diiket hmm?” younghoon mencoba menggerakan kedua tangannya tapi ikatan yang Changmin berikan begitu kencang. Nakal banget emang kucing kecil ini, pikir Younghoon.
“Sengaja kan mau kasih surpise! Jadi kamu cukup diem aja gak usah gerak biar hari ini aku yang pegang kendali!” Perintah Changmin yang membuat Younghoon tertawa.
“Hahaha aduh iya deh terserah kamu aja. Tapi jangan lama-lama ya? Kamu tau kan aku udah nahan...” ucap Younghoon sambil menatap wajah Changmin dengan serius sambil mengeluarkan feromon dominannya yang membuat sang omega sedikit pusing.
“I–iya kakak janji cuman sebentar...”
“Oke good boy. Sekarang lakuin apa yang kamu mau lakuin.”
Akhirnya Younghoon pasrah menuruti apa yang kekasihnya katakan. Kini ia kembali merebahkan tubuhnya sementara Changmin tetap melanjutkan kegiatannya memijit penisnya dengan kedua kakinya.
“Nghhh kakak... lubang aku udah gatel banget, liat deh slick aku keluar terus pengen penis gede kamu masukin aku...”
“Kakak liat deh buntutnya geter-geter hihihi. Lucu kan? Lubang aku udah siap banget diancurin sama kakak.”
Ohh dirty talk, pikir Younghoon.
“Adek lubangnya mau dimasukin? Iya mau? Sini sayang sini...”
Changmin mulai memancing rut Younghoon dengan mengeluarkan kata-kata kotor yang memang sering mereka keluarkan saat bercinta. Dengan posisi mengangkang dengan kedua kakinya yang masih setia memijat penis sang alpha, Changmin menggerakan pantatnya membuat vibratornya semakin masuk ke dalam anusnya dan membuat buntut kucing yang ia pakai bergerak ke kanan dan kiri.
“Nghhhhh...”
“Adek sini lubangnya kakak masukin, kakak penuhin pake penis kakak.” Younghoon mulai terpancing oleh tindakan sang omega. Jiwa alphanya ingin mengambil alih dirinya, namun ia masih mencoba untuk menahan karena ingin membuat surpise yang dibuat oleh omeganya sukses.
“Hihihi nanti dulu wleee.” Jawab Changmin sambil mengeluarkan lidahnya dan masih asik memainkan penis Younghoon dengan kakinya.
“Dasar bad kitty. Sini cium aku dulu! Aku belum dapet kiss loh adek.”
Mendengar keinginan sang alpha Changmin merangkak naik ke atas pangkuan matenyanya membuat kedua penis mereka saling bergesekan. Lalu ia menangkup kedua pipi Younghoon dan melumat bibirnya dengan penuh gairah. Keduanya saling melumat bibir pasangannya dengan rakus. Younghoon melilit lidah Changmin, membuatnya melenguh dan membuat tubuhnya bergerak dengan kedua penis mereka saling bergesekan satu sama lain.
Setelah mulai merasa kekurangan napas Changmin melepaskan ciumannya. Younghoon terkekeh melihat matenya yang lemas padahal mereka baru berciuman saja.
“Yah adek masa baru begitu doang udah lemes.” Ejek Younghoon membuat Changmin kesal.
“Kakak curang ya ngeluarin feromon kakak aku sampe pusing!!!!” Protes Changmin yang membuat Younghoon tertawa.
“Lhoo salah sendiri kamu juga keluarin feromon manis kamu? Kan kamu tau kakak mau rut.”
“Ihh pokoknya kakak curang aku sebel!”
Akhirnya Changmin kembali menjalankan aksinya. Ia mulai dari memberikan kecupan dan gigitan pada leher putih milik Younghoon, lalu turun ke dadanya dan mulai memilin putingnya yang tegang dan menghisapnnya membuat pemiliknya bergidik nikmat.
“Nghhh adekkk...”
Younghoon ingin sekali bermain dengan tubuh Changmin, namun kedua tangannya masih diikat membuatnya tak bisa melakukan apapun. Dengan terpaksa ia hanya bisa menikmati apa yang matenya berikan.
Kembali lagi kepada Changmin, setelah puas bermain dengan puting milik Youghoon kini ia kembali memasukan penisnya ke dalam mulut mungilnya. Ia hisap penis besarnya, lalu ia kulum kepala penisnya dan menaik turunkan mulutnya membuat sang alpha mendesah nikmat.
“Adekkk sayang, lebih cepat please?”
Paham dengan maksud matenya, Changmin semakin cepat menggerakan mulutnya naik turun pada penis Younghoon yang mulai berkedut tanda putihnya akan segera keluar. Benar saja, setelah beberapa kali kuluman dan hisapan Younghoon berhasil keluar di dalam mulut sang omega yang langsung di telan habis olehnya.
“Ummm so yummy!! Sekarang saatnya puncak acara!” ucap Changmin yang excited setelah berhasil membuat sang alpha mencapai puncak putihnya.
“Adekk kakaknya mau diapain lagi?” Tanya Younghoon penasaran.
“Stttt kakak diem aja oke!”
Kini Changmin bangkit dari posisinya, ia memposisikan tubuhnya menungging membelakangi tubuh Younghoon. Ia menggerakan pantatnya ke kanan dan ke kiri menunjukan analnya yang diisi dengan vibrator dengan sebuah buntut kucing mencoba menggoda matenya.
“Kakak coba lihat lubang aku deh.... Menggoda banget kan?”
Younghoon yang kembali di goda mendekatkan tubuhnya pada pantat sang omega dan mencondongkan kepalanya pada lubang Changmin yang merah, slick sudah turun membasahi pahanya jangan lupakan lubangnya sudah berkedut kencang seperti meminta untuk dipenuhi.
“Nghhh kakak jangan dilihatin aja dong...” Rengek Changmin yang merasakan napas matenya di depan lubangnya yang sudah sangat siap untuk digagahi.
Younghoon terkekeh mendengar rengekan Changmin, kini ia mulai menjilati pinggiran lubang matenya. Ia juga menjilati slick yang keluar begitu banyak dari lubang kenikmatan milik Changmin.
“Nghhhhh yess begitu kakak, oh my God..”
Kemudian Lidahnya mencoba untuk ikut masuk bersama dengan vibrator yang sudah ada di dalam anusnya, cukup sulit memang namun akhirnya lidahnya berhasil masuk dan mulai menjilati anus kekasihnya membuat Changmin semakin mendekatkan lubangnya pada wajah matenya.
“Nghhh kakakkkkkkk enak banget...”
Sedikit kesal dengan pergerakannya yang terganggu karena kedua tangannya masih dalam posisi diikat tidak menggentarkan Younghoon untuk membuat matenya berteriak nikmat. Dengan mulutnya ia melepas vibrator yang ada pada anal Changmin, kemudian digantikan dengan lidahnya yang panjang untuk mengobrak-abrik lubang kenikmatan milik sang omega.
“Kakakk kakak aku mau keluar please please...”
Baru dengan lidah Younghoon saja Changmin berhasil mengeluarkan putihnya.
“Hah... Hah... Hah... Capek...”
Changmin terjatuh lemas di samping tubuh Younghoon setelah pelepasannya. Hal ini tentu saja membuat Younghoon tertawa dengan tingkah laku matenya yang lucu sekaligus binal tersebut. Setelah Changmin beristirahat sebentar, kini ia bangkit dan mendorong tubuh Younghoon untuk kembali merebahkan tubuhnya dan melumat bibir sang alpha dengan rakus.
Setelah puas melumat bibir satu sama lain. Kini bibir Changmin mulai turun menuju leher, lalu turun terus hingga menuju penis Younghoon. Ia menjilati kepala penis besar dan panjang kesukaannya dengan gerakan perlahan membuat pemiliknya menggeram tertahan.
Setelah puas menjilat kepala penisnya kini Changmin kembali merangkak naik dan memposisikan penis Younghoon pada lubangnya. Dengan sekali hentak, penis sang alpha berhasil masuk dan ia mulai menggerakan tubuhnya naik turun dengan cepat.
“Nghh kakak liat aku...”
“Kakak lubang aku enak kan? Ya kan?”
Younghoon merasakan penisnya diremas dengan ketat oleh dinding anus Changmin. Benar-benar nikmat sekali. Sayang sekali tangannya masih diikat, kalau tidak ia akan membantu pergerakan tubuh matenya untuk bergerak dengan cepat di atas tubuhnya.
“Iya adek sayang, lubang kamu paling enak.. Kesayangan kakak paling jago puasin kakak...”
Selain gerakan naik turun, Changmin mencoba gerakan kedepan dan kebelakang serta gerakan memutar membuat Younghoon semakin keenakan.
Naik
Turun
Maju
Mundur
Changmin terus bergerak dengan brutal di atas tubuh Younghoon. Dinginnya AC di dalam kamar tidak dapat menahan keringat mereka telah membasahi tubuh keduanya.
“Kakak aku capek kakak tapi enak nghhh..”
Changmin mulai mengeluh lelah, akhirnya Younghoon berinisiatif menawarkan diri untuk membantu si cinta.
“Adekku cinta capek? Sini kakak bantuin sayang, ayo lepasin dulu tangan kakaknya biar kakak bantu adek gerakin badannya.”
Changmin masih asik dengan gerakan naik-turun diatas tubuh sang alpha yang sudah lelah akhirnya menanggukan kepalanya dan melepaskan ikatan di tangan Younghoon. Setelah ikatan tangannya berhasil bebas, Younghoon mulai mengambil kendali. Ia memegang pinggang Changmin dan merubah posisinya menjadi menungging tanpa melepaskan tautan mereka.
“Akhh kakak!”
Tanpa aba-aba Younghoon langsung menggerakan penisnya keluar masuk dengan cepat dan tekanan yang dalam. Gerakannya membuat Changmin mendesah kencang, rangsangan yang ia terima membuat slicknya keluar begitu banyak hingga turun menuju pahanya.
“Kakak pelan-pelan! Akhh.”
Tidak menggubris ucapan Changmin. Younghoon bergerak semakin brutal. Ingat kan kalau sang alpha sedang memulai rutnya?
Sambil menggerakan pinggulnya dengan cepat, Younghoon memilin dan menarik puting tegang Changmin dari belakang.
“Nghhh kakak please jangan digituin aku geliiiii...”
“Geli tapi nikmat kan dek?” Goda Younghoon masih memilin puting Changmin.
Younghoon terus melanjutkan kegiatannya. Kini tubuh mungil matenya ia angkat dengan penisnya yang masih menusuk lubangnya. Dengan posisi setengah berdiri ini, membuat penisnya semakin terjepit dengan dinding-dinding anus matenya. Sambil terus menggerakan tubuhnya, Younghoon mengocok penis Changmin yang telah meneteskan percum dengan cepat sesuai dengan pergerakan pinggulnya. Ia juga meninggalkan jejak-jejak kemerahan di bahu dan punggung kekasihnya. Tak lupa ia menggigit kelenjar feromon milik Changmin yang membuat omeganya kembali mengeluarkan putihnya.
“Ahhhh kakak...”
Setelah pelepasan Changmin, kini Younghoon mengejar pelepasan miliknya. Ia menggerakan pinggulnya dengan cepat. Bunyi gesekan tubuh mereka begitu mendominasi, bersautan dengan decitan kasur yang bergerak karena kegiatan panas mereka. Penisnya semakin membesar dan semakin tebal di dalam lubang Changmin. Akhirnya setelah beberapa tusukan yang brutal, Younghoon melepaskan putihnya di dalam lubang matenya yang begitu banyak hingga menetes ke paha sang omega. Ia terus menekan penisnya sampai titik terdalam milik Changmin.
“Nghhh kakak aku penuh banget..” Changmin merasakan perutnya penuh dengan sperma milik sang alpha.
“Sebentar sayang aku knotting..” Bisik Younghoon yang sedang memeluk Changmin.
Changmin sedikit kaget dan teringat kalau matenya tidak menggunakan kondom, “Kakak kamu gak pake kondom...”
Dengan santainya Younghoon menjawab, “Gapapa sayang kalau jadi berarti kita punya anak yang lucu.”
END