Amoreclouds

Suprise for my Alpha

Tw:// Anal sex, blowjob, handjob, footjob, unprotection sex, rut.


Younghoon pulang ke rumah lebih cepat dari perkiraan. Tubuhnya semakin sakit dan panas. Siklus rutnya lebih cepat dari yang ia kira.

Setibanya di rumah ia tidak menemukan sang omega.

Kemana Changmin kok gak ada di kamar?, pikir Younghoon.

Akhirnya Younghoon memutuskan untuk mandi terlebih dahulu. Setelah mandi ia langsung mengistirahatkan tubuhnya yang sudah sangat lelah, dan akhirnya ia pun tertidur terlebih dahulu tanpa menunggu sang omega.


Changmin terkikik geli setelah melihat alphanya langsung tertidur dan tidak mencari dirinya. Kini changmin sudah menggunakan bando kucing beserta sarung tangannya, pita pada leher jenjangnya, buntut kucing yang bergabung dengan vibrator yang tertanam di lubangnya bergetar dengan pelan, stocking tipis yang membungkus kaki mungilnya, dan penisnya yang hanya tertutup oleh rok yang sangat mini.

Ide gila ini ia dapatkan dari Chanhee karena ia bingung ingin memberi suprise yang seperti apa untuk matenya. Karena beberapa minggu ini Younghoon begitu sibuk dengan pekerjaannya dan sedikit melupakan sang omega.

Setelah yakin kalau Younghoon sudah tertidur dengan lelap akhirnya ia mengendap masuk ke kamar. Di lihatnya sang alpha sudah tertidur pulas dengan posisi terlentang.

Dengan semua ide yang sudah ada di kepalanya kini Changmin memberikan sebuah kecupan singkat ada bibir tipis milik matenya.

Changmin mulai menjalankan idenya. Pertama ia melepaskan seluruh pakaian yang melekat ditubuh matenya. Lalu ia mengikat kedua tangan Younghoon diatas kepalanya dengan tali yang sudah ia persiapkan dan melebarkan kaki panjangnya dan mulai merangkak menuju penis sang mate yang masih tertidur.

“Haloo my big boy...”

Sapa Changmin pada penis matenya sambil mengelusnya perlahan. Ia mulai mengurut penis sang alpha naik turun dengan ritme perlahan. Tak lupa kepala penisnya ia jilat seperti anak kecil sedang menjilat sebuah ice cream. Perlahan-lahan penis Younghoon yang lemas mulai tegang dan berdiri tegak, namun sang pemilik masih terlelap tidur tanpa bergerak sedikitpun. Sepertinya Younghoon benar-benar lelah, pikir Changmin.

Kini Changmin mulai memasukan penis Younghoon ke dalam mulutnya, ia mengulum penis matenya naik turun dengan perlahan. Karena penis sang alpha yang lumayan panjang dan besar, jadi hanya setengahnya saja yang bisa ia masukan ke dalam mulut, sisanya ia urut penisnya dengan tangannya naik turun.

Younghoon mulai sedikit terusik dari tidurnya telihat dari tubuhnya yang mulai bergeliat namun matanya masih tetap tertutup membuat Changmin menghentikan kegiatannya. Bunyi plop terdengar setelah ia mengeluarkan penis mate dari dalam mulutnya.

Setelah memastikan kalau sang alpha masih tertidur Changmin melanjutkan kembali aksinya. Ia kembali mengulum kepala penis Younghoon yang merah dan sudah mengeluarkan percum. Ia hisap-hisap lubang penisnya membuat Younghoon kembali terusik, namun Changmin tetap melanjutkan kegiatannya.

Tak puas untuk sekedar memberikan blowjob pada penis sang alpha, kini Changmin mulai mengurut penis Younghoon dengan kedua kakinya. Ia remas sedikit penis yang sudah sangat tegang tersebut dengan kedua kakinya membuat Younghoon melenguh.

“Nghhhh....”

Changmin yang mendengar suara lenguhan Younghoon semakin gencar melakukan aksinya, dengan gerakan naik turun ia dengan cepat melakukan footjob pada penis matenya. Ia mengelus kepala penis Younghoon dengan kedua jempol kakinya, Changmin tekan-tekan buah zakarnya dan kembali memompa penis itu dengan gerakan yang cepat.

Younghoonyang akhirnya terusik dari tidurnya karena merasakan hal aneh pada penisnya pun mulai membuka mata dan melihat mate mungilnya yang sedang cosplay menjadi seekor kucing sedang bermain dengan penisnya yang sudah tegang.

“Hmmm sayang kamu ngapain?”

Dengan suara seraknya yang terdengar sexy Younghoon mencoba bangkit dari tidurnya dan bertanya pada sang kekasih yang masih saja asik memijat penisnya dengan kedua telapak kakinya.

“Eh kakak akhirnya bangun juga.” Sambil tersenyum manis Changmin masih melakukan aksinya. “Aku lagi kasih surprise buat kakak. Gimana suka gak?” Sambil terus memijat penis matenya Changmin memberikan mata genitnya membuat Younghoon geleng-geleng kepala.

“Sayaaanggg..... Kamu tuh ada-ada aja. Ini kenapa juga tangan aku diiket hmm?” younghoon mencoba menggerakan kedua tangannya tapi ikatan yang Changmin berikan begitu kencang. Nakal banget emang kucing kecil ini, pikir Younghoon.

“Sengaja kan mau kasih surpise! Jadi kamu cukup diem aja gak usah gerak biar hari ini aku yang pegang kendali!” Perintah Changmin yang membuat Younghoon tertawa.

“Hahaha aduh iya deh terserah kamu aja. Tapi jangan lama-lama ya? Kamu tau kan aku udah nahan...” ucap Younghoon sambil menatap wajah Changmin dengan serius sambil mengeluarkan feromon dominannya yang membuat sang omega sedikit pusing.

“I–iya kakak janji cuman sebentar...”

“Oke good boy. Sekarang lakuin apa yang kamu mau lakuin.”

Akhirnya Younghoon pasrah menuruti apa yang kekasihnya katakan. Kini ia kembali merebahkan tubuhnya sementara Changmin tetap melanjutkan kegiatannya memijit penisnya dengan kedua kakinya.

“Nghhh kakak... lubang aku udah gatel banget, liat deh slick aku keluar terus pengen penis gede kamu masukin aku...”

“Kakak liat deh buntutnya geter-geter hihihi. Lucu kan? Lubang aku udah siap banget diancurin sama kakak.”

Ohh dirty talk, pikir Younghoon.

“Adek lubangnya mau dimasukin? Iya mau? Sini sayang sini...”

Changmin mulai memancing rut Younghoon dengan mengeluarkan kata-kata kotor yang memang sering mereka keluarkan saat bercinta. Dengan posisi mengangkang dengan kedua kakinya yang masih setia memijat penis sang alpha, Changmin menggerakan pantatnya membuat vibratornya semakin masuk ke dalam anusnya dan membuat buntut kucing yang ia pakai bergerak ke kanan dan kiri.

“Nghhhhh...”

“Adek sini lubangnya kakak masukin, kakak penuhin pake penis kakak.” Younghoon mulai terpancing oleh tindakan sang omega. Jiwa alphanya ingin mengambil alih dirinya, namun ia masih mencoba untuk menahan karena ingin membuat surpise yang dibuat oleh omeganya sukses.

“Hihihi nanti dulu wleee.” Jawab Changmin sambil mengeluarkan lidahnya dan masih asik memainkan penis Younghoon dengan kakinya.

“Dasar bad kitty. Sini cium aku dulu! Aku belum dapet kiss loh adek.”

Mendengar keinginan sang alpha Changmin merangkak naik ke atas pangkuan matenyanya membuat kedua penis mereka saling bergesekan. Lalu ia menangkup kedua pipi Younghoon dan melumat bibirnya dengan penuh gairah. Keduanya saling melumat bibir pasangannya dengan rakus. Younghoon melilit lidah Changmin, membuatnya melenguh dan membuat tubuhnya bergerak dengan kedua penis mereka saling bergesekan satu sama lain.

Setelah mulai merasa kekurangan napas Changmin melepaskan ciumannya. Younghoon terkekeh melihat matenya yang lemas padahal mereka baru berciuman saja.

“Yah adek masa baru begitu doang udah lemes.” Ejek Younghoon membuat Changmin kesal.

“Kakak curang ya ngeluarin feromon kakak aku sampe pusing!!!!” Protes Changmin yang membuat Younghoon tertawa.

“Lhoo salah sendiri kamu juga keluarin feromon manis kamu? Kan kamu tau kakak mau rut.”

“Ihh pokoknya kakak curang aku sebel!”

Akhirnya Changmin kembali menjalankan aksinya. Ia mulai dari memberikan kecupan dan gigitan pada leher putih milik Younghoon, lalu turun ke dadanya dan mulai memilin putingnya yang tegang dan menghisapnnya membuat pemiliknya bergidik nikmat.

“Nghhh adekkk...”

Younghoon ingin sekali bermain dengan tubuh Changmin, namun kedua tangannya masih diikat membuatnya tak bisa melakukan apapun. Dengan terpaksa ia hanya bisa menikmati apa yang matenya berikan.

Kembali lagi kepada Changmin, setelah puas bermain dengan puting milik Youghoon kini ia kembali memasukan penisnya ke dalam mulut mungilnya. Ia hisap penis besarnya, lalu ia kulum kepala penisnya dan menaik turunkan mulutnya membuat sang alpha mendesah nikmat.

“Adekkk sayang, lebih cepat please?”

Paham dengan maksud matenya, Changmin semakin cepat menggerakan mulutnya naik turun pada penis Younghoon yang mulai berkedut tanda putihnya akan segera keluar. Benar saja, setelah beberapa kali kuluman dan hisapan Younghoon berhasil keluar di dalam mulut sang omega yang langsung di telan habis olehnya.

“Ummm so yummy!! Sekarang saatnya puncak acara!” ucap Changmin yang excited setelah berhasil membuat sang alpha mencapai puncak putihnya.

“Adekk kakaknya mau diapain lagi?” Tanya Younghoon penasaran.

“Stttt kakak diem aja oke!”

Kini Changmin bangkit dari posisinya, ia memposisikan tubuhnya menungging membelakangi tubuh Younghoon. Ia menggerakan pantatnya ke kanan dan ke kiri menunjukan analnya yang diisi dengan vibrator dengan sebuah buntut kucing mencoba menggoda matenya.

“Kakak coba lihat lubang aku deh.... Menggoda banget kan?”

Younghoon yang kembali di goda mendekatkan tubuhnya pada pantat sang omega dan mencondongkan kepalanya pada lubang Changmin yang merah, slick sudah turun membasahi pahanya jangan lupakan lubangnya sudah berkedut kencang seperti meminta untuk dipenuhi.

“Nghhh kakak jangan dilihatin aja dong...” Rengek Changmin yang merasakan napas matenya di depan lubangnya yang sudah sangat siap untuk digagahi.

Younghoon terkekeh mendengar rengekan Changmin, kini ia mulai menjilati pinggiran lubang matenya. Ia juga menjilati slick yang keluar begitu banyak dari lubang kenikmatan milik Changmin.

“Nghhhhh yess begitu kakak, oh my God..”

Kemudian Lidahnya mencoba untuk ikut masuk bersama dengan vibrator yang sudah ada di dalam anusnya, cukup sulit memang namun akhirnya lidahnya berhasil masuk dan mulai menjilati anus kekasihnya membuat Changmin semakin mendekatkan lubangnya pada wajah matenya.

“Nghhh kakakkkkkkk enak banget...”

Sedikit kesal dengan pergerakannya yang terganggu karena kedua tangannya masih dalam posisi diikat tidak menggentarkan Younghoon untuk membuat matenya berteriak nikmat. Dengan mulutnya ia melepas vibrator yang ada pada anal Changmin, kemudian digantikan dengan lidahnya yang panjang untuk mengobrak-abrik lubang kenikmatan milik sang omega.

“Kakakk kakak aku mau keluar please please...”

Baru dengan lidah Younghoon saja Changmin berhasil mengeluarkan putihnya.

“Hah... Hah... Hah... Capek...”

Changmin terjatuh lemas di samping tubuh Younghoon setelah pelepasannya. Hal ini tentu saja membuat Younghoon tertawa dengan tingkah laku matenya yang lucu sekaligus binal tersebut. Setelah Changmin beristirahat sebentar, kini ia bangkit dan mendorong tubuh Younghoon untuk kembali merebahkan tubuhnya dan melumat bibir sang alpha dengan rakus.

Setelah puas melumat bibir satu sama lain. Kini bibir Changmin mulai turun menuju leher, lalu turun terus hingga menuju penis Younghoon. Ia menjilati kepala penis besar dan panjang kesukaannya dengan gerakan perlahan membuat pemiliknya menggeram tertahan.

Setelah puas menjilat kepala penisnya kini Changmin kembali merangkak naik dan memposisikan penis Younghoon pada lubangnya. Dengan sekali hentak, penis sang alpha berhasil masuk dan ia mulai menggerakan tubuhnya naik turun dengan cepat.

“Nghh kakak liat aku...”

“Kakak lubang aku enak kan? Ya kan?”

Younghoon merasakan penisnya diremas dengan ketat oleh dinding anus Changmin. Benar-benar nikmat sekali. Sayang sekali tangannya masih diikat, kalau tidak ia akan membantu pergerakan tubuh matenya untuk bergerak dengan cepat di atas tubuhnya.

“Iya adek sayang, lubang kamu paling enak.. Kesayangan kakak paling jago puasin kakak...”

Selain gerakan naik turun, Changmin mencoba gerakan kedepan dan kebelakang serta gerakan memutar membuat Younghoon semakin keenakan.

Naik

Turun

Maju

Mundur

Changmin terus bergerak dengan brutal di atas tubuh Younghoon. Dinginnya AC di dalam kamar tidak dapat menahan keringat mereka telah membasahi tubuh keduanya.

“Kakak aku capek kakak tapi enak nghhh..”

Changmin mulai mengeluh lelah, akhirnya Younghoon berinisiatif menawarkan diri untuk membantu si cinta.

“Adekku cinta capek? Sini kakak bantuin sayang, ayo lepasin dulu tangan kakaknya biar kakak bantu adek gerakin badannya.”

Changmin masih asik dengan gerakan naik-turun diatas tubuh sang alpha yang sudah lelah akhirnya menanggukan kepalanya dan melepaskan ikatan di tangan Younghoon. Setelah ikatan tangannya berhasil bebas, Younghoon mulai mengambil kendali. Ia memegang pinggang Changmin dan merubah posisinya menjadi menungging tanpa melepaskan tautan mereka.

“Akhh kakak!”

Tanpa aba-aba Younghoon langsung menggerakan penisnya keluar masuk dengan cepat dan tekanan yang dalam. Gerakannya membuat Changmin mendesah kencang, rangsangan yang ia terima membuat slicknya keluar begitu banyak hingga turun menuju pahanya.

“Kakak pelan-pelan! Akhh.”

Tidak menggubris ucapan Changmin. Younghoon bergerak semakin brutal. Ingat kan kalau sang alpha sedang memulai rutnya?

Sambil menggerakan pinggulnya dengan cepat, Younghoon memilin dan menarik puting tegang Changmin dari belakang.

“Nghhh kakak please jangan digituin aku geliiiii...”

“Geli tapi nikmat kan dek?” Goda Younghoon masih memilin puting Changmin.

Younghoon terus melanjutkan kegiatannya. Kini tubuh mungil matenya ia angkat dengan penisnya yang masih menusuk lubangnya. Dengan posisi setengah berdiri ini, membuat penisnya semakin terjepit dengan dinding-dinding anus matenya. Sambil terus menggerakan tubuhnya, Younghoon mengocok penis Changmin yang telah meneteskan percum dengan cepat sesuai dengan pergerakan pinggulnya. Ia juga meninggalkan jejak-jejak kemerahan di bahu dan punggung kekasihnya. Tak lupa ia menggigit kelenjar feromon milik Changmin yang membuat omeganya kembali mengeluarkan putihnya.

“Ahhhh kakak...”

Setelah pelepasan Changmin, kini Younghoon mengejar pelepasan miliknya. Ia menggerakan pinggulnya dengan cepat. Bunyi gesekan tubuh mereka begitu mendominasi, bersautan dengan decitan kasur yang bergerak karena kegiatan panas mereka. Penisnya semakin membesar dan semakin tebal di dalam lubang Changmin. Akhirnya setelah beberapa tusukan yang brutal, Younghoon melepaskan putihnya di dalam lubang matenya yang begitu banyak hingga menetes ke paha sang omega. Ia terus menekan penisnya sampai titik terdalam milik Changmin.

“Nghhh kakak aku penuh banget..” Changmin merasakan perutnya penuh dengan sperma milik sang alpha.

“Sebentar sayang aku knotting..” Bisik Younghoon yang sedang memeluk Changmin.

Changmin sedikit kaget dan teringat kalau matenya tidak menggunakan kondom, “Kakak kamu gak pake kondom...”

Dengan santainya Younghoon menjawab, “Gapapa sayang kalau jadi berarti kita punya anak yang lucu.”

END

Pelan-pelan nanti ayah bunda dengar🤫

Tw:// anal sex, gridding, slap booty, unprotected sex, praising, lil bit vanilla sex. Enjoy!


Setelah kegiatan belanja dan ngedate mereka akhirnya Younghoon mengantarkan Changmin kembali ke rumah. Kerena saat mereka sampai di rumah waktu sudah mulai malam, seperti janjinya Younghoon akan menginap di rumah sang kekasih. Tentu saja orang tua Changmin mengizinkan, karena Younghoon memang terbiasa untuk menginap disini. Kalian ingat kan kalau sang bunda sudah menganggap Younghoon sebagai anaknya?

Setelah makan malam dan mandi, kini keduanya sudah saling memeluk tubuh satu sama lain sambil menonton acara netflix kesukaan si kecil. Tangan Younghoon yang awalnya mengelus punggung Changmin kini membawa tubuh kekasihnya semakin dekat dengan dirinya.

“Adek.... Kangen kakak gak?” Tanya Younghoon dengan maksud terisat yang membuyarkan fokus sang kekasih dengan tontonan kesukaannya.

“Kangen..... Kangen kakak banget....” suara Kecil Changmin entah mengapa terasa seperti desahan membuat Younghoon menaikan tubuhnya menjadi bersandar di kasur sang kekasih. Ia lalu menarik tubuh si kecil untuk berada dipangkuannya.

Changmin merasakan bagaimana ereksi Younghoon yang kini menekan pantatnya. Ia dengan perlahan menggerakan tubuhnya sambil mengalungkan tangannya pada leher sang kekasih.

“Adekkk.... Jangan gerak kaya gitu, kamu tau kan dia udah bangun.” Younghoon mencoba menahan, menahan sesak penisnya yang sudah menusuk pantat Changmin yang bergerak di atas tubuhnya.

Sementara Changmin yang paham bahwa sang kekasih masih menahan, dengan pelan berbisik.

“Kakak ayo masukin aku, penuhin aku, aku kangen penis kakak.”

Hal ini sontak membuat Younghoon menjadi pusing. Ia ingin menghabisi kekasihnya malam ini juga, namun sedikit khawatir jika orang tua si kecil mendengar desahan mereka.

“Adek tapi ayah sama bunda belum tidur... Nanti kalau kita kedengaran mereka gimana?”

“Gak akan denger, mereka masih dibawah kak. Pasti lama naik ke atasnya.”

Akhirnya setelah diberikan lampu hijau oleh sang kekasih, Younghoon langsung menangkup kepala si kecil lalu mencium bibir Changmin. Awalnya tidak tergesa-gesa, hanya ciuman yang lembut dan penuh kasih sayang seperti yang sering mereka lakukan saat mereka bermesraan.

Namun perlahan tapi pasti, Younghoon mulai mendominasi dengan menghisap bibir bawah Changmin dengan paksa dan menyelipkan lidahnya ke dalam mulutnya. Tangannya mulai bergerak ke bawah membelai pantatnya dan memberikan tamparan berkali-kali, menyebabkan si mungil mengerang dalam ciuman mereka.

Younghoon kini mulai menjelajah menuju lubang sang kekasih, ia mengelus kerutan lubangnya dengan perlahan.

“Adek lube simpan dimana?”

“Di laci situ.” Tunjuk Changmin pada laci tempat ia biasa menyimpan lube dan juga dildo yang pernah Younghoon berikan sebagai kado ulang tahun.

Tanpa menunggu lama Younghoon mengambil dan menuangkan cairan dingin tersebut ke atas tangannya. Lalu ia membawa tangan yang telah berlumuran pelumas itu menuju lubang yang siap untuk ia hancurkan.

1 jari...

“AAAH...”

2 jari....

“NNGHHH KAKAK!!!”

Sampai 3 jari Younghoon telah masuk ke dalam lubang Changmin. Ia menggerakan dengan tempo yang ringan, lalu kencang membuat sang kekasih yang ada diatas pangkuannya bergerak liar.

“Kakakk... Kakak... Udah..”

Setelah puas tangannya bermain di dalam lubang Changmin. Kini younghoon mulai melepaskan kancing piyama sang kekasih. Ia menciumi mulai dari leher, tulang selangka, sampai dua noktah coklat yang sudah tegang milik Changmin. Ia menjilat, mengulum, dan memilin noktah coklat itu dengan perlahan. Hal ini tentu saja membuat sang kekasih semakin ingin meminta lebih.

“Kakakk.... Ughh enak...”

Younghoon masih saja fokus dengan sesi memilin dan mengulum noktah milik sang kekasih. Sementa itu Changmin melingkari bahu Younghoon, ia menarik tubuh sang kekasih untuk lebih dekat sambil menggesekan pantatnya ke penis yang telah tegang itu.

“Kakakkk.... Kakak please masukin penis kakak...”

Changmin memohon berkali-kali saat dia terus menggerakkan pinggulnya diatas penis Younghoon. Hal ini membuat gairah sang kekasih semakin tinggi. Senyum Younghoon semakin melebar melihat bagaimana frustasinya sang kekasih kecilnya yang meminta untuk dipuaskan. Akhirnya ia mengangkat tubuh Changmin, tak lupa melepas celana piyama dan dalamannya. Lalu ia mengarahkan penisnya untuk masuk ke dalam lubang surgawi sang kekasih.

“NGHHHHHH...”

Changmin mulai menggerakan tubuhnya setelah memastikan bahwa seluruh penis kekasihnya telah masuk ke dalam dirinya. Lalu Younghoon ikut membantu pergerakan si cinta dengan memegang pinggulnya. Ia ikut menggerakan tubuh sang kekasih dengan cepat, penisnya serasa diremas dengan begitu nikmat.

“Nghhhh kakak i want more...”

Tangan Younghoon yang sebelumnya berada di pinggul kini bergerak untuk meremas pantat Changmin, ia mengangkat tubuhnya sedikit sebelum menyodokan penisnya lebih dalam.

“AHH—”

Changmin tersentak, dengan cepat menutup mulutnya dengan tangannya untuk meredam suaranya sendiri. Takut ketahuan oleh bunda dan ayah yang ada di rumah. Bisa langsung dinikahkan malam itu juga mereka kalau ketahuan sedang bercinta seperti ini.

Kedua mata Changmin mulai tertutup rapat, is menikmati hujaman penis sang kekasih di dalam lubangnya. Kemudian salah satu tangan Changmin mencengkeram bahu Younghoon dengan erat sampai kukunya ikut tertancap. Younghoon merasakan perih pada bahunya, namun tak masalah selagi ia merasakan nikmat pada penisnya. Ini semakin membuatnya bersemangat untuk menghujam penisnya semakin dalam menuju titik ternikmat milik sang kekasih.

Pergumulan panas mereka rasanya sangat menyakitkan sekaligus nikmat yang tiada tara, sampai-sampai si mungil itu tiba-tiba kehilangan kekuatan bahkan untuk menggerakkan pinggulnya lagi, Changmin sudah tak sanggup.

“Nghh kakak capek bantuin gerak...”

Younghoon tertawa medengar rengekan kekasihnya, akhirnya ia kembali membantu Changmin untuk menggerakan tubuhnya.

Tanpa menarik diri dari dalam Changmin, dia membawa kekasihnya untuk berbaring di kasur yang empuk. Setelah menyediakan bantal untuk kepala kekasihnya, Younghoon melebarkan kaki Changmin untuk memberikan akses yang lebih mudah untuk gerakannya.

“Kakak mulai lagi ya sayang...”

Changmin yang sudah lemah menganggukan kepalanya. Kini tangannya mengalung indah pada leher sang kekasih. Younghoon secara bertahap kembali menggerakkan pinggulnya, meskipun merasa sesak ia kembali mendorong penisnya keluar masuk ke dalam lubang sang kekasih.

“Adekk kenapa sempit banget sih... Padahal tadi udah dimasukin...”

Younghoon mengerang frustasi. Merasakan penisnya dipijat di dalam sana sambil melihat wajah sang kekasih yang sangat sexy. Semakin membuatnya terpacu untuk bergerak semakin cepat untuk segera sampai ke pelepasannya.

“Kakakkkk more please???”

Gumam Changmin di tengah erangannya, ia mencengkeram bahu Younghoon sampai buku-buku jarinya memutih, mendesak sang kekasih untuk bergerak lebih cepat.

“Sabar adek... Kamu ketat banget kakak pusing... Lubang kamu terlalu nikmat.”

Younghoon mendorong penisnya lagi, bergerak dengan kecepatan lebih cepat dari sebelumnya. Membuat Changmin menahan desahannya sambil menggigit bibirnya. Tangan sang kekasih tidak lagi mencengkeram bahunya, melainkan meremas bantal yang dekat dengannya. Changmin menatap kekasihnya dengan pandangan yang mulai berkabur, ia melepaskan desahan panjang setiap kali Younghoon menusuk titik terdalamnya, spot ternikmatnya.

“AAHHHHHHHHHH—” Sebelum desahan kencang Changmin terdengar sampai bawah, Younghoon membawa bibir sang kekasih ke dalam pagutan yang dalam sambil terus mengobrak-abrik lubangnya.

Terus menusuk... Terus dipijat....

Gila....

Younghoon dan Changmin sama-sama gila hari ini.

“Adek sayang... Cintanya kakak... Kamu indah.. Kamu nikmat banget...”

Younghoon kembali mengerang. Ia semakin mempercepat gerakan pinggulnya, berulang kali menyodokan penisnya jauh ke dalam titik ternikmat Changmin tanpa jeda. Tubuh mungil sang kekasih bergetar dalam pelukannya, penis kecilnya semakin merah dan percum semakin banyak yang keluar. Sementara itu ia terus menggerakkan pinggulnya tanpa henti untuk mengejar klimaksnya.

“Nghhh iya kakak huuu kakak enak, pake adek sepuasnya..”

You are mine dek... Selamanya punya kakak.”

“Yes yes kakak, im yours. Penuhin aku terus kakak ughhh...”

Tidak ada lagi kata-kata yang diucapkan setelah itu. Hanya desahan-desahan ringan yang memenuhi kamar Changmin yang berasal dari keduanya. Setelah beberapa lama, akhirnya tubuh Changmin mulai bergetar. Sepertinya ia akan mendapatkan klimaksnya, yang akhirnya membuat pergerakan pinggul Younghoon semakin cepat dan liar.

“Kakak kakakkk aku cum...”

Satu desahan panjang dari Changmin menandai klimaks yang akhirnya sang kekasih telah dapatkan. Tanpa menunggu pelepasan si mungil selesai, Younghoon yang pelepasannya semakin dekat pun bergerak semakin gila.

“Aaahhh”

Akhirnya Younghoon klimaks di dalam tubuh Changmin. Masih enggan untuk mengeluarkan penisnya, ia terus menyodokan penisnya di dalam sana. Membuat tubuh Changmin tersentak merasakan nikmat, lubangnya hangat dan penuh dengan sperma sang kekasih yang kini menetes keluar dari pantatnya.

“Ughhh kakak penuh...”

Setelah puas mengeluarkan spermanya di dalam lubang Changmin, akhirnya Younghoon melepaskan penisnya dengan perlahan. Desahan keluar dari mulut keduanya menandakan sesi bercinta hari ini benar-benar luar biasa. Mungkin karena keduanya jarang melakukan hal ini dikarenakan Younghoon yang begitu sibuk dengan pekerjaannya.

“Hahhhhhh....”

Tubuh Changmin masih gemetar pasca pelepasannya yang hebat dengan napas yang tidak stabil, dan keringat menutupi seluruh tubuhnya dan juga tubuh Younghoon menandakan bahwa keduanya begitu menikmati sesi bercinta mereka. Kamarnya yang awalnya tersa dingin kini malah terasa panas karena pergumulan mereka.

“Kakak capek.... Mau peluk...”

Changmin yang sudah tidak memiliki tenaga lagi kini meminta sang kekasih untuk memeluk tubuhnya. Younghoon tanpa diminta pun segera memeluk tubuh mungil kecintaannya itu.

“Adek makasih yah... I love you so much.

Tak mendapatkan balasan dari ucapan cintanya, Younghoon melirik ke bawah tepat sang kekasih tercinta yang ternyata sudah terlelap tidur. Ia tersenyum lalu mengecup dahi Changmin sebelum ikut mengarungi mimpi indah malam ini.

Good night kecilku.”

END

Sunwoo marah?


Younghoon, Changmin, Sunwoo, dan Chanhee akhirnya telah sampai di Pulau Dewata Bali. Kini Chanhee sedang membujuk sang kekasih yang berjalan mendahuluinya karena marah melihat interaksinya dengan mantan pacarnya.

“Nu ayolah masa kita mau liburan kamunya marah begini? Aku cuman bales begitu doang loh ke kak Sangyeon. Gak ada niatan buat nyamperin dia juga.”

Chanhee bergelayut manja dilengan Sunwoo yang masih diam tak mengubris ucapan kekasihnya.

“Sunwoo sayangg... Pacarnya aku yang paling ganteng seduniaaa, yang paling gemes kaya bobaaa, yang sexy, yang kece badaiii udahan ya ngambeknya eung eung???”

Chanhee akhirnya mengeluarkan jurus jitu untuk membuat sang kekasih luluh, “aegyo” yang biasanya paling anti ia lakukan. Berharap Sunwoo bisa merespon ucapannya dan tak marah pada dirinya.

“Kamu tuh harusnya blokir akun om-om itu tau gak! Biar dia gak caper di tweetan kamu.”

Akhirnya, setelah Sunwoo diam seribu bahasa ia kembali bersuara membuat Chanhee senang.

“Aku mau blokir dia gak enak, gitu-gitu juga aku sama dia putusnya baik-baik nu. Lagian aku kan sekarang sama kamu, cuman kamu, dan hanya kamu aja. Udah yaa jangan marah-marah nanti gantengnya ilang.”

Satu kecupan Chanhee berikan di pipi Sunwoo yang langsung diam di tempat. Tak terbiasa mendapatkan serangan tiba-tiba seperti yang kekasihnya lakukan membuat pipinya memerah.

“I—iyaa. Tapi awas ya jangan berhubungan lagi sama dia.”

Chanhee yang tau sang kekasih sedang salting menjawab dengan sebuah senyuman dan anggukan yang cepat. Mereka akhirnya baikan dan kembali bermesraan sambil saling merangkul satu sama lain.

Sementara itu Changmin dan Younghoon yang tertinggal di belakang mereka hanya menggelengkan kepalanya.

“Begitu tuh kalau pacaran sama brondong, ribet apa-apa di cemburuin.”

Ucap Changmin sambil memutarkan bola matanya setelah melihat pertengkaran sahabatnya.

“Loh aku kan juga pacaran sama brondong?” Younghoon menjawab dengan polosnya membuat sang kekasih memberikan tatapan yang menyeramkan.

“Ish kakak mah!” Sebal dengan jawaban Younghoon, Changmin pun melepaskan rangkulan mereka yang langsung ditahan oleh sang kekasih.

“Loh tapi kakak bener kan? Tapi adek mah beda gak kaya dia, iya kan sayang?” Younghoon membujuk Changmin sambil mengelus pipi chubbynya.

“Eung eung! Aku mah anak baik gak cemburuan.” Jawab Changmin dengan semangat membuat Younghoon gemas dan mencium kepala kekasih mungilnya.

“Huuh gemesnya pacar kakak.”

“Kakak jangan ciumin aku muluu ishh!”

🌸𝘾𝙝𝙚𝙧𝙧𝙮 𝘽𝙡𝙤𝙨𝙨𝙤𝙢 𝘿𝙖𝙩𝙚🌸


Younghoon sambil bersenandung riang bersiap-siap untuk bertemu sang kekasih setelah menggunakan hoodie yang diberikan oleh Changmin saat ulang tahunnya. Setelah mengambil dompet dan kunci mobil ia pun bergegas pergi menuju kediaman kekasihnya.

Setelah menempuh waktu 30 menit untuk sampai ke rumah Changmin, Younghoon pun tiba di rumah Changmin. Ia segera keluar dari mobilnya dan bergegas menghampiri sang kekasih yang sudah menunggunya di luar rumah.

“Ya ampun sayangnya kakak kok gak nunggu di dalam aja sih? Kan dingin badannya.” Younghoon memeluk tubuh mungil Changmin yang sangat pas dengan tubuhnya.

“Abis kakak lama banget, aku udah keburu laperrrr. Nanti kalau aku nunggu di dalam kakak bakalan ngobrol lama sama ayah.” seru Changmin yang masih tenggelam dalam pelukan Younghoon.

Younghoon tertawa mendengar jawaban kekasihnya.

“Aduh pacar aku ternyata udah laper banget ya? Ya ampun maaf ya sayang. Yaudah kita langsung berangkat aja yuk.” sambil melepaskan pelukannya, Younghoon segera membukakan pintu mobil dan menyuruh Changmin untuk duduk.


“Kamu mau makan siang apa dek? Ada rekomendasi makanan terbaru gak? Aku ikut kamu aja mau makan dimana.”

Sambil fokus mengendarai mobilnya, Younghoon bertanya pada Changmin yang asik berkirim pesan pada kakaknya yang sedang mengajak anjingnya jalan-jalan.

“Hmmm makan apa ya. Aku mau makan yang anget-anget sih, cuacanya mendukung banget soalnya.” jawab Changmin yang kemudian berpikir makanan apa yang cocok untuk mereka santap di siang yang cukup dingin ini.

“Yaudah nanti kita cari restoran yang ada di sekitaran kota aja ya. Kamu yang pilih.” ucap final Younghoon yang dijawab dengan anggukan oleh sang kekasih.


Sampainya mereka di kota, Younghoon memarkirkan mobilnya di salah satu restoran yang Changmin tunjuk. Akhirnya mereka berdua masuk ke restoran tersebut dan segera memesan makanan.

“Kayaknya makanan disini enak deh kak, lihat aja pengunjungnya banyak banget yang datang.” ucap Changmin yang sedang menuangkan air minum pada gelas milik Younghoon dan miliknya.

“Iya deh dek, barusan juga kakak searching di internet kalau di restoran ini emang makanannya enak-enak. Apalagi yang kamu pesan tadi, itu makanan yang di rekomendasiin disini.” jawab Younghoon sambil menunjukan ponselnya yang menunjukan review restoran yang mereka datangi hari ini.

“Wahh aku gak salah pilih dong! Yoksi Ji Changmin emang keren!”

Changmin tersenyum bangga dengan restoran yang ia pilih. Younghoon hanya tertawa mendengar ucapan kekasihnya sambil mengusak surai hitamnya.

“Iyaa dehh pacar kakak emang yang paling keren!”

Setelah menunggu beberapa menit akhirnya makanan keduanya telah tersaji di hadapan mereka. Changmin dengan tatapan berbinar langsung menyuapkan sesendok kuah sup daging pedas ke mulutnya.

“Woahh kak ini beneran enak bangettt!”

Melihat kekasihnya yang sangat excited dengan makanan yang ada di depannya, Younghoon pun mulai menyendokan kuah sup tersebut. Dan benar saja ternyata rasanya sangat enak sekali.

“Wah bener yang kamu bilang, ini enak banget. Gak salah emang kita makan disini.”

Changmin yang terlalu menikmati makanannya hanya bisa menjawab dengan sebuah anggukan. Younghoon hanya bisa tertawa melihat kekasihnya yang begitu lahap menyantap makan siangnya.

Akhirnya karena ia sudah lapar juga, akhirnya Younghoon menyantap makananya dalam diam sambil memperhatikan kekasihnya yang makan dengan sangat lucu.


Setelah mereka selesai makan siang, Younghoon mengajak Changmin untuk berjalan kaki sambil menikmati udara yang cukup dingin. Sambil bergandengan tangan mereka pun saling bercerita tentang kegiatan mereka hari ini.

“Tadinya aku mau pergi tau sama nuna ke dog cafe sambil bawa gana. Tapi karena aku kangen sama kakak jadi aku biarin gana pergi sama nuna aja. Liat nih gana gemes banget kan.” ucap Changmin sambil menunjukan foto-foto gana yang nunanya ambil di sebuah dog cafe.

“Iya gana gemes banget sama percis kaya pemiliknya, gemesin.” sambil merangkul bahu kecil Changmin Younghoon menggoda kekasihnya yang membuatnya tersipu malu.

“Ish apaan sih kak!” karena menahan malu, Changmin mencubit perut Younghoon dan membuat Younghoon tertawa.

“Hahaha pacar aku kalau lagi salting makin gemesin aja sih!” Younghoon kembali menggoda kekasihnya membuat Changmin melepas rangkulannya.

“Kakakkk stopp godain aku!!!” teriak Changmin yang malah membuatnya terlihat sangat menggemaskan. Younghoon malah semakin tertawa dibuatnya dan membawa Changmin ke dalam pelukan hangatnya.

“Aduhh iya iyaa sayangnya kakak jangan marah ih. Aku tuh kangen banget tau gak, udah lama gak ngegodain kamu.” sambil mengelus punggung mungil Changmin, Younghoon memberikan kedamaian dan kehangatan yang menjalar keseluruh tubuh kekasihnya.

Changminpun membalas pelukan Younghoon dengan erat.

“Aku juga kangen.. Kangen sama kakak.”

Mereka berpelukan dalam waktu yang cukup lama, entah sudah berapa banyak pasang mata yang menatap keduanya dengan rasa iri.

Changmin yang terlebih dulu melepaskan pelukan keduanya, ia tersenyum hangat menatap wajah tampan kekasihnya.

“Aku sayang banget sama kakak.” sambil menangkup pipi pucat Younghoon, Changmin berjinjit dan mengecup bibir merah kekasihnya.

Younghoon kaget mendapat kecupan dari Changmin yang tiba-tiba. Ia pun menutup matanya, menikmati kecupan hangat dari kekasihnya yang mungil.

“Aku juga sayang banget sama kamu.”

Tak mau kalah dengan sang kekasih ia pun menahan pinggang mungilnya, menangkup pipi merah Changmin dengan salah satu tangannya dan mencium bibir manis yang selalu menjadi candu untuk Younghoon.

Mereka saling menyesap serta melumat bibir dan mengeratkan pelukannya. Menikmati momen berharga mereka di bawah pohon cherry blossom yang bermekaran dengan sangat indah.

Merasa kehabisan napas, Changmin melepaskan ciuman keduanya. Wajahnya yang merah membuatnya malu dan kembali tenggelam dalam pelukan Younghoon.

“Kakak aku maluuu. Banyak yang ngeliatin kita ciuman.” bisik Changmin saat setelah membuka mata tadi, ia melihat beberapa orang memperhatikan mereka berciuman di pinggir jalan.

“Gak usah maluu paling mereka sirik sama kemesraan kita.” jawab Younghoon dengan bangganya sambil memeluk erat Changmin.

“Ishhh kakak mahhhh aku serius!” rengek Changmin yang masih malu karena banyak orang yang melihat mereka berciuman.

“Iyaa sayang iyaa, yaudah mau gimana dong kan mereka udah terlanjur liat kita berdua ciuman. Udah gapapa itung-itung amal, berbagi kemesraan ke mereka.” jawab Younghoon sambil mengusap surai hitam Changmin.

“Aihh ada-ada aja kakak mah! Udah ah yuk pulang udah sore. Eh tapi fotoin aku dulu disini! Spotnya bagus nih banyak cherry blossom yang mekar.”

Setelah melepaskan pelukannya Changmin bersiap untuk berfoto di dekat pohon cherry blossom yang sangat cantik.

Younghoon hanya menggelengkan kepalanya lalu mengeluarkan ponselnya untuk memotret sang kekasih.

FIN

Bobo bertiga

Milkyu x jukyu

Cw // kissing


Changmin yang masih video call bersama dengan Younghoon mendengar bunyi pintu apartementnya. Ia bangkit dari kasurnya dan di lihatnya kedua pacarnya sudah tiba di apartementnya dengan membawa beberapa makanan.

“Kak ini Juyoo sama Ka Jeje udah sampe, nanti kita video call lagi ya. Kaka jangan bobo malem-malem oke??”

“Oh mereka udah sampe? Cepet juga si Hyunjae nyetirnya. Yaudah nanti kita video call lagi ya, siap kakak gakan tidur malem-malem. Kamu jangan ovt lagi oke? Bilang sama mereka abis ini langsung bobo aja. I love you sweet heart.”

“Hummmm oke, makasih ya kakak.. I love you too.”

Sambungan telepon pun terputus. Changmin segera mendatangi kedua pacarnya yang sedang memasukan beberapa makanan ke dalam kulkas.

“Ka Jejeee.. Juyooo..” panggil Changmin manja sambil merentangkan tangannya, minta dipeluk.

Setelah keduanya selesai membereskan bawaannya, Hyunjae yang terlebih dulu memeluk tubuh Changmin dengan erat. Tak lupa ia beri kecupan di kepala kekasihnya. Hanya sebentar karena ia harus gantian dengan Juyeon yang ada di sampingnya.

Setelah Hyunjae melepaskan pelukan keduanya, kini Changmin dipeluk oleh Juyeon. Sang kekasih memeluknya erat sambil mengusap-usap punggungnya.

“Masih sedih gak cil?” tanya Hyunjae yang sekarang berjalan menuju kamar Changmin.

Mendengar pertanyaan Hyunjae kini Changmin melepaskan pelukannya bersama Juyeon dan menariknya untuk menyusul Hyunjae ke dalam kamar.

“Udah gak terlalu, moodku udah lebih baik abis telepon Kak hoon dan dapet pelukan dari kalian berdua.”

“Kamu tuh kebiasaan banget deh Min suka tiba-tiba ovt bikin kita khawatir. Aku pikir abis ngerjain tugas tadi tuh kamu langsung istirahat.. Jangan begitu lagi ya?” ungkap Juyeon yang mengelus rambut Changmin yang duduk disampingnya.

Hyunjae yang telah berganti pakaian dan sudah cuci muka kini duduk disamping kiri Changmin, ia menggenggam tangan yang lebih mungil darinya.

“Bener tuh kata si Juyeon. Kamu malem-malem jangan suka ovt ah gak bagus. Lagian omongan orang sirik tuh gak usah di dengerin, mereka tuh iri liat kamu bisa punya pacar tiga yang cakep, tajir, pinter.”

Changmin menghela napasnya. Benar juga apa kata Hyunjae, tak seharusnya ia terlalu memikirkan omongan orang-orang. Toh yang menjalankan hubungannya kan Changmin dan ketiga pacarnya. Mereka juga tidak keberatan dengan hubungan yang ajaib ini.

“Maafin aku ya kak...ju.. Udah bikin kalian khawatir sampe rela malem-malem kesini.”

“Gapapa sayang, yang penting kamunya gak sedih lagi dan gak mikirin omongan orang lain oke?” ucap Juyeon yang ikut menggenggam tangan kecil Changmin.

“Iyaa aku gak sedih lagi dan gak mikirin omongan mereka lagi..”

Good boy. Yaudah sekarang kita bobo yuk? Udah malem banget nih kalian besok ada kuliah kan? Pagi atau siang?” Tanya Hyunjae yang kini bangkit dan merapihkan kasur Changmin agar bisa dibuat tidur bertiga.

“Iya besok ada kuliah kak tapi siang.” Jawab Juyeon yang telah bangkit dari kasur dan pergi menuju kamar mandi untuk mengganti pakaian dan mencuci muka.

“Siang jam sepuluh lebih tepatnya. Kak Jeje besok kerja gak?” Changmin merangkak menuju kasur bagian tengah yang disusul Hyunjae di samping kirinya.

“Aku kerja tapi dateng siang, nanti aku anter aja kalian ya. Nanti kita sarapan bareng kebetulan tadi aku beli beberapa makanan besok tinggal di angetin aja.”

“Hummm oke.”

Changmin mencari posisi yang nyaman. Sambil menunggu Juyeon Hyunjae kembali memeluk tubuh mungil Changmin sambil memberikan kecupan-kecupan dari kening menuju mata, lalu ke hidung serta kedua pipinya, tak lupa memberikan ciuman dan sedikit lumatan di bibir Changmin.

“Mmmmm”

“Ihhhhh kok udah pada ciuman... Kok ninggalin aku sihhhh!”

Hampir saja mereka terbawa napsu kalau tidak mendengar rengekan Juyeon yang terdengar dari depan pintu kamar mandi.

Hyunjae terlebih dulu melepaskan ciuman mereka, Changmin mencoba mengatur nafasnya dan tertawa mendengar rengekan kekasihnya.

“Haduuuh dasar bocah, makanya jangan lama-lama buruan sini!” ucap Hyunjae menyuruh Juyeon untuk segera naik ke atas kasur.

Dengan cepat Juyeon naik ke atas kasur dan tidur di sebelah kanan Changmin. Ia menarik kekasih mungilnya itu ke dalam pelukannya, lalu melakukan hal sama seperti apa yang dilakukan oleh Hyunjae.

“Nghhh udahhh Juyoo”

Changmin terlebih dulu melepaskan ciuman mereka. Hyunjae yang memang sudah mengantuk ternyata telah terlelap terlebih dahulu.

“Yah Kak Jeje udah tidur Ju.” ucap Changmin sambil melihat kekasihnya telah terlelap terlebih dahulu.

“Iyaa dia bilang tadi ke aku kalo abis seharian mantau kerjaan di lapangan. Makanya dia capek banget. Udah biarin aja.” Juyeon menarik tubuh Changmin untuk tidur di pelukannya.

“Huh kasian banget... Yaudah kita tidur juga yuk.” Changmin memposisikan tubuhnya agar bisa tidur dengan nyaman di pelukan Juyeon.

“Ayo kita tidur juga. Good night Changmin sayang.”

Good night too Juyooo. Kak Jeje met bobo yaa.”

END

Cimol tuh enak


Ezra sekarang sudah sampai di kampus Aciel. Cukup cepat Ezra kemudikan mobilnya karena khawatir kekasihnya yang baru sembuh dari sakit itu barusan saja update kalau dia habis jajan sembarangan.

Setelah sebelumnya ia mampir ke sebuah mini market untuk membeli susu beruang, sekarang ia telah memarkirkan BMW I8nya ditempat parkir khusus lalu segera melesat menuju kantin dimana kekasihnya sedang asik jajan.

Setelah sedikit berlali ke arah kantin, dari kejauhan ia melihat kekasih mungilnya sedang duduk sambil mengunyah cimol yang dia beli dan ada satu es jeruk segar yang ada di depan mejanya. Langsung saja Ezra melesat ketempat Aciel berada.

“Sayangnya kakak!”

Ezra mengagetkan Aciel yang sedang asik memakan cimolnya. Ia mengecup pipi kekasihnya yang sedang mengembung, membuat Aciel tersipu malu karena mendapat kecupan tiba-tiba dari kekasihnya.

“Ih ka Eja ngagetin aja! Kenapa pake cium-cium maluuuu tauu!! Ini lagi di kantin!”

Aciel mencubit perut Ezra yang ada disampignnya, yang dicubit hanya terkekeh gemas melihat kekasihnya yang salah tingkah.

“Ayo kita ke perpustakaan! Eh tapi nanti makan dulu ya, kamu belum beli makan siang kan? Ezra bertanya pada Aciel sambil merampas bungkus cimol yang sedang Aciel pegang dan memakannya.

“Hmmmm okay! Aku belum makan sih, tadinya mau pesen mie ayam tapi takut kakak cepet sampe kesininya. Oh iya aku mau makan katsu ya! Sama sushi!” Ucap Aciel girang menyebutkan menu makan siang yang ingin ia makan.

“Jangan makan mie ayam kecil!! Kamu tuh masih belum sembuh banget. Tau gak tadi aku udah ditegur bang Ian ntar kalo aku ngebiarin kamu makan mie ayam bisa dicabut surat izin jadi pacar kamunya.”

“Ampun deh bang Ian orang aku jajan cimol juga gak pedes. Terus makan mie ayamnya juga gajadi huh. Lagian yang pacaran juga kita ihhh!!” Ucap Aciel sambil mengempoutkan bibirnya

“Yaa tapikan izin dan restu aku buat jadi pendamping kamu tuh semua ada ditangan dia sayangku..” Ezra mengelus pelan rambut Aciel yang halus.

“Kalau aku gak berhasil untuk jaga kamu ya abang pasti kecewa sama aku.”

“Issh iya sih, tapikan bang Ian kebiasaan suka ikut campur. Aku sebel banget deh.”

“Dia lakuin itu karena sayang sama kamu cil...” Ezra merangkul Aciel untuk menyadarkan badan mungilnya pada bahunya.

Ezra kembali berkata “Aku aja iri loh sama kamu, bisa dapet perhatian yang sebegitu besarnya dari abang kamu. Kalau aku malah.. Yaa kamu tau sendiri abang aku gimana. Ngakuin aku jadi adik aja engga..”

Ezra tiba-tiba melow mengingat bagaimana hubungan ia dengan sang kakak yang sekarang entah dimana.

Aciel yang melihat Ezra yang menjadi sendu memeluk kekasihnya dari samping dan berucap “Maafin aku ya ka.. Gara-gara aku kakak jadi keinget sama dia. Jangan sedih ya ka Eja, nanti aku sedih juga nih huhuhu.”

Ezra tertawa mendengar penuturan dan tingkah laku kekasihnya. “Gapapa cil, yang penting dia tetep abang aku meskipun aku gak diakui. Terus aku juga punya bang Ian yang bisa gantiin sosok abang di kehidupan aku.” Ucap Ezra sambil membalas pelukan kekasihnya.

“Janji sama aku ya cil, sekarang kamu harus lebih nurut lagi sama bang Ian. Apalagi abangkan mau nikah tuh, nanti pasti kamu bakalan kangen sama dia.”

Mendengar ucapan Ezra Aciel hanya menganggukan kepalanya. Rupanya si kecil agak sedikit sedih mengingat kalau abangnya sebentar lagi akan menikah dengan sahabatnya.

“Yauda sekarang yuk kita pergi? Nanti keburu perpustakaannya tutup. Belum kamu kalo makan lama.”

Ezra melepaskan pelukannya dan beranjak dari kursi. Ia menggandeng tangan Aciel untuk segera pergi dari kantin.

“Ih kan saat makan tuh gak boleh buru-buru tau, kita makan harus pelan-pelan. Soalnya nanti selain bikin kenyang lebih lama, makan pelan-pelan itu ngebantu proses pencernaan makanan. Soalnya kalo kita makannya lama, makanannya itu jadi semakin halus terus bakalan mudah diserap tubuh untuk menghasilkan energi buat kita beraktivitas!”

Aciel protes dengan mengeluarkan ilmu biologinya, kembali membuat Ezra tertawa.

“Hahahaha aduhh iyadeh iya bapak scientist ngejelasinnya sampe detail banget.”

“Ih apaan aku masih muda jangan panggil bapak.” Aciel kembali protes dengan ucapan kekasihnya.

“Iyaa deh yang masih muda bukan bapak-bapak.”

“Emang aku masih muda wlee. Emang ka Eja yang udah tua.” Aciel meledek kekasihnya yang padahal hanya berbeda dua tahun dengannya.

“Tua begini juga kamu naksir kan. Ya kan ya kan??” Ezra kembali menggoda kekasihnya sambil memberikan gestur alis yang naik turun.

“Hahahaha apasih kaa! Udah ah ayooo pergi dari siniiii.” Aciel menarik lengan Eja dan meninggalkan kantin menuju parkiran.

Setelah mereka masuk ke dalam mobil dan memasang seatbelt saat Ezra sudah menyalahkan mesin mobil ia berkata.. “Cil tadi cimolnya enak juga deh. Besok beliin aku terus dibungkus ya?”

“Lah ka Eja suka? Oke besok aku beliin, tapi aku beli juga ya???” Aciel menjawab sambil mengetik sesuatu di handphonenya.

Ezra menjawab keinginan kekasihnya untuk mendapatkan cimol juga “Lah kamu mah jangan beli, orang buat aku aja. Kamu mah minta ke aku aja ya nanti, oke?”

“Dihh pelitt bangeet!!”

Ezra kembali berkata “Ingett baru sembuh sakit.”

“Ya tapikan.... Ah yaudah deh iya.” Aciel akhirnya mengakhiri sedikit perdebatan tentang cimol.

“Nah gitu dong pacarnya kakak emang paling pinter.” Ucap Ezra sambil mengusak gemas rambut kekasihnya.

Cimol tuh enak


Ezra sekarang sudah sampai di kampus Aciel. Cukup cepat Ezra kemudikan mobilnya karena khawatir kekasihnya yang baru sembuh dari sakit itu barusan saja update kalau dia habis jajan sembarangan.

Setelah sebelumnya ia mampir ke sebuah mini market untuk membeli susu beruang, sekarang ia telah memarkirkan BMW I8nya ditempat parkir khusus lalu segera melesat menuju kantin dimana kekasihnya sedang asik jajan.

Setelah sedikit berlali ke arah kantin, dari kejauhan ia melihat kekasih mungilnya sedang duduk sambil mengunyah cimol yang dia beli dan ada satu es jeruk segar yang ada di depan mejanya. Langsung saja Ezra melesat ketempat Aciel berada.

“Sayangnya kakak!”

Ezra mengagetkan Aciel yang sedang asik memakan cimolnya. Ia mengecup pipi kekasihnya yang sedang mengembung, membuat Aciel tersipu malu karena mendapat kecupan tiba-tiba dari kekasihnya.

“Ih ka Eja ngagetin aja! Kenapa pake cium-cium maluuuu tauu!! Ini lagi di kantin!”

Aciel mencubit perut Ezra yang ada disampignnya, yang dicubit hanya terkekeh gemas melihat kekasihnya yang salah tingkah.

“Ayo kita ke perpustakaan! Eh tapi nanti mam dulu ya, kamu belum beli mam siang kan? Ezra bertanya pada Aciel sambil merampas bungkus cimol yang sedang Aciel pegang dan memakannya.

“Hmmmm okay! Aku belum mam sih, tadinya mau pesen mie ayam tapi takut kakak cepet sampe kesininya. Oh iya aku mau makan katsu ya! Sama sushi!” Ucap Aciel girang menyebutkan menu makan siang yang ingin ia makan.

“Jangan makan mie ayam kecil!! Kamu tuh masih belum sembuh banget. Tau gak tadi aku udah ditegur bang Ian ntar kalo aku ngebiarin kamu makan mie ayam bisa dicabut surat izin jadi pacar kamunya.”

“Ampun deh bang Ian orang aku jajan cimol juga gak pedes. Terus makan mie ayamnya juga gajadi huh. Lagian yang pacaran juga kita ihhh!!” Ucap Aciel sambil mengempoutkan bibirnya

“Yaa tapikan izin dan restu aku buat jadi pendamping kamu tuh semua ada ditangan dia sayangku..” Ezra mengelus pelan rambut Aciel yang halus.

“Kalau aku gak berhasil untuk jaga kamu ya abang pasti kecewa sama aku.”

“Issh iya sih, tapikan bang Ian kebiasaan suka ikut campur. Aku sebel banget deh.”

“Dia lakuin itu karena sayang sama kamu cil...” Ezra merangkul Aciel untuk menyadarkan badan mungilnya pada bahunya.

Ezra kembali berkata “Aku aja iri loh sama kamu, bisa dapet perhatian yang sebegitu besarnya dari abang kamu. Kalau aku malah.. Yaa kamu tau sendiri abang aku gimana. Ngakuin aku jadi adik aja engga..”

Ezra tiba-tiba melow mengingat bagaimana hubungan ia dengan sang kakak yang sekarang entah dimana.

Aciel yang melihat Ezra yang menjadi sendu memeluk kekasihnya dari samping dan berucap “Maafin aku ya ka.. Gara-gara aku kakak jadi keinget sama dia. Jangan sedih ya ka Eja, nanti aku sedih juga nih huhuhu.”

Ezra tertawa mendengar penuturan dan tingkah laku kekasihnya. “Gapapa cil, yang penting dia tetep abang aku meskipun aku gak diakui. Terus aku juga punya bang Ian yang bisa gantiin sosok abang di kehidupan aku.” Ucap Ezra sambil membalas pelukan kekasihnya.

“Janji sama aku ya cil, sekarang kamu harus lebih nurut lagi sama bang Ian. Apalagi abangkan mau nikah tuh, nanti pasti kamu bakalan kangen sama dia.”

Mendengar ucapan Ezra Aciel hanya menganggukan kepalanya. Rupanya si kecil agak sedikit sedih mengingat kalau abangnya sebentar lagi akan menikah dengan sahabatnya.

“Yauda sekarang yuk kita pergi? Nanti keburu perpustakaannya tutup. Belum kamu kalo makan lama.”

Ezra melepaskan pelukannya dan beranjak dari kursi. Ia menggandeng tangan Aciel untuk segera pergi dari kantin.

“Ih kan saat makan tuh gak boleh buru-buru tau, kita makan harus pelan-pelan. Soalnya nanti selain bikin kenyang lebih lama, makan pelan-pelan itu ngebantu proses pencernaan makanan. Soalnya kalo kita makannya lama, makanannya itu jadi semakin halus terus bakalan mudah diserap tubuh untuk menghasilkan energi buat kita beraktivitas!”

Aciel protes dengan mengeluarkan ilmu biologinya, kembali membuat Ezra tertawa.

“Hahahaha aduhh iyadeh iya bapak scientist ngejelasinnya sampe detail banget.”

“Ih apaan aku masih muda jangan panggil bapak.” Aciel kembali protes dengan ucapan kekasihnya.

“Iyaa deh yang masih muda bukan bapak-bapak.”

“Emang aku masih muda wlee. Emang ka Eja yang udah tua.” Aciel meledek kekasihnya yang padahal hanya berbeda dua tahun dengannya.

“Tua begini juga kamu naksir kan. Ya kan ya kan??” Ezra kembali menggoda kekasihnya sambil memberikan gestur alis yang naik turun.

“Hahahaha apasih kaa! Udah ah ayooo pergi dari siniiii.” Aciel menarik lengan Eja dan meninggalkan kantin menuju parkiran.

Setelah mereka masuk ke dalam mobil dan memasang seatbelt saat Ezra sudah menyalahkan mesin mobil ia berkata.. “Cil tadi cimolnya enak juga deh. Besok beliin aku terus dibungkus ya?”

“Lah ka Eja suka? Oke besok aku beliin, tapi aku beli juga ya???” Aciel menjawab sambil mengetik sesuatu di handphonenya.

Ezra menjawab keinginan kekasihnya untuk mendapatkan cimol juga “Lah kamu mah jangan beli, orang buat aku aja. Kamu mah minta ke aku aja ya nanti, oke?”

“Dihh pelitt bangeet!!”

Ezra kembali berkata “Ingett baru sembuh sakit.”

“Ya tapikan.... Ah yaudah deh iya.” Aciel akhirnya mengakhiri sedikit perdebatan tentang cimol.

“Nah gitu dong pacarnya kakak emang paling pinter.” Ucap Ezra sambil mengusak gemas rambut kekasihnya.

Cimol tuh enak

Ezra sekarang sudah sampai di kampus Aciel. Cukup cepat Ezra kemudikan mobilnya karena khawatir kekasihnya yang baru sembuh dari sakit itu barusan saja update kalau dia habis jajan sembarangan. Setelah sebelumnya ia mampir ke sebuah mini market untuk membeli susu beruang, sekarang ia telah memarkirkan BMW I8nya ditempat parkir khusus lalu segera melesat menuju kantin dimana kekasihnya sedang asik jajan.

Setelah sedikit berlali ke arah kantin, dari kejauhan ia melihat kekasih mungilnya sedang duduk sambil mengunyah cimol yang dia beli dan ada satu es jeruk segar yang ada di depan mejanya. Langsung saja Ezra melesat ketempat Aciel berada.

“Sayangnya kakak!”

Ezra mengagetkan Aciel yang sedang asik memakan cimolnya. Ia mengecup pipi kekasihnya yang sedang mengembung, membuat Aciel tersipu malu karena mendapat kecupan tiba-tiba dari kekasihnya.

“Ih ka Eja ngagetin aja! Kenapa pake cium-cium maluuuu tauu!! Ini lagi di kantin!”

Aciel mencubit perut Ezra yang ada disampignnya, yang dicubit hanya terkekeh gemas melihat kekasihnya yang salah tingkah.

“Ayo kita ke perpustakaan! Eh tapi nanti mam dulu ya, kamu belum beli mam siang kan? Ezra bertanya pada Aciel sambil merampas bungkus cimol yang sedang Aciel pegang dan memakannya.

“Hmmmm okay! Aku belum mam sih, tadinya mau pesen mie ayam tapi takut kakak cepet sampe kesininya. Oh iya aku mau makan katsu ya! Sama sushi!” Ucap Aciel girang menyebutkan menu makan siang yang ingin ia makan.

“Jangan makan mie ayam kecil!! Kamu tuh masih belum sembuh banget. Tau gak tadi aku udah ditegur bang Ian ntar kalo aku ngebiarin kamu makan mie ayam bisa dicabut surat izin jadi pacar kamunya.”

“Ampun deh bang Ian orang aku jajan cimol juga gak pedes. Terus makan mie ayamnya juga gajadi huh. Lagian yang pacaran juga kita ihhh!!” Ucap Aciel sambil mengempoutkan bibirnya

“Yaa tapikan izin dan restu aku buat jadi pendamping kamu tuh semua ada ditangan dia sayangku..” Ezra mengelus pelan rambut Aciel yang halus.

“Kalau aku gak berhasil untuk jaga kamu ya abang pasti kecewa sama aku.”

“Issh iya sih, tapikan bang Ian kebiasaan suka ikut campur. Aku sebel banget deh.”

“Dia lakuin itu karena sayang sama kamu cil...” Ezra merangkul Aciel untuk menyadarkan badan mungilnya pada bahunya.

Ezra kembali berkata “Aku aja iri loh sama kamu, bisa dapet perhatian yang sebegitu besarnya dari abang kamu. Kalau aku malah.. Yaa kamu tau sendiri abang aku gimana. Ngakuin aku jadi adik aja engga..”

Ezra tiba-tiba melow mengingat bagaimana hubungan ia dengan sang kakak yang sekarang entah dimana.

Aciel yang melihat Ezra yang menjadi sendu memeluk kekasihnya dari samping dan berucap “Maafin aku ya ka.. Gara-gara aku kakak jadi keinget sama dia. Jangan sedih ya ka Eja, nanti aku sedih juga nih huhuhu.”

Ezra tertawa mendengar penuturan dan tingkah laku kekasihnya. “Gapapa cil, yang penting dia tetep abang aku meskipun aku gak diakui. Terus aku juga punya bang Ian yang bisa gantiin sosok abang di kehidupan aku.” Ucap Ezra sambil membalas pelukan kekasihnya.

“Janji sama aku ya cil, sekarang kamu harus lebih nurut lagi sama bang Ian. Apalagi abangkan mau nikah tuh, nanti pasti kamu bakalan kangen sama dia.”

Mendengar ucapan Ezra Aciel hanya menganggukan kepalanya. Rupanya si kecil agak sedikit sedih mengingat kalau abangnya sebentar lagi akan menikah dengan sahabatnya.

“Yauda sekarang yuk kita pergi? Nanti keburu perpustakaannya tutup. Belum kamu kalo makan lama.”

Ezra melepaskan pelukannya dan beranjak dari kursi. Ia menggandeng tangan Aciel untuk segera pergi dari kantin.

“Ih kan saat makan tuh gak boleh buru-buru tau, kita makan harus pelan-pelan. Soalnya nanti selain bikin kenyang lebih lama, makan pelan-pelan itu ngebantu proses pencernaan makanan. Soalnya kalo kita makannya lama, makanannya itu jadi semakin halus terus bakalan mudah diserap tubuh untuk menghasilkan energi buat kita beraktivitas!”

Aciel protes dengan mengeluarkan ilmu biologinya, kembali membuat Ezra tertawa.

“Hahahaha aduhh iyadeh iya bapak scientist ngejelasinnya sampe detail banget.”

“Ih apaan aku masih muda jangan panggil bapak.” Aciel kembali protes dengan ucapan kekasihnya.

“Iyaa deh yang masih muda bukan bapak-bapak.”

“Emang aku masih muda wlee. Emang ka Eja yang udah tua.” Aciel meledek kekasihnya yang padahal hanya berbeda dua tahun dengannya.

“Tua begini juga kamu naksir kan. Ya kan ya kan??” Ezra kembali menggoda kekasihnya sambil memberikan gestur alis yang naik turun.

“Hahahaha apasih kaa! Udah ah ayooo pergi dari siniiii.” Aciel menarik lengan Eja dan meninggalkan kantin menuju parkiran.

Setelah mereka masuk ke dalam mobil dan memasang seatbelt saat Ezra sudah menyalahkan mesin mobil ia berkata.. “Cil tadi cimolnya enak juga deh. Besok beliin aku terus dibungkus ya?”

“Lah ka Eja suka? Oke besok aku beliin, tapi aku beli juga ya???” Aciel menjawab sambil mengetik sesuatu di handphonenya.

Ezra menjawab keinginan kekasihnya untuk mendapatkan cimol juga “Lah kamu mah jangan beli, orang buat aku aja. Kamu mah minta ke aku aja ya nanti, oke?”

“Dihh pelitt bangeet!!”

Ezra kembali berkata “Ingett baru sembuh sakit.”

“Ya tapikan.... Ah yaudah deh iya.” Aciel akhirnya mengakhiri sedikit perdebatan tentang cimol.

“Nah gitu dong pacarnya kakak emang paling pinter.” Ucap Ezra sambil mengusak gemas rambut kekasihnya.

Perkara cimol, susu beruang, dan perpustakaan

Me+U = ❤

Kini Changmin sudah masuk ke dalam mobil Younghoon. Agak sedikit canggung untuk keduanya berada di mobil yang tidak banyak orang, karena mereka jarang berduaan seperti saat ini karena biasanya mereka hanya bertemu di sekolah dan beberapa kali Younghoon mengantar Changmin menggunakan angkutan umum.

“Kamu udah sarapan cil?” Younghoon memulai percakapan agar atmosfer di mobilnya tidak terlalu canggung.

“Humm udah kak! Tadi kebetulan bunda udah buatin sandwich, Kak Nyangun udah sarapan belum? Kalau belum ini aku bawain tadi bunda sekalian buatin buat kakak juga.” Ucap si kecil sambil membuka kotak bekal yang ia bawa dari rumah dan mengeluarkan satu buah sandwich yang menggugah selera.

“Kebetulan belum sih cil. Wahh jadi gak enak nih aku sama bunda, tolong nanti bilangin makasih ya udah buatin sarapan buat aku!” Younghoon menjawab dengan sumringah, tak menyangka jika ia akan dibuatkan bekal oleh sang calon mertua.

“Uh siap! Nanti aku bilangin bunda, lagian ngga apa-apa kok kak kan kamu udah mau anterin aku. Oh iya nih sandwichnya, pelan-pelan ya kak makannya.” Changmin memberikan bekal yang sudah dibuatkan oleh sang bunda kepada kakak tingkatnya dan Younghoon dengan sigap langsung mengambilnya dengan sedikit modus memegang tangan si kecil yang membuat jantung keduanya berdetak tak karuan.

“Eh? Maaf cil tangannya ikut kebawa hehehehe..” Younghoon melepaskan tangan Changmin perlahan membuat sang pemilik tersipu malu membuat pipinya merona merah, yang membuat Younghoon gemas karenanya.

“Ehh iya kak ngga apa-apa kok hehehe. Dipegang terus juga boleh kok, aku suka tangan Kak Nyangun. Hangat..”

Younghoon yang mendengar ucapan Changmin yang tiba-tiba itu terdiam. Mencoba mencerna apa yang “calon kekasihnya” tadi ucapkan.

Dipegang terus juga boleh kok, aku suka tangan Kak Nyangun. Hangat..

Tolong selamatkan jantung Younghoon agar tak keluar dari tubuhnya. Karena ia tak sanggup!!!!

Kini Younghoon kembali menyimpan sandwichnya pada kotak bekal dan merubah posisinya jadi menghadap si kecil yang sedang menunduk sambil tersipu malu karena telah berbicara spontan seperti tadi. Ia mengangkat dagu Changmin perlahan, tak lupa memberikan senyum terbaik yang Younghoon punya yang makin membuat Changmin tersipu malu.

“Kamu... Yang tadi.. Bisa di ulang gak apa yang tadi kamu bilang?”

Tanya Younghoon yang membuat Changmin deg-degan bukan main. Ia memainkan kedua tangannya pada ujung kemeja yang ia pakai, ia malu untuk mengulang apa yang telah ia ucapkan tadi.

“Uhh emangnya tadi aku ngomong apa yah ka?”

“Eyyyyy kok pura-pura lupa sih cil??!” Younghoon menggoda Changmin yang pipinya semakin merah seperti tomat.

“Ihhh Kak nyangun mah~~ Aku malu tau!” Changmin memukul lengan Younghoon berkali-kali, yang dipukul malah semakin gemas dengan tingkah laku calon pacarnya.

Younghoon membawa si kecil ke dalam pelukannya membuat Changmin berhenti menggerakan tangannya untuk memukul Younghoon. Changmin terdiam kaku karena tak menyangka akan dipeluk oleh orang yang selama ini ia suka.

“Kamu tuh gemes banget sih cil astaga... Aku tuh gak kuat tau gak sama semua tentang kamu. Duh gimana nih aku makin cinta aja sama kamu. Jadi pacar aku yuk cil? Biar aku bisa peluk kamu setiap hari kaya gini.”

Younghoon sebenarnya tak ingin mengutarakan perasaannya dengan situasi seperti ini, namun ia tak tahan untuk berlama-lama tanpa status dengan adik tingkatnya yang membuat hari-harinya berwarna.

Teringat juga jika ia memiliki saingan yang banyak, seperti contohnya Lee Juyeon dan Lee Hyunjae yang merupakan primadona sekolahnya, Choi Soobin adik tingkatnya yang sering sekali nempel ke Changmin atau Kim Sunwoo si brandal yang diam-diam juga menaruh hati pada Changmin. Benar apa kata Jacob, ia harus gerak cepat agar tidak ada yang bisa memiliki si kecil.

Changmin yang sedang dipeluk kaget mendengar ucapan Younghoon. Ia melepaskan pelukan keduanya dan menatap Younghoon yang ikut menatapnya dengan penuh cinta.

“T-tadi kak Nyangun bilang apa?”

“Jadi pacar aku yuk cil? Biar aku bisa terus peluk kamu kaya tadi, biar aku bisa genggam tangan kamu sepuasnya, biar aku bisa mamerin kamu ke semua orang kalau aku punya pacar yang lucu, gemesin, pinter nari, penyayang binatang, gak takut hantu. Ji Changmin kamu mau kan jadi pacar aku?

Changmin yang mendengar ucapan cinta dari Younghoon hanya bisa menganggukan kepalanya dan kembali masuk dalam pelukan hangat tubuh Younghoon. Younghoon mendekap erat tubuh tubuh Changmin yang sekarang resmi menjadi kekasihnya, tak lupa ia memberikan kecupan di kepalanya.

“Makasih udah mau terima aku ya cil. I love you so much!”

I love you too Kak Nyangun... Changmin sayang banget sama Kak Nyangun.” Ucap Changmin yang masih di dalam pelukan Younghoon.

. . . .

Setelah berpelukan lama kini Younghoon melepaskan pelukan keduanya dan tersenyum menatap Changmin yang juga menatap penuh cinta padanya.

“Aduhh pacar aku gemes banget sihhh!!!!” Younghoon mencubit gemas pipi Changmin, yang dicubit hanya bisa pasrah oleh apa yang dilakukan kekasihnya.

“Kakkk udah ihh.. Udah jam berapa nih ayo cepet kita otw kesekolah Kak Cobie.” Changmin merengek untuk segera berangkat sementara Younghoon masih ingin berlama-lama dengan kekasihnya.

“Hmmm gak usah pergi aja yuk cil? Hari ini kita ngedate aja numpung weekend.”

“Ih tapikan aku udah janji sama Kak Cobie mau kesana..” Changmin sedikit tak enak kalau tidak pergi ke acara kelulusan tetangga terbaiknya itu. Namun ia juga sebenarnya ingin berduaan dengan Younghoon.

“Gak apa-apa nanti aku chat Jacob bilang kamu sama aku gak jadi dateng, pasti dia ngerti kok. Oke?” Younghoon mencoba sedikit mengibur Changmin. Ia mengambil handphonenya dan mengirimkan pesan pada kawannya bahwa ia tidak bisa datang karena akan kencan dengan Changmin.

“Nih udah aku chat orangnya. Jadi sekarang kita langsung pergi aja yah? Kamu mau kemana? Pantai? Taman bermain? Perpustakaan?” Ucap Younghoon sambil menunjukan pesannya pada Jacob tadi.

Changmin yang membaca pesannya tersenyum lega dan mulai antusias untuk pergi berdua dengan kekasihnya.

“Hummm aku mau jalan-jalan dipinggiran kota sambil kulineran aja boleh gak kak?”

“Boleh dong! Mau kemana aja boleh asal kamu seneng. Sekarang pakai seltbelt dan kita berangkaat!!”

Younghoon mengiyakan keinginan kekasihnya tanpa pikir panjang dan segera mengendarai mobilnya ke tempat yang Changmin maksud.