Amoreclouds

**Me+U = ❤ **

Kini Changmin sudah masuk ke dalam mobil Younghoon. Agak sedikit canggung untuk keduanya berada di mobil yang tidak banyak orang, karena mereka jarang berduaan seperti saat ini karena biasanya mereka hanya bertemu di sekolah dan beberapa kali Younghoon mengantar Changmin menggunakan angkutan umum.

“Kamu udah sarapan cil?” Younghoon memulai percakapan agar atmosfer di mobilnya tidak terlalu canggung.

“Humm udah kak! Tadi kebetulan bunda udah buatin sandwitch, Kak Nyangun udah sarapan belum? Kalau belum ini aku bawain tadi bunda sekalian buatin buat kakak juga.” Ucap si kecil sambil membuka kotak bekal yang ia bawa dari rumah dan mengeluarkan satu buah sandwitch yang menggugah selera.

“Kebetulan belum sih cil. Wahh jadi gak enak nih aku sama bunda, tolong nanti bilangin makasih ya udah buatin sarapan buat aku!” Younghoon menjawab dengan sumringah, tak menyangka jika ia akan dibuatkan bekal oleh sang calon mertua.

“Uh siap! Nanti aku bilangin bunda, lagian ngga apa-apa kok kak kan kamu udah mau anterin aku. Oh iya nih sandwitchnya, pelan-pelan ya kak makannya.” Changmin memberikan bekal yang sudah dibuatkan oleh sang bunda kepada kakak tingkatnya dan Younghoon dengan sigap langsung mengambilnya dengan sedikit modus memegang tangan si kecil yang membuat jantung keduanya berdetak tak karuan.

“Eh? Maaf cil tangannya ikut kebawa hehehehe..” Younghoon melepaskan tangan Changmin perlahan membuat sang pemilik tersipu malu membuat pipinya merona merah, yang membuat Younghoon gemas karenanya.

“Ehh iya kak ngga apa-apa kok hehehe. Dipegang terus juga boleh kok, aku suka tangan Kak Nyangun. Hangat..”

Younghoon yang mendengar ucapan Changmin yang tiba-tiba itu terdiam. Mencoba mencerna apa yang “calon kekasihnya” tadi ucapkan.

Dipegang terus juga boleh kok, aku suka tangan Kak Nyangun. Hangat..

Tolong selamatkan jantung Younghoon agar tak keluar dari tubuhnya. Karena ia tak sanggup!!!!

Kini Younghoon kembali menyimpan sandwitchnya pada kotak bekal dan merubah posisinya jadi menghadap si kecil yang sedang menunduk sambil tersipu malu karena telah berbicara spontan seperti tadi. Ia mengangkat dagu Changmin perlahan, tak lupa memberikan senyum terbaik yang Younghoon punya yang makin membuat Changmin tersipu malu.

“Kamu... Yang tadi.. Bisa di ulang gak apa yang tadi kamu bilang?”

Tanya Younghoon yang membuat Changmin deg-degan bukan main. Ia memainkan kedua tangannya pada ujung kemeja yang ia pakai, ia malu untuk mengulang apa yang telah ia ucapkan tadi.

“Uhh emangnya tadi aku ngomong apa yah ka?”

“Eyyyyy kok pura-pura lupa sih cil??!” Younghoon menggoda Changmin yang pipinya semakin merah seperti tomat.

“Ihhh Kak nyangun mah~~ Aku malu tau!” Changmin memukul lengan Younghoon berkali-kali, yang dipukul malah semakin gemas dengan tingkah laku calon pacarnya.

Younghoon membawa si kecil ke dalam pelukannya membuat Changmin berhenti menggerakan tangannya untuk memukul Younghoon. Changmin terdiam kaku karena tak menyangka akan dipeluk oleh orang yang selama ini ia suka.

“Kamu tuh gemes banget sih cil astaga... Aku tuh gak kuat tau gak sama semua tentang kamu. Duh gimana nih aku makin cinta aja sama kamu. Jadi pacar aku yuk cil? Biar aku bisa peluk kamu setiap hari kaya gini.”

Younghoon sebenarnya tak ingin mengutarakan perasaannya dengan situasi seperti ini, namun ia tak tahan untuk berlama-lama tanpa status dengan adik tingkatnya yang membuat hari-harinya berwarna.

Teringat juga jika ia memiliki saingan yang banyak, seperti contohnya Lee Juyeon dan Lee Hyunjae yang merupakan primadona sekolahnya, Choi Soobin adik tingkatnya yang sering sekali nempel ke Changmin atau Kim Sunwoo si brandal yang diam-diam juga menaruh hati pada Changmin. Benar apa kata Jacob, ia harus gerak cepat agar tidak ada yang bisa memiliki si kecil.

Changmin yang sedang dipeluk kaget mendengar ucapan Younghoon. Ia melepaskan pelukan keduanya dan menatap Younghoon yang ikut menatapnya dengan penuh cinta.

“T-tadi kak Nyangun bilang apa?”

“Jadi pacar aku yuk cil? Biar aku bisa terus peluk kamu kaya tadi, biar aku bisa genggam tangan kamu sepuasnya, biar aku bisa mamerin kamu ke semua orang kalau aku punya pacar yang lucu, gemesin, pinter nari, penyayang binatang, gak takut hantu. Ji Changmin kamu mau kan jadi pacar aku?

Changmin yang mendengar ucapan cinta dari Younghoon hanya bisa menganggukan kepalanya dan kembali masuk dalam pelukan hangat tubuh Younghoon. Younghoon mendekap erat tubuh tubuh Changmin yang sekarang resmi menjadi kekasihnya, tak lupa ia memberikan kecupan di kepalanya.

“Makasih udah mau terima aku ya cil. I love you so much!”

I love you too Kak Nyangun... Changmin sayang banget sama Kak Nyangun.” Ucap Changmin yang masih di dalam pelukan Younghoon.

. . . .

Setelah berpelukan lama kini Younghoon melepaskan pelukan keduanya dan tersenyum menatap Changmin yang juga menatap penuh cinta padanya.

“Aduhh pacar aku gemes banget sihhh!!!!” Younghoon mencubit gemas pipi Changmin, yang dicubit hanya bisa pasrah oleh apa yang dilakukan kekasihnya.

“Kakkk udah ihh.. Udah jam berapa nih ayo cepet kita otw kesekolah Kak Cobie.” Changmin merengek untuk segera berangkat sementara Younghoon masih ingin berlama-lama dengan kekasihnya.

“Hmmm gak usah pergi aja yuk cil? Hari ini kita ngedate aja numpung weekend.”

“Ih tapikan aku udah janji sama Kak Cobie mau kesana..” Changmin sedikit tak enak kalau tidak pergi ke acara kelulusan tetangga terbaiknya itu. Namun ia juga sebenarnya ingin berduaan dengan Younghoon.

“Gak apa-apa nanti aku chat Jacob bilang kamu sama aku gak jadi dateng, pasti dia ngerti kok. Oke?” Younghoon mencoba sedikit mengibur Changmin. Ia mengambil handphonenya dan mengirimkan pesan pada kawannya bahwa ia tidak bisa datang karena akan kencan dengan Changmin.

“Nih udah aku chat orangnya. Jadi sekarang kita langsung pergi aja yah? Kamu mau kemana? Pantai? Taman bermain? Perpustakaan?” Ucap Younghoon sambil menunjukan pesannya pada Jacob tadi.

Changmin yang membaca pesannya tersenyum lega dan mulai antusias untuk pergi berdua dengan kekasihnya.

“Hummm aku mau jalan-jalan dipinggiran kota sambil kulineran aja boleh gak kak?”

“Boleh dong! Mau kemana aja boleh asal kamu seneng. Sekarang pakai seltbelt dan kita berangkaat!!”

Younghoon mengiyakan keinginan kekasihnya tanpa pikir panjang dan segera mengendarai mobilnya ke tempat yang Changmin maksud.

PERTEMUAN PERTAMA: SEMOGA INDAH

Kini Changmin sudah masuk ke dalam mobil Younghoon. Agak sedikit canggung untuk keduanya berada di mobil yang tidak banyak orang, karena mereka jarang berduaan seperti saat ini karena biasanya mereka hanya bertemu di sekolah dan beberapa kali Younghoon mengantar Changmin menggunakan angkutan umum.

“Kamu udah sarapan cil?” Younghoon memulai percakapan agar atmosfer di mobilnya tidak terlalu canggung.

“Humm udah kak! Tadi kebetulan bunda udah buatin sandwitch, Kak Nyangun udah sarapan belum? Kalau belum ini aku bawain tadi bunda sekalian buatin buat kakak juga.” Ucap si kecil sambil membuka kotak bekal yang ia bawa dari rumah dan mengeluarkan satu buah sandwitch yang menggugah selera.

“Kebetulan belum sih cil. Wahh jadi gak enak nih aku sama bunda, tolong nanti bilangin makasih ya udah buatin sarapan buat aku!” Younghoon menjawab dengan sumringah, tak menyangka jika ia akan dibuatkan bekal oleh sang calon mertua.

“Uh siap! Nanti aku bilangin bunda, lagian ngga apa-apa kok kak kan kamu udah mau anterin aku. Oh iya nih sandwitchnya, pelan-pelan ya kak makannya.” Changmin memberikan bekal yang sudah dibuatkan oleh sang bunda kepada kakak tingkatnya dan Younghoon dengan sigap langsung mengambilnya dengan sedikit modus memegang tangan si kecil yang membuat jantung keduanya berdetak tak karuan.

“Eh? Maaf cil tangannya ikut kebawa hehehehe..” Younghoon melepaskan tangan Changmin perlahan membuat sang pemilik tersipu malu membuat pipinya merona merah, yang membuat Younghoon gemas karenanya.

“Ehh iya kak ngga apa-apa kok hehehe. Dipegang terus juga boleh kok, aku suka tangan Kak Nyangun. Hangat..”

Younghoon yang mendengar ucapan Changmin yang tiba-tiba itu terdiam. Mencoba mencerna apa yang “calon kekasihnya” tadi ucapkan.

Dipegang terus juga boleh kok, aku suka tangan Kak Nyangun. Hangat..

Tolong selamatkan jantung Younghoon agar tak keluar dari tubuhnya. Karena ia tak sanggup!!!!

Kini Younghoon kembali menyimpan sandwitchnya pada kotak bekal dan merubah posisinya jadi menghadap si kecil yang sedang menunduk sambil tersipu malu karena telah berbicara spontan seperti tadi. Ia mengangkat dagu Changmin perlahan, tak lupa memberikan senyum terbaik yang Younghoon punya yang makin membuat Changmin tersipu malu.

“Kamu... Yang tadi.. Bisa di ulang gak apa yang tadi kamu bilang?”

Tanya Younghoon yang membuat Changmin deg-degan bukan main. Ia memainkan kedua tangannya pada ujung kemeja yang ia pakai, ia malu untuk mengulang apa yang telah ia ucapkan tadi.

“Uhh emangnya tadi aku ngomong apa yah ka?”

“Eyyyyy kok pura-pura lupa sih cil??!” Younghoon menggoda Changmin yang pipinya semakin merah seperti tomat.

“Ihhh Kak nyangun mah~~ Aku malu tau!” Changmin memukul lengan Younghoon berkali-kali, yang dipukul malah semakin gemas dengan tingkah laku calon pacarnya.

Younghoon membawa si kecil ke dalam pelukannya membuat Changmin berhenti menggerakan tangannya untuk memukul Younghoon. Changmin terdiam kaku karena tak menyangka akan dipeluk oleh orang yang selama ini ia suka.

“Kamu tuh gemes banget sih cil astaga... Aku tuh gak kuat tau gak sama semua tentang kamu. Duh gimana nih aku makin cinta aja sama kamu. Jadi pacar aku yuk cil? Biar aku bisa peluk kamu setiap hari kaya gini.”

Younghoon sebenarnya tak ingin mengutarakan perasaannya dengan situasi seperti ini, namun ia tak tahan untuk berlama-lama tanpa status dengan adik tingkatnya yang membuat hari-harinya berwarna.

Teringat juga jika ia memiliki saingan yang banyak, seperti contohnya Lee Juyeon dan Lee Hyunjae yang merupakan primadona sekolahnya, Choi Soobin adik tingkatnya yang sering sekali nempel ke Changmin atau Kim Sunwoo si brandal yang diam-diam juga menaruh hati pada Changmin. Benar apa kata Jacob, ia harus gerak cepat agar tidak ada yang bisa memiliki si kecil.

Changmin yang sedang dipeluk kaget mendengar ucapan Younghoon. Ia melepaskan pelukan keduanya dan menatap Younghoon yang ikut menatapnya dengan penuh cinta.

“T-tadi kak Nyangun bilang apa?”

“Jadi pacar aku yuk cil? Biar aku bisa terus peluk kamu kaya tadi, biar aku bisa genggam tangan kamu sepuasnya, biar aku bisa mamerin kamu ke semua orang kalau aku punya pacar yang lucu, gemesin, pinter nari, penyayang binatang, gak takut hantu. Ji Changmin kamu mau kan jadi pacar aku?

Changmin yang mendengar ucapan cinta dari Younghoon hanya bisa menganggukan kepalanya dan kembali masuk dalam pelukan hangat tubuh Younghoon. Younghoon mendekap erat tubuh tubuh Changmin yang sekarang resmi menjadi kekasihnya, tak lupa ia memberikan kecupan di kepalanya.

“Makasih udah mau terima aku ya cil. I love you so much!”

I love you too Kak Nyangun... Changmin sayang banget sama Kak Nyangun.” Ucap Changmin yang masih di dalam pelukan Younghoon.

. . . .

Setelah berpelukan lama kini Younghoon melepaskan pelukan keduanya dan tersenyum menatap Changmin yang juga menatap penuh cinta padanya.

“Aduhh pacar aku gemes banget sihhh!!!!” Younghoon mencubit gemas pipi Changmin, yang dicubit hanya bisa pasrah oleh apa yang dilakukan kekasihnya.

“Kakkk udah ihh.. Udah jam berapa nih ayo cepet kita otw kesekolah Kak Cobie.” Changmin merengek untuk segera berangkat sementara Younghoon masih ingin berlama-lama dengan kekasihnya.

“Hmmm gak usah pergi aja yuk cil? Hari ini kita ngedate aja numpung weekend.”

“Ih tapikan aku udah janji sama Kak Cobie mau kesana..” Changmin sedikit tak enak kalau tidak pergi ke acara kelulusan tetangga terbaiknya itu. Namun ia juga sebenarnya ingin berduaan dengan Younghoon.

“Gak apa-apa nanti aku chat Jacob bilang kamu sama aku gak jadi dateng, pasti dia ngerti kok. Oke?” Younghoon mencoba sedikit mengibur Changmin. Ia mengambil handphonenya dan mengirimkan pesan pada kawannya bahwa ia tidak bisa datang karena akan kencan dengan Changmin.

“Nih udah aku chat orangnya. Jadi sekarang kita langsung pergi aja yah? Kamu mau kemana? Pantai? Taman bermain? Perpustakaan?” Ucap Younghoon sambil menunjukan pesannya pada Jacob tadi.

Changmin yang membaca pesannya tersenyum lega dan mulai antusias untuk pergi berdua dengan kekasihnya.

“Hummm aku mau jalan-jalan dipinggiran kota sambil kulineran aja boleh gak kak?”

“Boleh dong! Mau kemana aja boleh asal kamu seneng. Sekarang pakai seltbelt dan kita berangkaat!!”

Younghoon mengiyakan keinginan kekasihnya tanpa pikir panjang dan segera mengendarai mobilnya ke tempat yang Changmin maksud.

TENTANG DIA

-

Younghoon pov

. . . .

Gue udah deg-degan banget akhirnya bisa jalan bareng sama adik kelas yang udah berhasil bikin gue uring-uringan dua bulan ini.

Namanya Ji Changmin dari kelas XI IPA 2. Gue selalu suka manggil dia kecil karena emang badan dia yang kecil banget gak kaya anak SMA tapi kaya anak SMP..

Gue jatuh cinta pada pandangan pertama saat liat dia di kantin makan bakso sama temennya, si Choi Chanhee. Aneh kan?

Tapi namanya juga cinta datengnya suka gak ketebak. Gak tau kenapa saat liat dia makan gue gemes banget, pipinya yang penuh dengan makanan pingin banget gue cubit.

Sekarang gue udah sampai di depan rumah dia. Asli!!! Asli!!! Gue deg-degan banget soalnya dalam seumur hidup gue gak pernah tuh jemput orang lain selain kakak dan bunda alias GUE JOMBLO DARI LAHIR jadi gak tau harus bersikap kaya gimana.

Duhhhhhh mana tiba-tiba mules lagi. Jangan sampe gue jadi izin ke kamar mandi rumah dia buat nyetor! Malu-maluin banget asliii!!! Akhirnya gue memutuskan untuk menelepon dia untuk bilang kalau gue udah ada di depan rumahnya. Tak lama kemudian keluarlah dia dengan pakaian yang casual tapi tetap membuat dia keliatan indah dan menggemaskan.

Aduhh boleh gak sih jadiin dia pacar????

#Agen6702 – bbangkyu

Misi berbahaya

Tw/ fighting , blood .


Ji changmin si keras kepala tetap datang untuk menyelesaikan misi terakhirnya sebelum ia mengundurkan diri menjadi salah satu agen rahasia di Korea. Dengan keadaan paha yang masih dibalut perban, beberapa bekas luka di tangan dan wajahnya ia berjalan terseok-seok ia masuk ke dalam mobil yang sedari tadi sudah ada agen lain, yaitu agen 67 tak lain adalah sang kekasih.

Changmin duduk dengan perlahan kemudian memasang seatbelt miliknya dan lanjut mengabarkan leadernya bahwa ia telah bersama agen 67 dan segera berangkat ke lokasi. Kim Younghoon sang agen 67 segera mengendarai mobilnya dengan laju yang cukup cepat.

. . . . Keadaan selama perjalanan di mobil sangat lah sepi tidak seperti biasanya saat mereka biasa menjalankan misi berdua, akan ada perbincangan diantara keduanya kadang pula diselipkan canda dan tawa. Younghoon yang marah pada partner sekaligus kekasihnya ini hanya diam sambil mengepalkan tangannya di atas kemudi sementara Changmin menolehkan kepalanya ke luar jendela.

. . . .

Akhirnya setelah mereka sampai di tempat tujuan, sebelum mereka berdua keluar Younghoon menahan pergelangan tangan Changmin yang akan turun dari mobil. Ia memegang bahu kekasihnya dan menatap kedua mata yang selalu menjadi favoritenya itu.

“Tolong kalau kamu udah gak sanggup buat selesaiin misi ini kamu telpon agen 11 dan agen 98, mereka sudah aku suruh stand by di dekat sini. Aku mohon sama kamu untuk tetap selamat. Kamu paham kan?

Younghoon memohon pada Changmin dengan sorot mata yang tegas namun terselip kekhawatiran yang dalam. Changmin hanya bisa menjawab dengan sebuah anggukan dan kemudian memeluk kekasihnya dengan sangat erat.

Younghoon membalas dengan memeluk erat Changmin sambil menciumi pucuk kepala kekasihnya. Ia begitu khawatir dengan kondisi kekasihnya, meskipun Younghoo tahu kalau Changmin memiliki pain tolerance yang tinggi tapi tetap saja keadaan Changmin saat ini sangat tidak baik. Dan untuk menjalankan misi yang lebih berbahaya dari yang sebelumnya ini butuh keadaan yang sehat.

Younghoon kemudian melepaskan pelukan mereka, ia lalu menangkup pipi Changmin yang banyak memiliki luka. Ia tatap kekasihnya dengan penuh cinta lalu Younghoon mencium mata, hidung, serta kedua pipi Changmin dan setelahnya ia melumat perlahan bibir yang selalu jadi candu untuknya.

“Tolong jangan buat aku semakin khawatir oke? Kalau gak sanggup kamu bisa langsung masuk ke mobil dan balik ke markas. Mari kita selesaikan misi ini dengan sempurna dan kembali dalam keadaan hidup.”

“Baik agen 67! Sekarang ayo kita selesaikan misi ini bersama-sama!”

Akhirnya Younghoon dan Changmin keluar dari mobil dan segera berpisah. Changmin bersama 10 orang timnya menuju ke arah timur sementara Younghoon bersama 10 orang timnya ke arah barat.

. . . .

Setelah 30 menit mereka berpencar, akhirnya mereka bertemu dititik pusat dimana musuh yang sesungguhnya sudah berada disana.

Untuk bisa mencapai titik pusat Changmin beserta tim yang kini sisa 3 orang sangatlah sulit.

Bisa dilihat bagaimana Changmin yang wajahnya penuh dengan darah segar, luka dipahanya bekas tembakan kemarin kembali terbuka dan mengeluarkan darah sementara 3 orang lainnya terluka dibagian lengan dan kepala.

Sementara Younghoon beserta tim yang sisa 5 orang hanya terluka dibagian tangan saja. Younghoon yang melihat bagaimana kekasihnya terluka begitu parah langsung menghampirinya.

“Sudah saya bilang kalau gak sanggup untuk menyelesaikan misi ini, tolong berhenti agen 02!” Younghoon memarahi Changmin dengan matanya yang merah menahan amarah yang bercampur dengan rasa khawatir.

“Bagaimana mungkin kau akan menyelesaikan misi ini kalau keadaan kau saja sudah terluka begitu parah?!” “Biar saya beserta tim yang menyelesaikan misi ini dan kalian kembali ke markas!”

Changmin yang tak terima karena disuruh kembali ke markas padahal timnya sudah ambruk begitu banyak menarik kerah agen 67 dengan kencang.

“Apa-apaan kau menyuruhku untuk mundur! Tidak lihat sudah 7 orang dari timku yang gugur?!!! Aku tak akan mungkin membiarkan mereka lolos! Aku akan menangkap mereka meskipun aku harus mati!”

“TAPI KEADAAN KAU TERLUKA PARAH JI CHANGMIN!”

“PERSETAN DENGAN KEADAAN! AKU AKAN BUNUH MEREKA SEMUA.”

#HappybirthdayMaMAN – Cobmil canon AU🍐🐻

Special for Hyunjae's birthday🎂🎁🎈

Sorry for typo, happy reading!


Pada malam minggu tanggal 12 September 2021 semua member The Boyz telah menyelesaikan kegiatan mereka, meskipun ada kendala saat mereka ingin pulang ke dorm karena beberapa member terjebak di dalam elevator tapi syukurlah mereka berhasil dievakuasi dan bisa kembali ke dorm masing-masing.

Karena dorm member sudah dibagi menjadi dua, Jacob yang berada di dorm lama yang telah selesai dengan ritual mandi dan berganti pakaian yang nyaman ia segera bergegas menyiapkan perlengkapan untuk merayakan ulang tahun kekasihnya yang dalam hitungan menit akan menginjak usia 25 tahun. Kebetulan saat pagi hari ia telah membuat kue berbekal dari menonton youtube selama berhari-hari.

Aduh tinggal sepuluh menit lagi sebelum tanggal 13. Keburu gak ya ke lantai atas, belum selesai semua lagi niup balonnya.

Jacob melirik jam dinding 11.50 PM, ia terburu-buru menyelesaikan bawaan untuk mini suprisenya yang akhirnya membuat gaduh dorm dan mengusik waktu istirahat anak-anak membuat Sunwoo merasa sedikit terganggu mencoba menghampiri asal kegaduhan tersebut.

“Hyung kenapa berisik banget. Eh? Mau siapin ulang tahun Hyunjae Hyung ya?”

Sunwoo menegur Jacob yang sedang mencari piring dan garpu plastik di dalam laci.

“Eh iya nih Nu hehehe. Maaf ya kamu ke ganggu ya?”

Jacob yang telah mengambil piring dan garpu kini memasukan kue buatannya ke dalam box, lalu kembali meniup balon-balon yang masih belum ditiup.

“Ya lumayan ganggu sih tapi gapapa ko! Mau dibantuin gak hyung? Sebentar lagi jam dua belas loh.”

“Eh? Boleh deh. Sekalian bantuin bawa ke dorm atas ya Nu?”

Sunwoo langsung mengambil balon yang tersisa dan segera meniup balonnya. “Iya hyung gampang itu mah. Ayo buruan dikerjain!”

“Okayy thank you brother!”

. . . . .

Akhirnya setelah selesai semua kini Jacob ditemani oleh Sunwoo langsung mendatangi dorm atas. Tanpa memencet bel, sang leader telah membukakan pintu untuk mereka berdua.

“Makasih hyung udah bukain pintu, by the way Hyunjae udah tidur ya?”

Jacob dan Sunwoo langsung pergi ke ruang makan dan menyiapkan kue dengan lilin yang disesuaikan dengan umur Hyunjae, mengeluarkan piring, garpu, dan pisau plastik beserta balon-balon yang telah mereka siapkan sebelumnya.

“Tadi sih abis mandi dia main game sama Juyeon, tapi kayanya udah selesai terus pada masuk kamar masing-masing. Mungkin udah tidur kali.”

“Hooo gitu ya, hyung mau ikut suprisein dia gak?”

Jacob kembali bertanya sambil menyalan api pada lilin ulang tahun. Sementara Sunwoo sudah meninggalkan mereka dan pergi ke kamar Juyeon.

“Hmmmm kayanya gak usah deh, Jacob aja yang kasih suprise hyung mau telponan sama Chanhee.”

“Oalahh mau ngebucin, yaudah deh aku ke kamar Hyunjae dulu ya hyung!”

“Hahaha begitulah, okee semoga sukses supriseinnya!”

. . . . .

Sekarang Jacob sudah berada di dalam kamar sang kekasih, sedikit berterima kasih pada Hyunjae yang sering lupa untuk mengunci pintu jadi ia bisa masuk kamar kekasihnya dengan mudah.

Jacob melihat Hyunjae telah tertidur dengan ponsel yang masih ada digenggamannya. Setelah menyimpan balon-balon di dekat meja game kekasihnya, Ia menghampiri Hyunjae lalu duduk di samping kasur dengan perlahan dan mengambil ponsel kekasihnya. Ia tersenyum melihat layar ponsel Hyunjae yang menyala menampilkan kolom pesan yang berisikan chat mereka tadi pagi.

Ahhh dia tertidur karena menunggu pesan dariku? Gemas sekali bayi beruangkuu.

Jacob yang gemas dengan kekasihnya akhirnya dengan perasaan sedikit tidak tega mencoba membangunkan Hyunjae dengan perlahan.

“Hyunjae... Sayang... Bangun..”

“Hyunjae.. Bangun.. Cobie disini~”

Jacob menggoyankan tubuh Hyunjae sambil berbisik ditelinganya. Hyunjae yang memang belum tidur terlalu pulas mulai terusik dan menepis tangan Jacob, untung saja tidak mengenai kue yang dibawa kekasihnya itu.

Hyunjae yang merasa ada orang lain di kamarnya langsung bangun dengan posisi duduk. Ia kaget saat melihat kekasihnya berada di kamarnya sambil memegang kue berbentuk beruang.

Happy birthday Ma Man!”

Hyunjae masih dalam mode setengah sadar hanya bisa mengucek-ngucek matanya. Mencoba mengumpulkan kesadarannya sambil mengambil ponsel yang Jacob telah simpan di meja samping kasurnya.

“Ih udah jam segini? Aku ketiduran? Kamu kapan kesininya?”

Jacob hanya terkekeh mendengar pertanyaan dari Hyunjae, ia menyodorkan kue dengan lilin yang telah menyala dan berucap “Iya kamu ketiduran tadi kata Sangyeon hyung. Aku beberapa menit yang lalu udah disini, ayo sekarang make a wish dan tiup lilinya sebelum kue kamu jadi ketutupan lilin!”

Hyunjae yang baru tersadar jika kekasihnya menyiapkan kue untuknya langsung memejamkan mata dan berdoa kepada Tuhan untuk ulang tahunnya yang ke duapuluh lima tahun ini.

Tuhan... Terima kasih atas berkat yang Kau berikan untukku di umurku yang makin bertambah. Tuhan aku mohon berikan aku dan semua member The Boyz kesehatan, keselamatan dan kebahagiaan. Tolong biarkan kami selalu bersama-sama amin.

Fyuuu

Setelah selesai berdoa dan meniup lilin Hyunjae mengambil kue yang ada ditangan Jacob untuk melihat kue ulang tahunnya

“Ih gambar beruang! Lucu banget. Kamu beli?”

Jacob tertawa sedikit sambil mengambil pisau dan garpu untuk sesi potong kue.

“Engga, ini aku bikin sendiri tadi pagi. Liat aja itu banyak gak rapihnya. Maaf ya kalo jelek! Tapi aku yakin sih ini kuenya enak deh. Hehehehe”

“Dih apa-apaan ini lucu tauu! Buruan sini aku mau cobain kue buatan pacar aku.” Dengan tidak sabaran setelah mendapatkan pisau Hyunjae langsung memotong kue dengan potongan yang besar dan langsung menyuapkan kuenya, merasakan bagaimana kue hasil buatan kekasihnya yang ternyata sangat enak untuk ukuran seorang pemula dalam membuat kue.

“Cobiee ini enak bangettt!! Ih pacar aku keren banget! Makasih ya Cobie sayang!” Hyunjae menyimpan kue pada meja dan memeluk Jacob sebagai ucapan terima kasih telah membuatkan kue ulang tahun untuknnya.

“Sama-sama bayiii. Oh iya! Selamat ulang tahun beruangku sayang. Makasih yah udah lahir ke dunia ini. Makasih udah menjadi sosok Lee Hyunjae yang ceria, yang menjadi sumber semangat untuk aku, yang selalu menjadi support system aku. Semoga diumur kamu yang sekarang kamu bisa lebih bahagia lagi, kamu bisa jadi sosok yang berguna buat semua orang. Pokoknya yang terbaik buat kesayangan aku. I love you so much bear.

Jacob mengucapkan ucapan selamat ulang tahun untuk kesayangannya dengan penuh cinta sambil mengusap punggung dan mencium kepala kekasihnya dengan lembut, membuat Hyunjae merasa begitu dicintai olehnya hanya tersenyum dalam pelukan hangat kekasihnya.

Berlama-lama saling mendekap satu sama lain membuat Jacob lupa untuk mengupload foto edisi Hyunjae's birthday ke akun twitter. Ia yang terlebih dulu melepaskan pelukannya membuat Hyunjae bingung.

“Ihh ko pelukannya dilepas sih????”

Hyunjae merengutkan wajahnya, tanda tidak suka dengan tindakan Jacob yang tiba-tiba melepaskan pelukan keduanya.

“Bentar bear, aku mau upload foto kamu di twitter dulu. Jangan ngambekk!”

Hyunjae kembali merebahkan tubuhnya sambil menghadap ke tembok. Mode ngambek sepertinya beruang satu ini.

“Hyunjae jangan ngambek dong sayang. Sebentar deh asli! abis ini kita cuddle sampe pagi, okey?” Jacob membujuk Hyunjae dengan mengusap perutnya dengan gerakan perlahan.

Hyunjae yang mendengar kata cuddle membalikan badannya namun masih dalam mode ngambeknya berkata “Okay dua menit! Kalau lebih kamu balik aja ke dorm kamu!”

“Iya sayangg udah selesai ini aku pilih foto kamu dulu tadi. Dah udah selesai yuk sekarang kita cuddle.”

Setelah selesai mengupload foto Hyunjae Jacob menyimpan ponselnya diatas meja dan kembali memeluk kekasihnya dengan begitu erat.

By the way, kamu belum jawab tadi aku bilang i love you loh Lee Hyunjae.”

“Eh? Iyakah? Hihihihi lupa! I love you too my Cob Cob!! Makasih ya buat suprisenya, buat kuenya juga aku suka banget!”

Cup

Hyunjae memberikan kecupan pada bibir Jacob. Jacob tertawa gemas dengan tingkah laku kekasihnya merapatkan kedua tubuh mereka dan membawa kepala Hyunjae untuk mendekat ke arahnya, saling menatap satu sama lain dan tersenyum sebelum akhirnya ia membawa Hyunjae pada ciuman yang memambukkan.

FIN


#HappybirthdayMaMAN – Cobmil canon AU🍐🐻

Special for Hyunjae's birthday🎂🎁🎈

Sorry for typo, happy reading!


Pada malam minggu tanggal 12 September 2021 semua member The Boyz telah menyelesaikan kegiatan mereka, meskipun ada kendala saat mereka ingin pulang ke dorm karena beberapa member terjebak di dalam elevator tapi syukurlah mereka berhasil dievakuasi dan bisa kembali ke dorm masing-masing.

Karena dorm member sudah dibagi menjadi dua, Jacob yang berada di dorm lama yang telah selesai dengan ritual mandi dan berganti pakaian yang nyaman ia segera bergegas menyiapkan perlengkapan untuk merayakan ulang tahun kekasihnya yang dalam hitungan menit akan menginjak usia 25 tahun. Kebetulan saat pagi hari ia telah membuat kue berbekal dari menonton youtube selama berhari-hari.

Aduh tinggal sepuluh menit lagi sebelum tanggal 13. Keburu gak ya ke lantai atas, belum selesai semua lagi niup balonnya.

Jacob melirik jam dinding 11.50 PM, ia terburu-buru menyelesaikan bawaan untuk mini suprisenya yang akhirnya membuat gaduh dorm dan mengusik waktu istirahat anak-anak membuat Sunwoo merasa sedikit terganggu mencoba menghampiri asal kegaduhan tersebut.

“Hyung kenapa berisik banget. Eh? Mau siapin ulang tahun Hyunjae Hyung ya?”

Sunwoo menegur Jacob yang sedang mencari piring dan garpu plastik di dalam laci.

“Eh iya nih Nu hehehe. Maaf ya kamu ke ganggu ya?”

Jacob yang telah mengambil piring dan garpu kini memasukan kue buatannya ke dalam box, lalu kembali meniup balon-balon yang masih belum ditiup.

“Ya lumayan ganggu sih tapi gapapa ko! Mau dibantuin gak hyung? Sebentar lagi jam dua belas loh.”

“Eh? Boleh deh. Sekalian bantuin bawa ke dorm atas ya Nu?”

Sunwoo langsung mengambil balon yang tersisa dan segera meniup balonnya. “Iya hyung gampang itu mah. Ayo buruan dikerjain!”

“Okayy thank you brother!”

. . . . .

Akhirnya setelah selesai semua kini Jacob ditemani oleh Sunwoo langsung mendatangi dorm atas. Tanpa memencet bel, sang leader telah membukakan pintu untuk mereka berdua.

“Makasih hyung udah bukain pintu, by the way Hyunjae udah tidur ya?”

Jacob dan Sunwoo langsung pergi ke ruang makan dan menyiapkan kue dengan lilin yang disesuaikan dengan umur Hyunjae, mengeluarkan piring, garpu, dan pisau plastik beserta balon-balon yang telah mereka siapkan sebelumnya.

“Tadi sih abis mandi dia main game sama Juyeon, tapi kayanya udah selesai terus pada masuk kamar masing-masing. Mungkin udah tidur kali.”

“Hooo gitu ya, hyung mau ikut suprisein dia gak?”

Jacob kembali bertanya sambil menyalan api pada lilin ulang tahun. Sementara Sunwoo sudah meninggalkan mereka dan pergi ke kamar Juyeon.

“Hmmmm kayanya gak usah deh, Jacob aja yang kasih suprise hyung mau telponan sama Chanhee.”

“Oalahh mau ngebucin, yaudah deh aku ke kamar Hyunjae dulu ya hyung!”

“Hahaha begitulah, okee semoga sukses supriseinnya!”

. . . . .

Sekarang Jacob sudah berada di dalam kamar sang kekasih, sedikit berterima kasih pada Hyunjae yang sering lupa untuk mengunci pintu jadi ia bisa masuk kamar kekasihnya dengan mudah.

Jacob melihat Hyunjae telah tertidur dengan ponsel yang masih ada digenggamannya. Setelah menyimpan balon-balon di dekat meja game kekasihnya, Ia menghampiri Hyunjae lalu duduk di samping kasur dengan perlahan dan mengambil ponsel kekasihnya. Ia tersenyum melihat layar ponsel Hyunjae yang menyala menampilkan kolom pesan yang berisikan chat mereka tadi pagi.

Ahhh dia tertidur karena menunggu pesan dariku? Gemas sekali bayi beruangkuu.

Jacob yang gemas dengan kekasihnya akhirnya dengan perasaan sedikit tidak tega mencoba membangunkan Hyunjae dengan perlahan.

“Hyunjae... Sayang... Bangun..”

“Hyunjae.. Bangun.. Cobie disini~”

Jacob menggoyankan tubuh Hyunjae sambil berbisik ditelinganya. Hyunjae yang memang belum tidur terlalu pulas mulai terusik dan menepis tangan Jacob, untung saja tidak mengenai kue yang dibawa kekasihnya itu.

Hyunjae yang merasa ada orang lain di kamarnya langsung bangun dengan posisi duduk. Ia kaget saat melihat kekasihnya berada di kamarnya sambil memegang kue berbentuk beruang.

Happy birthday Ma Man!”

Hyunjae masih dalam mode setengah sadar hanya bisa mengucek-ngucek matanya. Mencoba mengumpulkan kesadarannya sambil mengambil ponsel yang Jacob telah simpan di meja samping kasurnya.

“Ih udah jam segini? Aku ketiduran? Kamu kapan kesininya?”

Jacob hanya terkekeh mendengar pertanyaan dari Hyunjae, ia menyodorkan kue dengan lilin yang telah menyala dan berucap “Iya kamu ketiduran tadi kata Sangyeon hyung. Aku beberapa menit yang lalu udah disini, ayo sekarang make a wish dan tiup lilinya sebelum kue kamu jadi ketutupan lilin!”

Hyunjae yang baru tersadar jika kekasihnya menyiapkan kue untuknya langsung memejamkan mata dan berdoa kepada Tuhan untuk ulang tahunnya yang ke duapuluh lima tahun ini.

Tuhan... Terima kasih atas berkat yang Kau berikan untukku di umurku yang makin bertambah. Tuhan aku mohon berikan aku dan semua member The Boyz kesehatan, keselamatan dan kebahagiaan. Tolong biarkan kami selalu bersama-sama amin.

Fyuuu

Setelah selesai berdoa dan meniup lilin Hyunjae mengambil kue yang ada ditangan Jacob untuk melihat kue ulang tahunnya

“Ih gambar beruang! Lucu banget. Kamu beli?”

Jacob tertawa sedikit sambil mengambil pisau dan garpu untuk sesi potong kue.

“Engga, ini aku bikin sendiri tadi pagi. Liat aja itu banyak gak rapihnya. Maaf ya kalo jelek! Tapi aku yakin sih ini kuenya enak deh. Hehehehe”

“Dih apa-apaan ini lucu tauu! Buruan sini aku mau cobain kue buatan pacar aku.” Dengan tidak sabaran setelah mendapatkan pisau Hyunjae langsung memotong kue dengan potongan yang besar dan langsung menyuapkan kuenya, merasakan bagaimana kue hasil buatan kekasihnya yang ternyata sangat enak untuk ukuran seorang pemula dalam membuat kue.

“Cobiee ini enak bangettt!! Ih pacar aku keren banget! Makasih ya Cobie sayang!” Hyunjae menyimpan kue pada meja dan memeluk Jacob sebagai ucapan terima kasih telah membuatkan kue ulang tahun untuknnya.

“Sama-sama bayiii. Oh iya! Selamat ulang tahun beruangku sayang. Makasih yah udah lahir ke dunia ini. Makasih udah menjadi sosok Lee Hyunjae yang ceria, yang menjadi sumber semangat untuk aku, yang selalu menjadi support system aku. Semoga diumur kamu yang sekarang kamu bisa lebih bahagia lagi, kamu bisa jadi sosok yang berguna buat semua orang. Pokoknya yang terbaik buat kesayangan aku. I love you so much bear.

Jacob mengucapkan ucapan selamat ulang tahun untuk kesayangannya dengan penuh cinta sambil mengusap punggung dan mencium kepala kekasihnya dengan lembut, membuat Hyunjae merasa begitu dicintai olehnya hanya tersenyum dalam pelukan hangat kekasihnya.

Berlama-lama saling mendekap satu sama lain membuat Jacob lupa untuk mengupload foto edisi Hyunjae's birthday ke akun twitter. Ia yang terlebih dulu melepaskan pelukannya membuat Hyunjae bingung.

“Ihh ko pelukannya dilepas sih????”

Hyunjae merengutkan wajahnya, tanda tidak suka dengan tindakan Jacob yang tiba-tiba melepaskan pelukan keduanya.

“Bentar bear, aku mau upload foto kamu di twitter dulu. Jangan ngambekk!”

Hyunjae kembali merebahkan tubuhnya sambil menghadap ke tembok. Mode ngambek sepertinya beruang satu ini

“Hyunjae jangan ngambek dong sayang. Sebentar deh asli! abis ini kita cuddle sampe pagi, okey?” Jacob membujuk Hyunjae dengan mengusap perutnya dengan gerakan perlahan.

Hyunjae yang mendengar kata cuddle membalikan badannya namun masih dalam mode ngambeknya berkata “Okay dua menit! Kalau lebih kamu balik aja ke dorm kamu!”

“Iya sayangg udah selesai ini aku pilih foto kamu dulu tadi. Dah udah selesai yuk sekarang kita cuddle.”

Setelah selesai mengupload foto Hyunjae Jacob menyimpan ponselnya diatas meja dan kembali memeluk kekasihnya dengan begitu erat.

By the way, kamu belum jawab tadi aku bilang i love you loh Lee Hyunjae.”

“Eh? Iyakah? Hihihihi lupa! I love you too my Cob Cob!! Makasih ya buat suprisenya, buat kuenya juga aku suka banget!”

Cup

Hyunjae memberikan kecupan pada bibir Jacob. Jacob tertawa gemas dengan tingkah laku kekasihnya merapatkan kedua tubuh mereka dan membawa kepala Hyunjae untuk mendekat ke arahnya, saling menatap satu sama lain dan tersenyum sebelum akhirnya ia membawa Hyunjae pada ciuman yang memambukkan.

FIN


#HappybirthdayMaMAN – Cobmil canon AU🍐🐻

Special for Hyunjae's birthday🎂🎁🎈

Sorry for typo, happy reading!


Pada malam minggu tanggal 12 September 2021 semua member The Boyz telah menyelesaikan kegiatan mereka, meskipun ada kendala saat mereka ingin pulang ke dorm karena beberapa member terjebak di dalam elevator tapi syukurlah mereka berhasil dievakuasi dan bisa kembali ke dorm masing-masing.

Karena dorm member sudah dibagi menjadi dua, Jacob yang berada di dorm lama yang telah selesai dengan ritual mandi dan berganti pakaian yang nyaman ia segera bergegas menyiapkan perlengkapan untuk merayakan ulang tahun kekasihnya yang dalam hitungan menit akan menginjak usia 25 tahun. Kebetulan saat pagi hari ia telah membuat kue berbekal dari menonton youtube selama berhari-hari.

Aduh tinggal sepuluh menit lagi sebelum tanggal 13. Keburu gak ya ke lantai atas, belum selesai semua lagi niup balonnya.

Jacob melirik jam dinding 11.50 PM, ia terburu-buru menyelesaikan bawaan untuk mini suprisenya yang akhirnya membuat gaduh dorm dan mengusik waktu istirahat anak-anak membuat Sunwoo merasa sedikit terganggu mencoba menghampiri asal kegaduhan tersebut.

“Hyung kenapa berisik banget. Eh? Mau siapin ulang tahun Hyunjae Hyung ya?”

Sunwoo menegur Jacob yang sedang mencari piring dan garpu plastik di dalam laci.

“Eh iya nih Nu hehehe. Maaf ya kamu ke ganggu ya?”

Jacob yang telah mengambil piring dan garpu kini memasukan kue buatannya ke dalam box, lalu kembali meniup balon-balon yang masih belum ditiup.

“Ya lumayan ganggu sih tapi gapapa ko! Mau dibantuin gak hyung? Sebentar lagi jam dua belas loh.”

“Eh? Boleh deh. Sekalian bantuin bawa ke dorm atas ya Nu?”

Sunwoo langsung mengambil balon yang tersisa dan segera meniup balonnya. “Iya hyung gampang itu mah. Ayo buruan dikerjain!”

“Okayy thank you brother!”

. . . . .

Akhirnya setelah selesai semua kini Jacob ditemani oleh Sunwoo langsung mendatangi dorm atas. Tanpa memencet bel, sang leader telah membukakan pintu untuk mereka berdua.

“Makasih hyung udah bukain pintu, by the way Hyunjae udah tidur ya?”

Jacob dan Sunwoo langsung pergi ke ruang makan dan menyiapkan kue dengan lilin yang disesuaikan dengan umur Hyunjae, mengeluarkan piring, garpu, dan pisau plastik beserta balon-balon yang telah mereka siapkan sebelumnya.

“Tadi sih abis mandi dia main game sama Juyeon, tapi kayanya udah selesai terus pada masuk kamar masing-masing. Mungkin udah tidur kali.”

“Hooo gitu ya, hyung mau ikut suprisein dia gak?”

Jacob kembali bertanya sambil menyalan api pada lilin ulang tahun. Sementara Sunwoo sudah meninggalkan mereka dan pergi ke kamar Juyeon.

“Hmmmm kayanya gak usah deh, Jacob aja yang kasih suprise hyung mau telponan sama Chanhee.”

“Oalahh mau ngebucin, yaudah deh aku ke kamar Hyunjae dulu ya hyung!”

“Hahaha begitulah, okee semoga sukses supriseinnya!”

. . . . .

Sekarang Jacob sudah berada di dalam kamar sang kekasih, sedikit berterima kasih pada Hyunjae yang sering lupa untuk mengunci pintu jadi ia bisa masuk kamar kekasihnya dengan mudah.

Jacob melihat Hyunjae telah tertidur dengan ponsel yang masih ada digenggamannya. Setelah menyimpan balon-balon di dekat meja game kekasihnya, Ia menghampiri Hyunjae lalu duduk di samping kasur dengan perlahan dan mengambil ponsel kekasihnya. Ia tersenyum melihat layar ponsel Hyunjae yang menyala menampilkan kolom pesan yang berisikan chat mereka tadi pagi.

Ahhh dia tertidur karena menunggu pesan dariku? Gemas sekali bayi beruangkuu.

Jacob yang gemas dengan kekasihnya akhirnya dengan perasaan sedikit tidak tega mencoba membangunkan Hyunjae dengan perlahan.

“Hyunjae... Sayang... Bangun..”

“Hyunjae.. Bangun.. Cobie disini~”

Jacob menggoyankan tubuh Hyunjae sambil berbisik ditelinganya. Hyunjae yang memang belum tidur terlalu pulas mulai terusik dan menepis tangan Jacob, untung saja tidak mengenai kue yang dibawa kekasihnya itu.

Hyunjae yang merasa ada orang lain di kamarnya langsung bangun dengan posisi duduk. Ia kaget saat melihat kekasihnya berada di kamarnya sambil memegang kue berbentuk beruang.

Happy birthday Ma Man!”

Hyunjae masih dalam mode setengah sadar hanya bisa mengucek-ngucek matanya. Mencoba mengumpulkan kesadarannya sambil mengambil ponsel yang Jacob telah simpan di meja samping kasurnya.

“Ih udah jam segini? Aku ketiduran? Kamu kapan kesininya?”

Jacob hanya terkekeh mendengar pertanyaan dari Hyunjae, ia menyodorkan kue dengan lilin yang telah menyala dan berucap “Iya kamu ketiduran tadi kata Sangyeon hyung. Aku beberapa menit yang lalu udah disini, ayo sekarang make a wish dan tiup lilinya sebelum kue kamu jadi ketutupan lilin!”

Hyunjae yang baru tersadar jika kekasihnya menyiapkan kue untuknya langsung memejamkan mata dan berdoa kepada Tuhan untuk ulang tahunnya yang ke duapuluh lima tahun ini.

Tuhan... Terima kasih atas berkat yang Kau berikan untukku di umurku yang makin bertambah. Tuhan aku mohon berikan aku dan semua member The Boyz kesehatan, keselamatan dan kebahagiaan. Tolong biarkan kami selalu bersama-sama amin.

Fyuuu

Setelah selesai berdoa dan meniup lilin Hyunjae mengambil kue yang ada ditangan Jacob untuk melihat kue ulang tahunnya

“Ih gambar beruang! Lucu banget. Kamu beli?”

Jacob tertawa sedikit sambil mengambil pisau dan garpu untuk sesi potong kue.

“Engga, ini aku bikin sendiri tadi pagi. Liat aja itu banyak gak rapihnya. Maaf ya kalo jelek! Tapi aku yakin sih ini kuenya enak deh. Hehehehe”

“Dih apa-apaan ini lucu tauu! Buruan sini aku mau cobain kue buatan pacar aku.” Dengan tidak sabaran setelah mendapatkan pisau Hyunjae langsung memotong kue dengan potongan yang besar dan langsung menyuapkan kuenya, merasakan bagaimana kue hasil buatan kekasihnya yang ternyata sangat enak untuk ukuran seorang pemula dalam membuat kue.

“Cobiee ini enak bangettt!! Ih pacar aku keren banget! Makasih ya Cobie sayang!” Hyunjae menyimpan kue pada meja dan memeluk Jacob sebagai ucapan terima kasih telah membuatkan kue ulang tahun untuknnya.

“Sama-sama bayiii. Oh iya! Selamat ulang tahun beruangku sayang. Makasih yah udah lahir ke dunia ini. Makasih udah menjadi sosok Lee Hyunjae yang ceria, yang menjadi sumber semangat untuk aku, yang selalu menjadi support system aku. Semoga diumur kamu yang sekarang kamu bisa lebih bahagia lagi, kamu bisa jadi sosok yang berguna buat semua orang. Pokoknya yang terbaik buat kesayangan aku. I love you so much bear.

Jacob mengucapkan ucapan selamat ulang tahun untuk kesayangannya dengan penuh cinta sambil mengusap punggung dan mencium kepala kekasihnya dengan lembut, membuat Hyunjae merasa begitu dicintai olehnya hanya tersenyum dalam pelukan hangat kekasihnya.

Berlama-lama saling mendekap satu sama lain membuat Jacob lupa untuk mengupload foto edisi Hyunjae's birthday ke akun twitter. Ia yang terlebih dulu melepaskan pelukannya membuat Hyunjae bingung.

“Ihh ko pelukannya dilepas sih????”

Hyunjae merengutkan wajahnya, tanda tidak suka dengan tindakan Jacob yang tiba-tiba melepaskan pelukan keduanya.

“Bentar bear, aku mau upload foto kamu di twitter dulu. Jangan ngambekk!”

Hyunjae kembali merebahkan tubuhnya sambil menghadap ke tembok. Mode ngambek sepertinya beruang satu ini

“Hyunjae jangan ngambek dong sayang. Sebentar deh asli! abis ini kita cuddle sampe pagi, okey?” Jacob membujuk Hyunjae dengan mengusap perutnya dengan gerakan perlahan.

Hyunjae yang mendengar kata cuddle membalikan badannya namun masih dalam mode ngambeknya berkata “Okay dua menit! Kalau lebih kamu balik aja ke dorm kamu!”

“Iya sayangg udah selesai ini aku pilih foto kamu dulu tadi. Dah udah selesai yuk sekarang kita cuddle.”

Setelah selesai mengupload foto Hyunjae Jacob menyimpan ponselnya diatas meja dan kembali memeluk kekasihnya dengan begitu erat.

By the way, kamu belum jawab tadi aku bilang i love you loh Lee Hyunjae.”

“Eh? Iyakah? Hihihihi lupa! I love you too my Cob Cob!! Makasih ya buat suprisenya, buat kuenya juga aku suka banget!”

Cup

Hyunjae memberikan kecupan pada bibir Jacob. Jacob tertawa gemas dengan tingkah laku kekasihnya merapatkan kedua tubuh mereka dan membawa kepala Hyunjae untuk mendekat ke arahnya, saling menatap satu sama lain dan tersenyum sebelum akhirnya ia membawa Hyunjae pada ciuman yang memambukkan.

FIN


#HappybirthdayMaMAN – Cobmil canon AU🍐🐻

Special for Hyunjae's birthday


Pada malam minggu tanggal 12 September 2021 semua member The Boyz telah menyelesaikan kegiatan mereka, meskipun ada kendala saat mereka ingin pulang ke dorm karena beberapa member terjebak di dalam elevator tapi syukurlah mereka berhasil dievakuasi dan bisa kembali ke dorm masing-masing.

Karena dorm member sudah dibagi menjadi dua, Jacob yang berada di dorm lama yang telah selesai dengan ritual mandi dan berganti pakaian yang nyaman ia segera bergegas menyiapkan perlengkapan untuk merayakan ulang tahun kekasihnya yang dalam hitungan menit akan menginjak usia 25 tahun. Kebetulan saat pagi hari ia telah membuat kue berbekal dari menonton youtube selama berhari-hari.

Aduh tinggal sepuluh menit lagi sebelum tanggal 13. Keburu gak ya ke lantai atas, belum selesai semua lagi niup balonnya.

Jacob melirik jam dinding 11.50 PM, ia terburu-buru menyelesaikan bawaan untuk mini suprisenya yang akhirnya membuat gaduh dorm dan mengusik waktu istirahat anak-anak membuat Sunwoo merasa sedikit terganggu mencoba menghampiri asal kegaduhan tersebut.

“Hyung kenapa berisik banget. Eh? Mau siapin ulang tahun Hyunjae Hyung ya?”

Sunwoo menegur Jacob yang sedang mencari piring dan garpu plastik di dalam laci.

“Eh iya nih Nu hehehe. Maaf ya kamu ke ganggu ya?”

Jacob yang telah mengambil piring dan garpu kini memasukan kue buatannya ke dalam box, lalu kembali meniup balon-balon yang masih belum ditiup.

“Ya lumayan ganggu sih tapi gapapa ko! Mau dibantuin gak hyung? Sebentar lagi jam dua belas loh.”

“Eh? Boleh deh. Sekalian bantuin bawa ke dorm atas ya Nu?”

Sunwoo langsung mengambil balon yang tersisa dan segera meniup balonnya. “Iya hyung gampang itu mah. Ayo buruan dikerjain!”

“Okayy thank you brother!”

. . . . .

Akhirnya setelah selesai semua kini Jacob ditemani oleh Sunwoo langsung mendatangi dorm atas. Tanpa memencet bel, sang leader telah membukakan pintu untuk mereka berdua.

“Makasih hyung udah bukain pintu, by the way Hyunjae udah tidur ya?”

Jacob dan Sunwoo langsung pergi ke ruang makan dan menyiapkan kue dengan lilin yang disesuaikan dengan umur Hyunjae, mengeluarkan piring, garpu, dan pisau plastik beserta balon-balon yang telah mereka siapkan sebelumnya.

“Tadi sih abis mandi dia main game sama Juyeon, tapi kayanya udah selesai terus pada masuk kamar masing-masing. Mungkin udah tidur kali.”

“Hooo gitu ya, hyung mau ikut suprisein dia gak?”

Jacob kembali bertanya sambil menyalan api pada lilin ulang tahun. Sementara Sunwoo sudah meninggalkan mereka dan pergi ke kamar Juyeon.

“Hmmmm kayanya gak usah deh, Jacob aja yang kasih suprise hyung mau telponan sama Chanhee.”

“Oalahh mau ngebucin, yaudah deh aku ke kamar Hyunjae dulu ya hyung!”

“Hahaha begitulah, okee semoga sukses supriseinnya!”

. . . . .

Sekarang Jacob sudah berada di dalam kamar sang kekasih, sedikit berterima kasih pada Hyunjae yang sering lupa untuk mengunci pintu jadi ia bisa masuk kamar kekasihnya dengan mudah.

Jacob melihat Hyunjae telah tertidur dengan ponsel yang masih ada digenggamannya. Setelah menyimpan balon-balon di dekat meja game kekasihnya, Ia menghampiri Hyunjae lalu duduk di samping kasur dengan perlahan dan mengambil ponsel kekasihnya. Ia tersenyum melihat layar ponsel Hyunjae yang menyala menampilkan kolom pesan yang berisikan chat mereka tadi pagi.

Ahhh dia tertidur karena menunggu pesan dariku? Gemas sekali bayi beruangkuu.

Jacob yang gemas dengan kekasihnya akhirnya dengan perasaan sedikit tidak tega mencoba membangunkan Hyunjae dengan perlahan.

“Hyunjae... Sayang... Bangun..”

“Hyunjae.. Bangun.. Cobie disini~”

Jacob menggoyankan tubuh Hyunjae sambil berbisik ditelinganya. Hyunjae yang memang belum tidur terlalu pulas mulai terusik dan menepis tangan Jacob, untung saja tidak mengenai kue yang dibawa kekasihnya itu.

Hyunjae yang merasa ada orang lain di kamarnya langsung bangun dengan posisi duduk. Ia kaget saat melihat kekasihnya berada di kamarnya sambil memegang kue berbentuk beruang.

Happy birthday Ma Man!”

Hyunjae masih dalam mode setengah sadar hanya bisa mengucek-ngucek matanya. Mencoba mengumpulkan kesadarannya sambil mengambil ponsel yang Jacob telah simpan di meja samping kasurnya.

“Ih udah jam segini? Aku ketiduran? Kamu kapan kesininya?”

Jacob hanya terkekeh mendengar pertanyaan dari Hyunjae, ia menyodorkan kue dengan lilin yang telah menyala dan berucap “Iya kamu ketiduran tadi kata Sangyeon hyung. Aku beberapa menit yang lalu udah disini, ayo sekarang make a wish dan tiup lilinya sebelum kue kamu jadi ketutupan lilin!”

Hyunjae yang baru tersadar jika kekasihnya menyiapkan kue untuknya langsung memejamkan mata dan berdoa kepada Tuhan untuk ulang tahunnya yang ke duapuluh lima tahun ini.

Tuhan... Terima kasih atas berkat yang Kau berikan untukku di umurku yang makin bertambah. Tuhan aku mohon berikan aku dan semua member The Boyz kesehatan, keselamatan dan kebahagiaan. Tolong biarkan kami selalu bersama-sama amin.

Fyuuu

Setelah selesai berdoa dan meniup lilin Hyunjae mengambil kue yang ada ditangan Jacob untuk melihat kue ulang tahunnya

“Ih gambar beruang! Lucu banget. Kamu beli?”

Jacob tertawa sedikit sambil mengambil pisau dan garpu untuk sesi potong kue.

“Engga, ini aku bikin sendiri tadi pagi. Liat aja itu banyak gak rapihnya. Maaf ya kalo jelek! Tapi aku yakin sih ini kuenya enak deh. Hehehehe”

“Dih apa-apaan ini lucu tauu! Buruan sini aku mau cobain kue buatan pacar aku.” Dengan tidak sabaran setelah mendapatkan pisau Hyunjae langsung memotong kue dengan potongan yang besar dan langsung menyuapkan kuenya, merasakan bagaimana kue hasil buatan kekasihnya yang ternyata sangat enak untuk ukuran seorang pemula dalam membuat kue.

“Cobiee ini enak bangettt!! Ih pacar aku keren banget! Makasih ya Cobie sayang!” Hyunjae menyimpan kue pada meja dan memeluk Jacob sebagai ucapan terima kasih telah membuatkan kue ulang tahun untuknnya.

“Sama-sama bayiii. Oh iya! Selamat ulang tahun beruangku sayang. Makasih yah udah lahir ke dunia ini. Makasih udah menjadi sosok Lee Hyunjae yang ceria, yang menjadi sumber semangat untuk aku, yang selalu menjadi support system aku. Semoga diumur kamu yang sekarang kamu bisa lebih bahagia lagi, kamu bisa jadi sosok yang berguna buat semua orang. Pokoknya yang terbaik buat kesayangan aku. I love you so much bear.

Jacob mengucapkan ucapan selamat ulang tahun untuk kesayangannya dengan penuh cinta sambil mengusap punggung dan mencium kepala kekasihnya dengan lembut, membuat Hyunjae merasa begitu dicintai olehnya hanya tersenyum dalam pelukan hangat kekasihnya.

Berlama-lama saling mendekap satu sama lain membuat Jacob lupa untuk mengupload foto edisi Hyunjae's birthday ke akun twitter. Ia yang terlebih dulu melepaskan pelukannya membuat Hyunjae bingung.

“Ihh ko pelukannya dilepas sih????”

Hyunjae merengutkan wajahnya, tanda tidak suka dengan tindakan Jacob yang tiba-tiba melepaskan pelukan keduanya.

“Bentar bear, aku mau upload foto kamu di twitter dulu. Jangan ngambekk!”

Hyunjae kembali merebahkan tubuhnya sambil menghadap ke tembok. Mode ngambek sepertinya beruang satu ini

“Hyunjae jangan ngambek dong sayang. Sebentar deh asli! abis ini kita cuddle sampe pagi, okey?” Jacob membujuk Hyunjae dengan mengusap perutnya dengan gerakan perlahan.

Hyunjae yang mendengar kata cuddle membalikan badannya namun masih dalam mode ngambeknya berkata “Okay dua menit! Kalau lebih kamu balik aja ke dorm kamu!”

“Iya sayangg udah selesai ini aku pilih foto kamu dulu tadi. Dah udah selesai yuk sekarang kita cuddle.”

Setelah selesai mengupload foto Hyunjae Jacob menyimpan ponselnya diatas meja dan kembali memeluk kekasihnya dengan begitu erat.

By the way, kamu belum jawab tadi aku bilang i love you loh Lee Hyunjae.”

“Eh? Iyakah? Hihihihi lupa! I love you too my Cob Cob!! Makasih ya buat suprisenya, buat kuenya juga aku suka banget!”

Cup

Hyunjae memberikan kecupan pada bibir Jacob. Jacob tertawa gemas dengan tingkah laku kekasihnya merapatkan kedua tubuh mereka dan membawa kepala Hyunjae untuk mendekat ke arahnya, saling menatap satu sama lain dan tersenyum sebelum akhirnya ia membawa Hyunjae pada ciuman yang memambukkan.

FIN


#HappybirthdayMaMAN – Cobmil canon AU🍐🐻

Special for Hyunjae's birthday


Pada malam minggu tanggal 12 September 2021 semua member The Boyz telah menyelesaikan kegiatan mereka, meskipun ada kendala saat mereka ingin pulang ke dorm karena beberapa member terjebak di dalam elevator tapi syukurlah mereka berhasil dievakuasi dan bisa kembali ke dorm masing-masing.

Karena dorm member sudah dibagi menjadi dua, Jacob yang berada di dorm lama yang telah selesai dengan ritual mandi dan berganti pakaian yang nyaman ia segera bergegas menyiapkan perlengkapan untuk merayakan ulang tahun kekasihnya yang dalam hitungan menit akan menginjak usia 25 tahun. Kebetulan saat pagi hari ia telah membuat kue berbekal dari menonton youtube selama berhari-hari.

Aduh tinggal sepuluh menit lagi sebelum tanggal 13. Keburu gak ya ke lantai atas, belum selesai semua lagi niup balonnya.

Jacob melirik jam dinding 11.50 PM, ia terburu-buru menyelesaikan bawaan untuk mini suprisenya yang akhirnya membuat gaduh dorm dan mengusik waktu istirahat anak-anak membuat Sunwoo merasa sedikit terganggu mencoba menghampiri asal kegaduhan tersebut.

“Hyung kenapa berisik banget. Eh? Mau siapin ulang tahun Hyunjae Hyung ya?”

Sunwoo menegur Jacob yang sedang mencari piring dan garpu plastik di dalam laci.

“Eh iya nih Nu hehehe. Maaf ya kamu ke ganggu ya?”

Jacob yang telah mengambil piring dan garpu kini memasukan kue buatannya ke dalam box, lalu kembali meniup balon-balon yang masih belum ditiup.

“Ya lumayan ganggu sih tapi gapapa ko! Mau dibantuin gak hyung? Sebentar lagi jam dua belas loh.”

“Eh? Boleh deh. Sekalian bantuin bawa ke dorm atas ya Nu?”

Sunwoo langsung mengambil balon yang tersisa dan segera meniup balonnya. “Iya hyung gampang itu mah. Ayo buruan dikerjain!”

“Okayy thank you brother!”

. . . . .

Akhirnya setelah selesai semua kini Jacob ditemani oleh Sunwoo langsung mendatangi dorm atas. Tanpa memencet bel, sang leader telah membukakan pintu untuk mereka berdua.

“Makasih hyung udah bukain pintu, by the way Hyunjae udah tidur ya?”

Jacob dan Sunwoo langsung pergi ke ruang makan dan menyiapkan kue dengan lilin yang disesuaikan dengan umur Hyunjae, mengeluarkan piring, garpu, dan pisau plastik beserta balon-balon yang telah mereka siapkan sebelumnya.

“Tadi sih abis mandi dia main game sama Juyeon, tapi kayanya udah selesai terus pada masuk kamar masing-masing. Mungkin udah tidur kali.”

“Hooo gitu ya, hyung mau ikut suprisein dia gak?”

Jacob kembali bertanya sambil menyalan api pada lilin ulang tahun. Sementara Sunwoo sudah meninggalkan mereka dan pergi ke kamar Juyeon.

“Hmmmm kayanya gak usah deh, Jacob aja yang kasih suprise hyung mau telponan sama Chanhee.”

“Oalahh mau ngebucin, yaudah deh aku ke kamar Hyunjae dulu ya hyung!”

“Hahaha begitulah, okee semoga sukses supriseinnya!”

. . . . .

Sekarang Jacob sudah berada di dalam kamar sang kekasih, sedikit berterima kasih pada Hyunjae yang sering lupa untuk mengunci pintu jadi ia bisa masuk kamar kekasihnya dengan mudah.

Jacob melihat Hyunjae telah tertidur dengan ponsel yang masih ada digenggamannya. Setelah menyimpan balon-balon di dekat meja game kekasihnya, Ia menghampiri Hyunjae lalu duduk di samping kasur dengan perlahan dan mengambil ponsel kekasihnya. Ia tersenyum melihat layar ponsel Hyunjae yang menyala menampilkan kolom pesan yang berisikan chat mereka tadi pagi.

Ahhh dia tertidur karena menunggu pesan dariku? Gemas sekali bayi beruangkuu.

Jacob yang gemas dengan kekasihnya akhirnya dengan perasaan sedikit tidak tega mencoba membangunkan Hyunjae dengan perlahan.

“Hyunjae... Sayang... Bangun..”

“Hyunjae.. Bangun.. Cobie disini~”

Jacob menggoyankan tubuh Hyunjae sambil berbisik ditelinganya. Hyunjae yang memang belum tidur terlalu pulas mulai terusik dan menepis tangan Jacob, untung saja tidak mengenai kue yang dibawa kekasihnya itu.

Hyunjae yang merasa ada orang lain di kamarnya langsung bangun dengan posisi duduk. Ia kaget saat melihat kekasihnya berada di kamarnya sambil memegang kue berbentuk beruang.

Happy birthday Ma Man!”

Hyunjae masih dalam mode setengah sadar hanya bisa mengucek-ngucek matanya. Mencoba mengumpulkan kesadarannya sambil mengambil ponsel yang Jacob telah simpan di meja samping kasurnya.

“Ih udah jam segini? Aku ketiduran? Kamu kapan kesininya?”

Jacob hanya terkekeh mendengar pertanyaan dari Hyunjae, ia menyodorkan kue dengan lilin yang telah menyala dan berucap “Iya kamu ketiduran tadi kata Sangyeon hyung. Aku beberapa menit yang lalu udah disini, ayo sekarang make a wish dan tiup lilinya sebelum kue kamu jadi ketutupan lilin!”

Hyunjae yang baru tersadar jika kekasihnya menyiapkan kue untuknya langsung memejamkan mata dan berdoa kepada Tuhan untuk ulang tahunnya yang ke duapuluh lima tahun ini.

Tuhan... Terima kasih atas berkat yang Kau berikan untukku di umurku yang makin bertambah. Tuhan aku mohon berikan aku dan semua member The Boyz kesehatan, keselamatan dan kebahagiaan. Tolong biarkan kami selalu bersama-sama amin.

Fyuuu

Setelah selesai berdoa dan meniup lilin Hyunjae mengambil kue yang ada ditangan Jacob untuk melihat kue ulang tahunnya

“Ih gambar beruang! Lucu banget. Kamu beli?”

Jacob tertawa sedikit sambil mengambil pisau dan garpu untuk sesi potong kue.

“Engga, ini aku bikin sendiri tadi pagi. Liat aja itu banyak gak rapihnya. Maaf ya kalo jelek! Tapi aku yakin sih ini kuenya enak deh. Hehehehe”

“Dih apa-apaan ini lucu tauu! Buruan sini aku mau cobain kue buatan pacar aku.” Dengan tidak sabaran setelah mendapatkan pisau Hyunjae langsung memotong kue dengan potongan yang besar dan langsung menyuapkan kuenya, merasakan bagaimana kue hasil buatan kekasihnya yang ternyata sangat enak untuk ukuran seorang pemula dalam membuat kue.

“Cobiee ini enak bangettt!! Ih pacar aku keren banget! Makasih ya Cobie sayang!” Hyunjae menyimpan kue pada meja dan memeluk Jacob sebagai ucapan terima kasih telah membuatkan kue ulang tahun untuknnya.

“Sama-sama bayiii. Oh iya! Selamat ulang tahun beruangku sayang. Makasih yah udah lahir ke dunia ini. Makasih udah menjadi sosok Lee Hyunjae yang ceria, yang menjadi sumber semangat untuk aku, yang selalu menjadi support system aku. Semoga diumur kamu yang sekarang kamu bisa lebih bahagia lagi, kamu bisa jadi sosok yang berguna buat semua orang. Pokoknya yang terbaik buat kesayangan aku. I love you so much bear.

Jacob mengucapkan ucapan selamat ulang tahun untuk kesayangannya dengan penuh cinta sambil mengusap punggung dan mencium kepala kekasihnya dengan lembut, membuat Hyunjae merasa begitu dicintai olehnya hanya tersenyum dalam pelukan hangat kekasihnya.

Berlama-lama saling mendekap satu sama lain membuat Jacob lupa untuk mengupload foto edisi Hyunjae's birthday ke akun twitter. Ia yang terlebih dulu melepaskan pelukannya membuat Hyunjae bingung.

“Ihh ko pelukannya dilepas sih????”

Hyunjae merengutkan wajahnya, tanda tidak suka dengan tindakan Jacob yang tiba-tiba melepaskan pelukan keduanya.

“Bentar bear, aku mau upload foto kamu di twitter dulu. Jangan ngambekk!”

Hyunjae kembali merebahkan tubuhnya sambil menghadap ke tembok. Mode ngambek sepertinya beruang satu ini

“Hyunjae jangan ngambek dong sayang. Sebentar deh asli! abis ini kita cuddle sampe pagi, okey?” Jacob membujuk Hyunjae dengan mengusap perutnya dengan gerakan perlahan.

Hyunjae yang mendengar kata cuddle membalikan badannya namun masih dalam mode ngambeknya berkata “Okay dua menit! Kalau lebih kamu balik aja ke dorm kamu!”

“Iya sayangg udah selesai ini aku pilih foto kamu dulu tadi. Dah udah selesai yuk sekarang kita cuddle.”

Setelah selesai mengupload foto Hyunjae Jacob menyimpan ponselnya diatas meja dan kembali memeluk kekasihnya dengan begitu erat.

By the way, kamu belum jawab tadi aku bilang i love you loh Lee Hyunjae.”

“Eh? Iyakah? Hihihihi lupa! I love you too my Cob Cob!! Makasih ya buat suprisenya, buat kuenya juga aku suka banget!”

Cup

Hyunjae memberikan kecupan pada bibir Jacob. Jacob tertawa gemas dengan tingkah laku kekasihnya merapatkan kedua tubuh mereka dan membawa kepala Hyunjae untuk mendekat ke arahnya, saling menatap satu sama lain dan tersenyum sebelum akhirnya ia membawa Hyunjae pada ciuman yang memambukkan.

FIN


Baby born, Bbangkyu AU

Warning: MPREG!!

Ini merupakan lanjutan cerita bbangkyu sebelumnya, jadi kalian baca dulu yang satunya baru kesini ya! Terimakasih~🙏


Pagi yang cerah dengan matahari yang cukup terik menghiasi kota Seoul hari ini. Dimana seharusnya semua orang sudah pergi ke kantor untuk bekerja tapi ada yang berbeda dengan kepala keluarga yang sekaligus menjabat sebagai CEO di sebuah perusahaan terkenal, ia Kim Younghoon yang masih setia menemani suami mungilnya diatas kasur mereka yang empuk dan nyaman.

Karena usia kehamilan Changmin yang tinggal menunggu hari, Younghoon memutuskan mengambil cuti dan memilih untuk tinggal dirumah bersama suaminya yang sedang gundah menunggu kelahiran sang buah hati. Walau sebenarnya ia juga gundah menunggu kelahiran anak pertamanya

Kini waktu sudah menunjukkan pukul 07.50 Younghoon merasakan pergerakan dari sang suami tercinta yang terbangun dari tidurnya.

“Eungghh.. Awww!”

Ji Changmin yang baru saja terbangun dari tidurnya diberikan tendangan cinta oleh anak kembar yang ada diperutnya, ia meringis merasakn betapa kerasnya sang buah hati menendang perutnya. Sepertinya mereka protes ingin segera keluar dari perut sang papa tercinta.

“Ughhh mas... Dudu dan Didi menendang dengan keras sekali..”

Changmin semakin merasa kesakitan dan meremas lengan suaminya. Younghoon tentu saja panik namun iya tetap terlihat tenang dan langsung sigap mengelus perut besar milik suaminya. Mencoba menenangkan suami beserta kedua anaknya.

“Sakit sekali yah? Dudu Didi hayoo jangan bandel ya nak, kasian papa..”

Setelah diberi elusan pada perutnya, Changmin merasakan pergerakan bayinya yang semakin agresif dan membuat ia semakin meringis kesakitan.

“Mas mereka tidak mau diam, sepertinya Dudu Didi ingin segera muncul ke dunia...”

Changmin mengucap lirih sambil menahan sakit di perutnya dengan beberapa bulir keringat yang menetes di pelipisnya.

Younghoon yang semakin panik setelah mendengar ucapan Changmin langsung bangun dari posisinya.

“Kamu serius sayang??”

“I-iyaa mas.. Rasanya aku ingin melahirkan”

“Tapi kata dokterkan masih beberapa hari lagi?”

“Dokter itu hanya memprediksi mas. Sungguh aku merasakan mereka ingin keluar dari perutku. Uggh..”

“Benar juga. Baiklah aku akan mempersiapkan semuanya ke dalam mobil. Kamu tunggu sebentar yah?”

Changmin mengangguk untuk memberikan jawaban kepada suaminya. Younghoon kemudian meninggalkan sang suaminya yang masih meringis kesakitan dan langsung mempersiapkan segala keperluan yang dibutuhkan untuk di rumah sakit. Untung saja ada beberapa perlengkapan yang memang ia sengaja simpan di dalam mobil. Setelah merasa semuanya siap, Younghoon kembali ke kamar dan menggendong sang Changmin ke mobil dan pergi menuju rumah sakit terdekat.

. . . .

Kini Changmin sudah berada di dalam ruang operasi untuk menjalankan proses persalinan, karena seperti yang kalian ketahui kalau seorang lelaki tidak memiliki vagina untuk ruang lahirnya sang bayi, akhirnya Changmin harus melahirkan kedua bayinya melalui proses caesar.

Younghoon masih terus setia menemani Changmin sebelum suaminya melakukan operasi, ia menggenggam tangan suami mungilnya sebelum mendapatkan biusan regional. Tentu saja hal ini bisa dilakukan dengan kekuatan orang dalam.

“Kamu harus bisa kuat demi Dudu dan didi Changmin-ah. Aku mencintaimu.. Semangat belahan jiwaku.”

Younghoon membisikan semangat dan kata cinta pada Changmin sambil mencium keningnya dengan penuh kasih sayang.

“Baiklah tuan, karena operasi suami anda akan segera di mulai, tuan bisa menunggu diluar.”

Akhirnya salah satu suster yang ada di ruang operasi menyuruh Younghoon untuk meninggalkan ruangan operasinya karena pembedahan akan segera dilaksanakan. Younghoon yang mengerti langsung meninggalkan ruang operasi dan berdoa kepada Tuhan agar suami dan kedua anaknya bisa lahir ke dunia dengan sehat dan selamat.

. . . .

Setelah menunggu selama satu jam, akhirnya Younghoon mendengar tangisan bayi yang sangat menggema di dalam ruang operasi. Ia merasa lega tanpa sadar meneteskan airmata kebahagiaan dan menyucapkan syukur atas kelahiran bayinya. Kemudian selang beberapa menit kemudian ia kembali mendengar tangisan bayi yang jauh lebih kencang dibandingkan sebelumnya. Younghoon sangat kaget ketika ia mendengar tangisan tersebut langsung bersujud sukur dan berterima kasih pada Tuhan Yang Maha Kuasa.

“Ya Tuhan terima kasih, kedua bayiku bisa lahir kedunia dengan selamat. Terima kasih.”

Setelah tangisan bayi tersebut berhenti, munculah sang dokter yang menangani Changmin dan langsung menghampiri Younghoon yang masih bersujud sukur.

“Selamat ya Younghoon, kedua anak kalian lahir dengan normal, sehat dan juga sangat luar biasa cantik dan tampan!”

“Terimakasih Sangyeon hyung. Terima kasih banyak sudah membantu persalinan Changmin. Sekarang bagaimana keadaan suamiku?”

“Changmin sekarang masih dalam keadaan lemah tapi tenang saja, ia sudah melihat si kembar dan juga ia adalah orang yang kuat. Sebentar lagi ia akan di pindahkan ke ruang inap bersama buah hati kalian”

“Ahhh syukurlah... Oh iya apakah aku langsung bisa melihat anak-anak ku?”

“Tentu saja! Ayo langsung ikut saja ke ruang inap. Kau tunggu saja disana.”

Akhirnya Younghoon pergini menuju ruang inap VIP yang khusus disiapkan untuk Changmin dan bayi mereka setelah melakukan proses persalinan.

. . . . Sekarang Younghoon sudah berada di ruang inap bersama dengan dua makhluk mungil nan rapuh yang sedang ter tidur pulas dalam box bayi. Ia mengamati sang anak laki-lakinya yang sangat tampan bentuk wajahnya percis sekali dengan dirinya saat masih bayi. Sedangkan sang anak perempuannya memiliki wajah per campuran atara Younghoon dan Changmin membuat ia meneteskan airmata kebahagiaan. Younghoon bersyukur kepada Tuhan yang telah memberikannya keluarga yang sangat lengkap dengan kehadiran putra dan putrinya saat ini.

Setelah ia puas memandangi kedua anaknya kini Younghoon menghampiri suaminya, ia duduk disamping Changmin yang masih memejamkan matanya sambil menggenggam erat tangan suaminya yang mungil dan memberikan kecupan pada dahi, hidung, pipi, dan bibir suami tercinta.

“Terima kasih atas kebahagiaan yang kamu berikan Changmin-ah, kamu melengkapi duniaku bersama dengan anak-anak kita. Aku sangat mencintaimu.”

Kerena sedikit lelah Younghoon memejamkan matanya untuk beristirahat sejenak sambil menunggu Changmin bangun dari efek obat bius, namun belum ada 1 menit ia memejamkan matanya tiba-tiba saja anaknya menangis dengan kencang.

“Oeeekkk..Oeekkk..”

Ternyata anak laki-lakinya lah yang terbangun dari tidurnya dan menangis dengan kencang membuat ia langsung menggendongnya dengan perlahan.

“Uhh anak papi bangun yah.. Kenapaa mau mimi Susu? Sebentar papi panggil suster dulu ya..”

Younghoon sudah mencoba menenangkan anaknya namun tangisan sang anak masih belum berhenti sampai akhirnya Changmin terbangun dari tidurnya. Ia melihat bagaimana Younghoon yang dengan sigap dan tenang mencoba menenangkan putranya yang masih menangis dengan suara yang begitu kencang.

“M-mas.. Coba sini biar aku gendong..”

“Eh kamu udah bangun sayang? Hey jagoan lihat papa sudah bangun tuh, ayo kita ke papa dulu.”

Akhirnya Younghoon memberikan putranya kepada suaminya. Changmin mengambil alih putranya dari gendongan Younghoon dengan perlahan. Ia melihat betapa tampannya sang anak, sangat mirip sekali dengan suaminya.

“Ih kamu mirip sekali dengan papi ya, aduh bener-bener duplikat nih kesayangan papa.”

Changmin berbincang pada sang anak yang dengan ajaibnya berhenti menangis setelah berada digendongannya. Ia kemudian memainkan kedua jari mungil anaknya dan kembali berbincang.

“Ini siapa namanya yaa jagoan papi dan papa. Mas kamu belum namain dia?”

“Belum aku nunggu kamu bangun dulu, oh iya putri kecil kita masih tidur pulas sekali di boxnya. Kamu mau liat juga?”

“Dudu Didi ternyata perempuan dan laki-laki mas? Ya Tuhan... Aku gak sangka. Aku kira laki-laki semua abis tendangan mereka sama kerasnya.”

“Hahaha kamu lucu bangetsih, iyaa anak kita yang satu lagi adalah seorang princess. Sebentar aku ambil dulu.”

Younghoon mengambil putrinya yang masih terlelap dengan damai tanpa terusik dengan tangisan sodara kembarnya. Ia gendong putri cantiknya dengan perlahan dan membawanya kehadapan Changmin.

“Liatt... Putri kita cantik sekali bukan? Imut juga percis kaya kamu.”

Changmin menatap putrinya sambil tersenyum, ia mengelus pipi gembilnya dan mencium kening anaknya.

“Sehat-sehat ya sayangnya papa...”

Tok tok tok

“Permisi ada yang panggil saya?”

Akhirnya suster pun datang ke ruangan keluarga kecil Younghoon, ia dengan sigap menukar bayi laki-lakinya yang ada di Changmin untuk memberikannya kepada suster.

“Ini sus jagoan saya tadi nangis, kayanya haus. Bisa diberikan susu?”

“Oh bisa pak, mau saya bawakan saja susunya atau saya bawa putra bapak ke ruang bayi?”

“Tolong bawakan saja susunya biar suami saya yang memberikannya, sekalian bawakan susu juga untuk putri saya dan stoknya untuk disimpan dikulkas ya sus.”

“Baik pak tunggu sebentar.”

Setelah menunggu lima menit akhirnya susu untuk sikembar sudah tersedia di dalam ruang inap. Rencananya Changmin akan kembali ke rumah setelah satu minggu berada di Rumah Sakit.

Kini Changmin sedang memberikan putranya susu, ia terharu melihat bagaimana buah hatinya sudah lahir ke dunia dengan sehat tanpa ada cacat ditubuhnya. Ia kecup dahi sang anak sambil memanjatkan doa supaya kelak anaknya menjadi pribadi yang baik, yang menyayangi keluarga, dan menjadi kebanggaan semua orang.

Younghoon yang melihat interaksi suaminya dengan sang anak tersenyum haru, tak disangka diusia yang bahkan belum genap 30 tahun tapi hidupnya sudah sangat sempurna. Memiliki suami yang sangat sayang padanya juga slalu ada disaat senang dan susah dan sekarang ia di anugerahi sepasang putra dan putri yang sehat.

“Sayang sepertinya aku sudah memutuskan nama yang tepat untuk anak kita.”

Younghoon menghampiri Changmin sambil melihat putranya yang masih menyusu dengan mata terpejam.

“Wah benarkah mas? Siapa nama mereka yang sudah mas persiapkan?.”

“Untuk putra kita yang tampan seperti aku, ia akan ku beri nama Kim Minhoon. Sementara putri kita yang cantik dan menggemaskan aku beri nama Kim Minyoung. Gimana? Kamu suka namanya?”

“Suka mas! Suka banget. Namanya perpaduan dari nama kita berdua kan? Akuu sukaa! Aku setuju sama namanya.”

“Iya nama mereka diambil dari perpaduan nama kita, biar mereka menjadi tanda bahwa cinta kita sangatlah besar untuk mereka.”

“Huhuhu mas Younghoon sweet banget, mau peluuukkk..”

Younghoon tertawa karena ucapan Changmin dan memeluk suami mungilnya beserta putranya. Tak lama setelah mereka berpelukan bayi kecil putri mereka yang tadi tertidur pulas akhirnya terbangun, ia menangis dengan kencang berhasil mengusik kembarannya yang hampir terlelap di pelukan papanya.

“Wah princess papi sudah bangun yaa.. Uuuu Minyoung sayang sini ketemu dulu sama papa.”

Younghoon menggendong putrinya dengan perlahan dan membawanya ke hadapan Changmin, Changmin begitu terpesona dengan wajah sang putri yang sangat cantik dan menggemaskan.

“M-mas.. Ini bidadari turun dari surga? Ya ampun ini benar putriku?”

“Hahahaha kamu lucu banget sih sayang, ia ini putrimu. Putri kita berdua. Dia sangat cantik kan...”

“Iya dia sangat cantik, mas aku mau gendong dia ini Minhoon tukeran dulu sama kamu.”

Akhirnya mereka berdua bertukar menggendong kedua anaknya, Younghoon menggendong Minhoon yang akhirnya terlelap kembali setelah menghabiskan satu botol susu sementara Changmin memberikan susu kepada Minyoung sambil memperhatikan wajah putrinya yang cantik.

“Aku beneran gak nyangka kalau bayi yang aku bawa 9 bulan kemana-mana pas keluar wajahnya sangat rupawan kaya kamu mas..”

“Eyyyy mereka juga kaya kamu, imut dan menggemaskan!”

“Uh rasanya aku ingin cepat-cepat pulang ke rumah dan mengurus mereka berdua dengan baik.”

“Sabar yang sayang, kita nunggu kamu benar-benar pulih dulu baru bisa pulang ke rumah.”

“Huhh iya-iya. Oh iya mas orang tua kita udah kamu kabarin? Hyunjae Juyeon udah kamu kabarin juga?”

“Astaga aku lupa! Aku teralu panik dan sibuk sama kamu jadi lupa ngabarin mereka. Sebentar aku ngabarin mereka dulu ya.”

“Dasar pelupa. Masa baru punya dua anak yang baru lahir udah pikun.”

“Ih mas bukan pikun sayang, mas tuh lupa karena udah panik kamu tadi tiba-tiba mau lahiran.”

“Huu iya-iyaa yaudah sana kabarin mereka dulu.”

Akhirnya setelah Younghoon mengembalikan Minhoon ke dalam box tidurnya, ia langsung mengirimkan pesan kepada orang tuanya beserta sodaranya, Hyunjae bahwa Changmin sudah lahiran dan sekarang mereka ada di rumah sakit.

Setelah selesai mengirim pesan ia menghampiri Changmin dan putrinya yang sudah kembali tidur dengan damai.

“Yah putri papi sudah tidur lagi. Dasar bayi abis nangis, dikasih susu terus tidur. Terus main sama papinya kapan.”

“Mas apaan sih! Anak bayi kan emang begituu, Minyoung baru juga lahir beberapa jam. Nanti kalau udah gede dikit kamu bisa deh main sama Minyoung dan Minhoon.”

“Hehehe iya sayang aku bercanda.”

“Yaudah nih kembalikan Minyoung ke dalam box, biar dia tidurnya nyaman.”

Younghoon mengambil alih putrinya dari gendongan Changmin, ia membawa putrinya ke dalam box bayi dengan perlahan dan tak lupa memberikan kecupan tanda sayang pada putrinya sebelum ia kembali ke Changmin.

“Sehat-sehat ya putri papi. Jadilah putri yang anggun, lemah lembut dan jadi kebanggaan orang banyak.”

Setelah selesai menyimpan putrinya di dalam box, kini Younghoon menghampiri suaminya. Ia ikut naik ke ranjang rumah sakit yang kebetulan cukup muat untuk dua orang dewasa.

“Ih mas apasih naik ke ranjang, sempit ih!”

Younghoon tak mendengarkan keluhan suaminya, ia tetap naik ke atas ranjang dan memposisikan tubuhnya dekat dengan sang suami.

“Sayang aku mau ngucapin makasih banyak. Makasih udah mau jadi suami aku yang masih jauh dari kata sempurna, makasih mau ngehabisin waktu muda hingga tua sama aku, makasih udah memberikan aku putra dan putri yang sehat. Pokoknya makasih banyak buat segalanya.”

“Ihhh mas kok melow gini sih.. Aku yang harusnya makasih ke mas, udah pilih aku jadi pendamping hidup kamu padahal aku cuman orang biasa. Makasih buat mas yang udah jagain aku terus, udah lindungin aku dari kita SMA sampe sekarang. Makasih banyak buat segalanya mas. Aku sayang banget sama mas Younghoon.”

“Ih kok kita jadi maaf-maafaan sih.. Pokoknya makasih ya sayang, kamu benar-benar menyempurnakan hidupku. I love you Changmin-ah.

Cup

Younghoon mencium bibir merah milik Changmin. Hanya ciuman biasa, tak ada lumatan seperti biasanya.

I love you too mas Younghoon.

END